Error 305: Solusi Terbaik Menggunakan Proxy!

Error 305: Use Proxy

Error 305 – Dalam era di mana konektivitas internet menjadi kebutuhan pokok, pengalaman pengguna yang lancar menjadi krusial.

Namun, tidak selalu semuanya berjalan sesuai rencana, terutama ketika muncul Error 305, yang lebih dikenal sebagai “Use Proxy.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi segala sesuatu tentang Error tersebut, dari akar penyebabnya hingga solusi terbaik untuk mengatasinya.

Baca juga: Jenis-Jenis Error pada Website dan Cara Mengatasinya? – Herza.ID

Mengenali Error 305: Apa Itu dan Mengapa Itu Penting? 

Apa itu Error 305 dan Mengapa Penting?
Apa itu Error 305 dan Mengapa Penting?

Apa itu Error 305? 

Error 305, juga dikenal sebagai “Use Proxy,” adalah salah satu jenis kode status HTTP yang sering dihadapi oleh pengguna internet.

Error ini muncul ketika penggguna mencoba mengakses sesuatu namun server memberi tahu untuk menggunakan proxy lain agar bisa mengakses sumber daya yang diminta.

Proxy adalah semacam perantara yang digunakan untuk mengakses situs atau layanan secara tidak langsung.

Namun, apa sebenarnya penyebab dan dampak dari Error ini? Simak terus penjelasan berikut ini!

Baca juga: Cara Mengatasi Error 506- Variant Also Negotiates! (herza.id)

Kenapa Error 305 Terjadi? 

Error 305 dapat timbul karena beberapa alasan. Pertama, mungkin ada masalah dengan pengaturan proxy yang digunakan oleh server atau klien.

Jika konfigurasi proxy tidak benar, server mungkin gagal memberikan respon yang diperlukan.

Selain itu, masalah jaringan atau kesalahan pada perangkat keras juga dapat menyebabkan munculnya Error ini.

Penting bagi kita untuk memahami sumber masalah sebelum mencari solusi yang tepat.

Baca juga: Cara Mengatasi Error 400 Bad Request: Berikut Panduannya! (herza.id)

Solusi untuk Mengatasi Error 305 

Pemeriksaan Konfigurasi Proxy

Langkah pertama untuk mengatasi Error 305 adalah memeriksa konfigurasi proxy pada server dan klien.

Pastikan setiap parameter diatur dengan benar dan sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. Patikan pula alamat proxy dan nomor port yang digunakan valid.

Ini bisa melibatkan peninjauan ulang ulang pengaturan pada perangkat lunak proxy atau perangkat keras yang digunakan.

Memeriksa Koneksi Jaringan 

Ketidakstabilan atau masalah pada koneksi jaringan dapat menjadi pemicu Error ini.

Pastikan bahwa koneksi internet berfungsi dengan baik dan tidak ada gangguan yang dapat menyebabkan pemutusan koneksi.

Pemeriksaan perangkat keras jaringan juga penting untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik yang dapat menyebabkan masalah.

Baca juga: Jenis-Jenis Firewall untuk Keamanan Sistem, Apa Sajakah itu? (herza.id)

Memperbarui Perangkat Lunak Proxy

Seringkali, perangkat lunak proxy membutuhkan pembaruan reguler untuk memperbaiki bug dan meningkatkan kinerja.

Memastikan bahwa perangkat lunak proxy yang digunakan adalah versi terbaru dapat membantu mengatasi masalah Error 305.

Lakukan pembaruan dan pastikan perangkat lunak berfungsi sesuai yang diharapkan.

Menggunakan Metode Koneksi Alternatif 

Jika semua langkah di atas tidak berhasil, pertimbangkan untuk menggunakan metode koneksi alternatif.

Pilihan ini mungkin termasuk mengubah server proxy atau mengonfigurasi ulang pengaturan jaringan.

Penting untuk mencoba beberapa pendekatan sebelum menentukan solusi yang paling efektif.

FAQ (Pertanyaan Umum) 

  1. Bagaimana cara memperbarui perangkat lunak proxy? 
    Untuk memperbarui perangkat lunak proxy, kunjungi situs web resmi penyedia perangkat lunak dan unduh versi terbaru.

    Instal pembaruan tersebut sesuai petunjuk yang diberikan.

  2. Apakah Error 305 selalu terkait dengan masalah server? 
    Tidak selalu. Error 305 bisa disebabkan oleh masalah konfigurasi proxy di server atau klien, serta masalah pada koneksi jaringan.

     

  3. Apakah mengganti proxy dapat memperbaiki Error 305? 
    Ya, mencoba proxy yang berbeda adalah salah satu solusi yang dapat dicoba untuk mengatasi Error 305. Namun, pastikan untuk mengikuti prosedur yang benar.

Kesimpulan 

Dalam menangani Error 305, pemahaman mendalam tentang penyebabnya dan langkah-langkah untuk mengatasinya sangat penting diketahui.

Dengan memeriksa konfigurasi proxy, mengatasi masalah koneksi jaringan, dan memperbarui perangkat lunak proxy, pengguna dapat mengatasi Error tersebut dengan lebih efektif.

Jika semua langkah ini tidak berhasil, mencoba metode koneksi alternatif dapat menjadi langkah terakhir untuk menyelesaikan masalah ini.

Selain itu, seperti yang kita ketahui penggunaan server proxy dapat memberikan beberapa manfaat dan fungsi penting, seperti mengakses konten yang diblokir atau dibatasi, Anonimitas dan privasi, serta kontrol dan pemantauan.

Namun, penting juga untuk mempertimbangkan beberapa hal terkait penggunaan server proxy, seperti kepercayaan pada penyedia proxy, enskripsi dan keamanan, serta hukum dan regulasi.

Jika privasi dan keamanan adalah kekhawatiran utama Anda, sebaiknya pertimbangkan menggunakan layanan Jaringan Virtual Pribadi (VPN) yang dapat menyediakan enkripsi lalu lintas dan melindungi privasi secara menyeluruh.

Baca juga: Perbedaan VPN dan Proxy, Mana yang Lebih Baik? – Herza.ID

Herza Cloud  menyediakan VPN All Traffic dan VPS khusus Tunneling/VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN/SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia.

So tunggu apalagi segera hubungi kami untuk berlangganan VPN All Traffic atau VPS Tunneling/VPN.

Baca juga: Perbedaan VPN Gratis dan VPN Berbayar

VPN Vs Firewall : Bagaimana Mereka Bekerja Bersama?

VPN dan firewall

VPN dan Firewall – Akhir-akhir ini, penggunaan VPN cukup tinggi di masyarakat. Bukan tanpa sebab, peningkatan penggunaan layanan ini sejalan dengan harapannya yaitu untuk bisa mengamankan perangkat Anda saat berselancar di internet.

Namun di samping itu, beberapa orang juga masih bingung, saat mereka sudah memiliki perangkat firewall, apakah mereka juga tetap membutuhkan VPN?

Sebenarnya, perbedaan yang paling utama antara VPN dengan firewall ialah jika VPN akan mengenkripsi koneksi Anda dan menyembunyikan alamat IP yang sebenarnya, sementara firewall akan memblokir serangan pada jaringan atau komputer.

Jadi, kita bisa simpulkan baik VPN maupun firewall keduanya adalah perangkat yang bisa menjaga perangkat Anda agar tetap aman. Ya walaupun memang, cara kerja kedua perangkat tersebut berbeda.

Agar Anda tidak salah memahami, artikel ini akan berfokus pada pembahasan seputar VPN dan Firewall, bagaimana mereka bisa bekerja sama.

Untuk itu, silkan simak sampai bawah!  

Apa Itu VPN?

Sebelum masuk ke pembahasan apa perbedaan VPN dengan Firewall, kita akan mengulas sedikit tentang pengertian VPN.

VPN atau Virtual Private Network adalah sebuah perangkat yang bertujuan untuk melindungi privasi dan keamanan saat seseorang mengakses internet.

Nah, misalnya Anda sedang berselancar di internet, jika Anda sudah menggunakan layanan ini, alamat IP Anda yang sebenarnya akan disembunyikan dan digantikan oleh alamat IP server VPN.

Itu berarti, siapapun tidak akan tahu tentang lokasi Anda, tidak akan tahu privasi Anda, seperti detail login, informasi kartu kredit, dan percakapan online karena dengan menggunakan layanan ini, aktivitas online Anda akan lebih sulit diakses oleh pihak yang tidak berwenang atau penjahat siber.

Oleh karena itu, biasanya individu dan beberapa perusahaan yang menggunakan layanan ini memiliki tujuan untuk bisa menggunakan internet tanpa harus khawatir siapapun atau bahkan pihak pemerintah sekalipun, bisa mengintip aktivitas mereka yang dilakukan di internet.

Baca juga! Apa Itu VPN?

Keuntungan Menggunakan VPN

Banyak dari kita yang sengaja menggunakan layanan ini sebagai suatu cara yang cukup murah atau ekonomis agar bisa menerobos suatu pembatasan geografis dan menjaga keamanan dari segala bentuk serangan siber.

Terutama untuk para pembisnis, universitas atau lembaga, bahkan pelajar sekalipun menggunakannya dengan maksud agar bisa mengakses dengan bebas semua informasi dan sumber daya yang  dibutuhkan dengan jaminan keamanan.

Baca Juga! Jenis-jenis VPN?

Apa Itu Firewall?

Ibaratnya penjaga keamanan, firewall adalah perangkat yang berfungsi untuk mengawasi lalu lintas antara jaringan dan komputer Anda. Karena fungsinya sebagai penjaga keamanan, firewall lah perangkat yang berada di garda terdepan untuk memblokir konten, situs-situs tertentu, atau aplikasi agar tidak  bisa menyerang komputer Anda.

Untuk sekarang ini, biasanya, komputer sudah lengkap dengan firewall yang dipasangi di macOS dan Windows. Sementara di ponsel pintar Anda biasanya tidak dipasangi firewall karena ponsel tidak serentan PC.

Jenis-Jenis Firewall

Sebenarnya, firewall ada beragam jenisnya. Namun dalam pembahasan kali ini kita akan berfokus pada dua jenis firewall, yaitu firewall perangkat keras dan lunak atau hardware firewall & software firewall.

Sederhananya, firewall perangkat keras aadalah jenis firewall yang berbentuk perangkat fisik yang berdiri sendiri, sedangkan software firewall adalah jenis firewall yang diimplementasikan sebagai perangkat lunak pada sistem operasi atau aplikasi, misalnya firewall yang terpasang di Windows atau macOs.

 Baca Juga! Apa Itu Next Generation Firewall?

Apa yang Bisa dilakukan VPN tapi Tidak Bisa dilakukan Firewall?

VPN dan firewall adalah dua alat yang memiliki fungsi berbeda dalam menjaga keamanan dan privasi antara kompuer Anda dan jaringan internet.  Meskipun keduanya memiliki tujuan perlindungan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh VPN tetapi tidak dapat dilakukan oleh firewall

1. Mengenkripsi Lalu Lintas

VPN dapat mengenkripsi seluruh lalu lintas internet dari perangkat Anda, termasuk data yang dikirim dan diterima, hal ini berarti bahwa jika seseorang berhasil menembus firewall Anda, mereka akan menghadapi lalu lintas yang terenkripsi yang sulit untuk diuraikan dan dimengerti

2. Menyembunyikan Lokasi IP

VPN menggantikan alamat IP asli Anda dengan alamat IP dari server VPN.  Hal tersebut tidak hanya membantu dalam melindungi identitas Anda, tetapi juga memungkinkan Anda untuk mengakses konten yang mungkin dibatasi di wilayah Anda

3. Akses ke Jaringan Eksternal yang Aman

VPN memungkinkan Anda untuk terhubung ke jaringan eksternal, seperti jaringan perusahaan, secara aman melalui internet publik. Anda juga dapat mengakses sumber daya jaringan internal dengan aman, seolah-olah Anda berada di lokasi fisik jaringan tersebut.

4. Bypass Sensor dan Pembatasan

Selain itu, VPN juga dapat membantu Anda melewati pembatasan geografis atau sensor yang diterapkan oleh pemerintah atau penyedia layanan, sehingga ini memungkinkan Anda bisa mengakses konten atau layanan yang mungkin sebelumnya tidak tersedia di wilayah Anda.

5. Mengamankan Koneksi di Jaringan Wi-Fi Publik

Saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik, informasi Anda dapat rentan terhadap ancaman keamanan. VPN juga bisa membantu Anda melindungi data dengan mengenkripsi lalu lintas, yang membuatnya lebih sulit bagi pihak yang tidak berwenang untuk mengakses informasi sensitif. 

6. Mengamankan Aktivitas di Seluruh Aplikasi

VPN mengamankan seluruh lalu lintas internet dari perangkat Anda, termasuk semua aplikasi yang Anda gunakan. Itu artinya,  semua aktivitas online, termasuk aplikasi yang tidak memiliki pengaturan keamanan yang kuat, juga akan terlindungi. 

7. Meghindari Pencatatan Aktivitas oleh ISP

Meskipun firewall dapat membantu melindungi perangkat Anda dari ancaman eksternal, ISP (Penyedia Layanan Internet) Anda masih dapat melacak aktivitas online Anda. VPN dapat mengenkripsi lalu lintas Anda sehingga ISP sulit melacak dan memantau aktivitas Anda.

Namun, penting untuk diingat juga bahwa firewall tetap penting sebagai lapisan pertahanan yang penting dalam melindungi jaringan dan perangkat Anda.

Kombinasi penggunaan VPN dan firewall dapat membantu menciptakan perangkat Anda jauh lebih yang aman dan menjaga privasi.

Akan tetapi, apakah penggunaan firewall dapat memengaruhi VPN?

Apakah Firewall Memengaruhi VPN?

apakah firewall berpengaruh pada vpn

Sebenarnya, firewall bisa saja berpengaruh pada VPN Anda. Namun inipun bergantung pada bagaimana pengaturan firewall diatur.

Keduanya adalah alat keamanan yang berfungsi berbeda, tetapi kadang-kadang interaksi antara keduanya bisa mempengaruhi koneksi dan akses.

Berikut beberapa cara bagaimana firewall dapat memengaruhi penggunaan VPN, yaitu :

1. Pemblokiran Koneksi VPN

Firewall dapat dirancang untuk memblokir jenis koneksi tertentu, termasuk protokol yang digunakan oleh VPN.

Nah, jika firewall Anda dikonfigurasi untuk memblokir koneksi VPN, maka Anda mungkin tidak akan bisa terhubung ke server VPN sama sekali.

Sehingga dalam kasus ini, Anda perlu memastikan bahwa pengaturan firewall Anda memperbolehkan koneksi VPN.

2.Penurunan Kecepatan Koneksi

Firewall juga dapat menerapkan inspeksi lalu lintas yang lebih ketat untuk memeriksa setiap paket data yang masuk dan keluar dari jaringan Anda.

dapat menyebabkan penurunan kecepatan koneksi VPN Anda karena adanya latensi yang lebih tinggi akibat pemeriksaan tambahan oleh firewall.

3. Penanganan Konflik Port

Beberapa protokol VPN dapat menggunakan port tertentu untuk berkomunikasi.

Jika port ini digunakan oleh layanan lain atau diblokir oleh firewall, maka ini dapat menyebabkan masalah dalam koneksi VPN.

Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa port yang diperlukan oleh protokol VPN Anda tidak diblokir oleh firewall.

4. Kegagalan Autentikasi

Beberapa firewall memiliki aturan yang ketat terkait autentikasi dan otentikasi lalu lintas.

Jika aturan ini berlebihan atau tidak sesuai, hal ini bisa menyebabkan kegagalan autentikasi saat mencoba menghubungkan VPN.

Beberapa point di atas bisa diambil benang merahnya bahwa untuk meminimalkan dampak firewall pada penggunaan VPN, penting untuk memastikan bahwa Anda mengonfigurasi firewall Anda dengan benar.

Itu artinya,  Anda memastikan untuk mengizinkan koneksi VPN melalui aturan firewall, mengonfigurasi pembukaan port yang diperlukan, atau menyesuaikan pengaturan firewall agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan VPN Anda.

Apa Perbedaan antara VPN dan Firewall?

VPN FIREWALL
Fungsi Utama: VPN digunakan untuk mengenkripsi lalu lintas internet Anda dan membuat terowongan aman antara perangkat Anda dan server VPN Fungsi Utama: Firewall adalah alat yang digunakan untuk melindungi jaringan Anda dari ancaman eksternal dengan memantau dan mengontrol lalu lintas masuk dan keluar
Privasi dan Anonimitas: VPN menggantikan alamat IP Anda dengan alamat IP dari server VPN, menyembunyikan identitas dan lokasi fisik Anda. Pengaturan dan Kontrol Lalu Lintas: Firewall memberikan kontrol atas jenis lalu lintas yang diizinkan dan diblokir, serta mengatur aturan akses terhadap aplikasi dan layanan tertentu.
Melintasi Pembatasan Geografis: VPN memungkinkan Anda untuk mengakses konten yang mungkin terbatas di wilayah geografis tertentu.. Deteksi dan Pencegahan Serangan: Firewall memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mencegah serangan, seperti serangan DDoS, serangan berbasis protokol, dan upaya masuk yang mencurigakan.
Keamanan di Jaringan Publik: Saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik, VPN membantu melindungi data Anda dari potensi ancaman keamanan, seperti peretasan atau pencurian data. Proteksi Terhadap Ancaman Langsung: Firewall melindungi jaringan dan perangkat Anda dari ancaman yang mungkin merusak atau mencuri data Anda.
Bypass Sensor dan Pemantauan: Di beberapa negara, VPN dapat membantu menghindari sensor dan pemantauan oleh pemerintah atau penyedia layanan internet, sehingga memungkinkan akses ke informasi dan konten tanpa pembatasan. Kontrol Keamanan Jaringan: Firewall membantu dalam manajemen jaringan, memprioritaskan lalu lintas yang sah, dan mengelola bandwidth.
Alasan Perlu Menggunakan VPN walau Sudah Menggunakan Firewall

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa walaupun Anda sudah menggunakan VPN, Anda perlu juga menggunakan firewall.

Berikut beberapa alasan yang menguatkannya, yaitu :

  1. Anda menciptakan lapisan keamanan yang jauh lebih baik karena firewall melindungi jaringan Anda dari serangan langsung dan ancaman eksternal sedangkan VPN melindungi data Anda saat berkomunikasi melalui jaringan publik.

     

  2. Privasi Anda akan lebih kuat karena VPN membantu menyembunyikan alamat IP Anda serta melindungi identitas serta lokasi fisik. Sedangkan firewall memberikan kontrol lebih lanjut atas lalu lintas yang masuk dan keluar serta memastikan bahwa data sensitif Anda tidak terekspos.

  3. Mencegah ancaman langsung yang mungkin merusak atau mengancam jaringan

  4. Melindungi data Anda dari mata-mata dan ancaman yang mungkin ada di jaringan publik

  5. Melihat lalu lintas VPN yang masuk dan keluar, serta memonitor aktivitas jaringan melalui firewall

     

  6.  Menangani koneksi VPN Anda yang lebih tepat karena firewall dapat dikonfigurasi untuk mengizinkan koneksi VPN melalui aturan yang sesuai

     

  7. Memiliki kebebasan berbicara dan berpendapat

     

  8. Melindungi data Anda dari ancaman keamanan yang mungkin muncul di lingkungan jaringan publik.

    Dari pemaparan di atas kita bisa simpulkan bahwa menggabungkan VPN dan firewall, Anda menciptakan lingkungan online yang lebih aman, lebih terlindungi, dan lebih sesuai dengan privasi Anda. Sehingga ketika Anda berselancar di internet.

    Anda akan lebih aman dan privasi Anda terjaga dengan baik. Karena semakin canggihnya teknologi, serangan siber pun muncul dengan bermacamjenisnya. Ada 7 jenis serangan cyber yang bisa Anda ketahui.

Namun, pastikan pula untuk mengatur dan mengelola keduanya dengan benar untuk memastikan bahwa kinerjanya optimal.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas kita bisa menyimpulkan beberapa point penting mengenai bahasan VPN dan firewall,  mulai dari pengertiannya, apa yang bisa dilakukan VPN tapi tidak bisa dilakukan firewall, pengaruh VPN pada firewall, perbedaan VPN dan firewall bahkan alasan perlu menggunakan VPN walau sudah menggunakan firewall.

Pada intinya, baik VPN maupun firewall keduanya adalah sesuatu yang bisa mengamankan Anda ketika berselancar di internet.

Jika Anda mungkin membutuhkan atau tertarik menggunakan VPN, jangan lupa untuk selalu pastikan bahwa penyedia layanan VPN yang akan Anda gunakan memiliki kualitas yang baik yang akan mendukung segala kebutuhan Anda.

Kualitas layanan VPN yang baik bisa dilihat dari beberapa standirasi yang ditawarkan, seperti :

  1.  Akses root penuh
  2. TUN/TAP Enabled
  3. Upto 1Gbit Uplink facebook & GG
  4. Penyimpanan Data dengan SDD
  5. Sistem Hardware Failover
  6. Alamat Ip Dedicated
  7. Upto 1 Gbit Uplink Cloudflare & Akamai
  8. Upgrade cepat dan efisien

    Herza cloud menyediakan layanan paket VPN murah  dengan performa dan teknologitTerkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data Anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5%  garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia.

Semua pelanggan VPS Murah dari Herza Cloud akan mendapatkan IP Dedicated Public. 

Jenis-Jenis VPN, Pilihlah Sesuai dengan Kebutuhan Anda!

Jenis-jenis VPN, Pilihlah sesuai kebutuhan anda!

Sebelumnya kita sudah pernah bahas apa itu VPN dan bagaimana manfaat menggunakan VPS. Tapi selain itu, ada hal yang harus Anda ketahui juga, yaitu jenis-jenis VPN itu sendiri.

Karena VPN terdiri dari beberapa jenis dengan tujuan yang berbeda seperti Access VPN yang digunakan untuk work from home (WFH) dan lain sebagainya.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasan lebih dalam lagi terkait jenis-jenis VPN, mari kita ulas kembali pengertian dari VPN itu sendiri.

Pengertian VPN

Apa itu VPN?

VPN (Virtual Private Network) adalah teknologi yang memungkinkan Anda untuk membuat koneksi jaringan aman melalui jaringan publik, seperti internet.

Dalam istilah yang lebih sederhana, VPN memungkinkan Anda untuk membuat jalur komunikasi terenkripsi antara perangkat Anda dan server VPN yang terhubung ke internet.

Ketika Anda menggunakan VPN, semua data yang dikirim dan diterima antara perangkat Anda dan server VPN dienkripsi.

Sehingga lebih aman dan terlindungi dari mata-mata atau serangan yang mungkin terjadi di jaringan publik.

Selain itu, VPN juga dapat mengubah IP Address Anda, yang merupakan identifikasi unik dari perangkat Anda saat terhubung ke internet.

Dengan mengganti alamat IP Anda dengan alamat IP server VPN, VPN dapat menyembunyikan identitas dan lokasi fisik Anda.

Ini dapat membantu melindungi privasi Anda secara online dan memungkinkan Anda mengakses konten yang mungkin dibatasi secara geografis.

Baca juga: 5 Fungsi VPN dan Cara Kerjanya

Jenis-Jenis VPN

Jenis-Jenis VPN!

Setelah Anda mengingat kembali apa itu VPN, selanjutnya kita akan bahas secara mendalam terkait jenis-jenis VPN.

VPN terdiri dari beberapa jenis di anataranya Access VPN intranet VPN dan Extranet VPN, berikut penjelasannya!

Access VPN

Access VPN adalah jenis-jenis VPN yang memungkinkan karyawan atau pengguna dari lokasi jarak jauh untuk mengakses jaringan perusahaan atau sumber daya LAN secara aman melalui koneksi internet.

Ini juga dikenal sebagai VPDN (Virtual Private Dial-up Network) karena pada awalnya VPN digunakan melalui koneksi dial-up.

Dengan menggunakan Access VPN, karyawan yang bekerja dari jarak jauh dapat terhubung ke jaringan perusahaan melalui internet dan mengakses data, file, aplikasi, atau sumber daya lain yang biasanya hanya tersedia di jaringan lokal.

Koneksi ini dilakukan melalui enkripsi data, yang menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi yang dikirimkan antara perangkat remote dan jaringan perusahaan.

Salah satu keuntungan utama Access VPN adalah memungkinkan akses yang aman ke sumber daya perusahaan dari berbagai lokasi geografis.

Dengan menggunakan Access VPN, karyawan dapat bekerja dari rumah, ruang co-working, atau lokasi jarak jauh lainnya dengan aman dan tetap terhubung dengan sistem perusahaan.

Selain itu, Access VPN juga dapat melindungi data saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

Koneksi VPN memastikan bahwa data yang dikirimkan antara perangkat remote dan jaringan perusahaan terenkripsi.

Sehingga menjaga kerahasiaan dan mencegah serangan atau pengintaian data oleh pihak yang tidak berwenang.

Penggunaan Access VPN dapat meningkatkan fleksibilitas kerja dan produktivitas karyawan, memungkinkan mereka untuk bekerja secara efisien dari berbagai lokasi.

Namun, penting untuk memastikan bahwa sistem dan perangkat yang digunakan memiliki konfigurasi keamanan yang tepat dan menggunakan protokol enkripsi yang kuat guna menjaga kerahasiaan dan integritas data.

Intranet VPN

Intranet VPN adalah jenis koneksi VPN yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan lokal (LAN) di lokasi yang berbeda menggunakan koneksi permanen atau dedikasi.

Ini juga dikenal sebagai Site-to-Site VPN.

Dalam konteks perusahaan dengan kantor cabang atau lokasi yang terpisah secara geografis, Intranet VPN memungkinkan jaringan lokal di masing-masing lokasi untuk terhubung dan beroperasi sebagai satu jaringan yang terintegrasi.

Misalnya, jika perusahaan memiliki kantor di Asia dan Amerika, Intranet VPN akan menghubungkan kedua jaringan lokal di kedua kantor tersebut.

Sehingga karyawan dan sumber daya jaringan dapat saling berkomunikasi secara aman dan efisien.

Dengan menggunakan Intranet VPN, data yang dikirim antara jaringan lokal di kedua lokasi dienkripsi dan dilindungi saat melewati koneksi publik atau internet.

Ini memastikan keamanan dan kerahasiaan informasi yang dikirimkan antara kantor-kantor tersebut.

Intranet VPN biasanya menggunakan protokol dan teknologi khusus, seperti IPsec (Internet Protocol Security), MPLS (Multiprotocol Label Switching), atau teknologi VPN lainnya, untuk membangun koneksi yang aman dan terpercaya antara jaringan lokal di kedua lokasi.

Extranet VPN

Extranet merujuk pada bagian dari jaringan perusahaan yang diperluas untuk memberikan akses terbatas kepada pihak luar seperti konsumen, mitra bisnis, atau komunitas tertentu.

VPN jenis ini memungkinkan entitas eksternal ini untuk berkomunikasi dengan jaringan perusahaan dan berbagi sumber daya tertentu, seperti data, aplikasi, atau layanan, sesuai dengan izin yang telah ditentukan.

Sementara itu, VPN (Virtual Private Network) adalah teknologi yang digunakan untuk membuat koneksi jaringan aman melalui jaringan publik, seperti internet.

VPN menciptakan jalur komunikasi terenkripsi antara perangkat pengguna dan server VPN.

Sehingga memastikan kerahasiaan dan keamanan data yang dikirimkan melalui koneksi tersebut.

Meskipun keduanya bisa saling terkait, Extranet dan VPN adalah konsep yang berbeda.

Extranet dapat diimplementasikan dengan atau tanpa VPN, tergantung pada tingkat keamanan dan privasi yang diinginkan oleh perusahaan.

Jadi, jika perusahaan menggunakan Extranet VPN, itu berarti mereka menggabungkan kedua konsep tersebut.

Dalam konteks ini, Extranet digunakan untuk memberikan akses terbatas kepada entitas eksternal.

Sementara VPN digunakan untuk menyediakan jalur koneksi yang aman dan terenkripsi antara perangkat pengguna eksternal dan jaringan perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Layanan VPN Berbayar dan Gratis, Anda Wajib Tahu!

Protokol VPN

Protokol VPN!

Selain jenis-jenis vpn yang harus Anda ketahui, ada juga protokol VPN yang perlu Anda ketahui. Karena pada dasarnya, VPN bekerja dengan bantuan dari protokol komunikasi data.

Ada beberapa macam protokol VPN yang umum digunakan, diantaranya sebagai berikut.

Internet Protocol Security (IPSec)

IPSec (Internet Protocol Security) adalah protokol yang digunakan untuk melindungi komunikasi dan transfer data melalui jaringan IP.

Protokol ini menyediakan keamanan pada lapisan network (network layer) dalam model referensi jaringan OSI.

IPSec berfungsi dengan cara mengenkripsi dan memverifikasi semua paket data yang dikirimkan antara dua perangkat atau jaringan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kerahasiaan, integritas, dan otentikasi data yang dikirimkan melalui jaringan IP.

Baca juga: Cara Setting VPN di iPhone / iPad – Step by Step

Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)

L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) adalah protokol tunneling yang menggabungkan dua protokol sebelumnya, yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) dan PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol).

Protokol jenis ini dirancang untuk menyediakan koneksi Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat membawa berbagai jenis protokol komunikasi.

L2TP digunakan untuk membuat sebuah tunnel atau saluran komunikasi yang aman antara dua titik koneksi di jaringan.

Protokol ini bekerja pada lapisan data link (layer 2) dalam model referensi OSI, dan biasanya digunakan bersama dengan protokol keamanan seperti IPSec untuk meningkatkan tingkat keamanan dan privasi dalam komunikasi.

Saat L2TP digunakan bersama dengan IPSec, koneksi VPN yang lebih aman dapat dibentuk.

L2TP digunakan untuk membentuk saluran komunikasi, sedangkan IPSec bertanggung jawab atas enkripsi dan otentikasi data yang melewati saluran tersebut.

Dalam kombinasi ini, L2TP menciptakan saluran virtual (tunnel), sementara IPSec mengamankan data yang melewati saluran tersebut dengan mengenkripsi dan memverifikasinya.

Keuntungan menggunakan L2TP dengan IPSec adalah kemampuan untuk membawa berbagai jenis protokol komunikasi, termasuk protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).

Dengan demikian, L2TP dengan IPSec dapat digunakan untuk memfasilitasi koneksi VPN yang aman untuk berbagai keperluan, termasuk akses jarak jauh, koneksi jaringan perusahaan, atau mengamankan komunikasi data sensitif.

Point–to–Point Tunneling Protocol (PPTP)

Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) adalah sebuah protokol yang digunakan untuk memfasilitasi koneksi jaringan poin-ke-poin (point-to-point) melalui jaringan TCP/IP.

PPTP memungkinkan pengguna untuk membentuk tunnel atau saluran yang aman melalui jaringan publik, seperti internet, untuk mentransfer data dengan keamanan yang lebih baik.

PPTP bekerja dengan mengenkapsulasi paket-paket data yang dikirim melalui protokol Point-to-Point Protocol (PPP) ke dalam paket-paket IP.

Dengan demikian, data yang dikirim melalui koneksi PPTP dienkripsi, sehingga memastikan kerahasiaan dan keamanan data saat transit melalui jaringan yang tidak terpercaya.

PPTP telah lama menjadi protokol yang populer dan banyak digunakan, terutama pada platform Windows.

Dukungan untuk PPTP juga tersedia pada sistem operasi seperti Linux dan macOS, sehingga memungkinkan koneksi yang serupa di berbagai platform.

SSL VPN

Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS) adalah protokol keamanan yang bekerja pada lapisan transport (layer 4) dalam model referensi OSI.

Mereka digunakan untuk memastikan keamanan dan privasi komunikasi melalui koneksi internet, termasuk dalam konteks VPN.

Protokol SSL/TLS digunakan untuk mengenkripsi komunikasi antara pengguna dan server.

Sehingga mengamankan informasi sensitif yang dikirim melalui internet.

Protokol ini menghasilkan saluran aman antara pengguna dan server.

Sehingga data yang dikirimkan tidak dapat diakses atau dimodifikasi oleh pihak yang tidak berwenang.

SSL/TLS VPN, juga dikenal sebagai VPN berbasis web, memungkinkan pengguna untuk mengakses jaringan VPN melalui web browser, tanpa perlu menginstal aplikasi khusus.

Dengan menggunakan SSL/TLS, pengguna dapat melakukan koneksi yang aman ke jaringan perusahaan atau sumber daya lainnya melalui internet.

Situs belanja online atau marketplace sering menggunakan SSL/TLS untuk mengamankan informasi pengguna seperti data kartu kredit atau informasi pribadi lainnya.

Ketika Anda melihat ikon gembok atau URL yang dimulai dengan “https://” di browser, itu menunjukkan bahwa koneksi menggunakan SSL/TLS dan komunikasi antara pengguna dan server dilindungi secara aman.

OpenVPN

OpenVPN adalah sebuah protokol VPN open-source yang sering digunakan untuk membangun koneksi site-to-site (antara dua jaringan) dan point-to-point (antara dua perangkat).

Protokol ini menggunakan sistem keamanan yang didasarkan pada SSL (Secure Socket Layer) dan TLS (Transport Layer Security), yang memberikan tingkat keamanan yang tinggi.

OpenVPN menyediakan koneksi VPN yang aman dan terenkripsi melalui jaringan yang tidak terpercaya, seperti internet.

Protokol ini menggunakan teknologi SSL/TLS untuk mengamankan komunikasi antara pengguna dan server.

Sehingga data yang dikirim melalui koneksi OpenVPN terlindungi dari pihak yang tidak berwenang.

Keuntungan dari OpenVPN adalah fleksibilitas dan keamanannya.

OpenVPN dapat berjalan di berbagai platform dan sistem operasi, termasuk Windows, Linux, macOS, iOS, dan Android.

Protokol ini juga mendukung berbagai metode otentikasi, enkripsi, dan algoritma kriptografi yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan keamanan yang spesifik.

Selain itu, OpenVPN juga mendukung mode transport dan mode tunnel.

Pada mode transport, hanya paket-paket data yang dienkripsi dan ditransmisikan melalui saluran VPN.

Sedangkan pada mode tunnel, seluruh paket IP termasuk header IP dienkripsi dan dienkapsulasi dalam paket baru.

Karena sifat open-source dari OpenVPN, protokol ini telah mendapatkan popularitas yang besar dan terus berkembang.

Keamanan, keandalan, dan fleksibilitasnya membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk membangun koneksi VPN yang aman dan handal.

Baca juga: Perbedaan VPN: PPTP vs L2TP vs OpenVPN

Secure Shell (SSH)

SSH (Secure Shell) sebenarnya adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mengamankan koneksi jarak jauh antara dua perangkat, seperti antara client dan server.

SSH dirancang untuk memberikan enkripsi, otentikasi, dan integritas data pada koneksi jarak jauh.

Protokol ini sering digunakan untuk mengakses shell atau lingkungan command-line pada sistem operasi jarak jauh, serta mentransfer file dengan aman melalui SCP (Secure Copy) atau SFTP (Secure File Transfer Protocol).

SSH menggunakan metode enkripsi dan otentikasi yang kuat untuk melindungi komunikasi antara client dan server.

Enkripsi yang digunakan pada SSH mengamankan data yang dikirim melalui koneksi.

Sementara otentikasi memastikan bahwa hanya pengguna yang sah yang dapat mengakses server dengan menggunakan kredensial yang benar.

Meskipun SSH dapat digunakan untuk mengamankan koneksi jarak jauh, ini tidak secara khusus dianggap sebagai protokol VPN.

SSH lebih fokus pada akses jarak jauh dan administrasi sistem.

Sedangkan VPN adalah konsep yang lebih luas yang mencakup pembentukan saluran khusus untuk menghubungkan jaringan atau perangkat dengan keamanan dan privasi tambahan.

Kamu Pilih Jenis VPN yang Mana?

Virtual Private Network adalah teknologi yang digunakan untuk memastikan keamanan, privasi, dan akses yang aman ke jaringan atau sumber daya dari lokasi yang berbeda.

VPN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi terenkripsi melalui jaringan publik seperti internet, sehingga data yang dikirim dan diterima tetap terlindungi.

Ada berbagai jenis-jenis VPN yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan, seperti Access VPN, Intranet VPN, dan Extranet VPN.

Setiap jenis-jenis VPN memiliki kegunaan dan fungsionalitas yang berbeda sesuai dengan skenario penggunaan.

Pemilihan jenis dan penyedia layanan VPN yang tepat tergantung pada kebutuhan spesifik pengguna.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan termasuk keamanan, kecepatan, kompatibilitas platform, kebijakan privasi, dan fitur tambahan yang disediakan.

Jadi, Jika Anda sedang mencari layanan VPN murah untuk bisnis Anda, silahkan konsultasikan bersama Herza Cloud.

Herza Cloud telah menyediakan VPS khusus Tunneling / VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia. 

So tunggu apalagi segera hubungi kami untuk berlangganan VPS Tunneling/VPN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan Layanan VPN Berbayar dan Gratis, Anda Wajib Tahu!

Perbedaan Layanan VPN Berbayar dan Gratis, Anda Wajib Tahu!

Perbedaan VPN Berbayar dan Gratis – Dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network), memungkinkan Anda untuk merasakan manfaat dari layanan tersebut.

Diantara manfaat tersebut adalah keamanan tambahan saat Anda terhubung ke internet, privasi, mengakses konten terbatas atau diblokir di wilayah Anda dan kebebasan internet.

Untuk merasakan Manfaat dari VPN, umumnya Anda harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan layanan tersebut.

Namun apakah Anda tahu layanan VPN bisa Anda dapatkan secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun?

Ya, Anda bisa mendapatkan layanan tersebut secara percuma dengan ketentuan yang berlaku.

Eitssss jangan gegabah, sebelum Anda mencoba untuk menggunakan layanan VPN gratis, Anda harus tahu dulu perbedaan VPN berbayar dan gratis agar Anda bisa mempertimbangkannya dengan baik.

Baca juga: Perbedaan VPN dan Proxy, Mana yang Lebih Baik?

Pengertian VPS Tunneling/VPN

Apa itu VPN?

VPN (Virtual Private Network) adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk membuat koneksi aman dan pribadi antara perangkat Anda (seperti komputer, smartphone, atau tablet) dengan internet.

VPN membentuk jalur komunikasi yang terenkripsi antara perangkat Anda dan server VPN yang terletak di lokasi yang berbeda.

Ketika Anda menggunakan VPN, data yang dikirimkan melalui koneksi internet Anda dienkripsi.

Sehingga informasi tersebut menjadi tidak terbaca oleh pihak lain yang mencoba mengaksesnya.

Selain itu, VPN juga mengubah alamat IP (Internet Protocol) Anda, yaitu alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat Anda di internet menjadi alamat IP dari VPN tersebut.

Dengan mengganti alamat IP, VPN memungkinkan Anda untuk menyembunyikan lokasi fisik Anda dan mengakses internet seolah-olah Anda sedang terhubung dari lokasi lain.

Baca juga: Perbedaan VPN dan DNS yang Harus Anda Ketahui!

Perbedaan Layanan VPN berbayar dan Gratis

Perbedaan VPN Berbayar dan Gratis

Meskipun layanan VPN bisa Anda dapatkan secara gratis, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantara keduanya terutama dari sisi kinerja dan keamanan yang ditawarkan.

Berikut adalah beberapa perbedaan VPN berbayar dan gratis, diantaranya:

Kecepatan

Layanan VPN berbayar sering kali menawarkan koneksi yang lebih cepat dan stabil daripada layanan VPN gratis.

Hal ini disebabkan oleh alokasi sumber daya yang lebih baik dan jaringan server yang lebih besar dan lebih andal.

Beberapa layanan VPN gratis sering menghadapi pembatasan kecepatan atau kapasitas, yang dapat mempengaruhi pengalaman pengguna saat streaming atau mengunduh data.

Keamanan

Layanan VPN berbayar umumnya menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada layanan VPN gratis.

Mereka sering kali menggunakan protokol enkripsi yang lebih kuat dan memiliki kebijakan tanpa pencatatan (no-logs policy) yang ketat, yang berarti mereka tidak menyimpan catatan aktivitas pengguna.

Di sisi lain, beberapa layanan VPN gratis mungkin memiliki batasan keamanan atau bahkan dapat mengumpulkan dan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga.

Jumlah Server

Layanan VPN berbayar cenderung menawarkan lebih banyak opsi server di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih server yang paling cocok dengan kebutuhan mereka, seperti mengakses konten terbatas geografis.

Layanan VPN gratis seringkali memiliki pilihan server yang lebih terbatas, dan beberapa bahkan hanya menyediakan satu atau beberapa lokasi server.

Pilihan Protokol

Layanan VPN berbayar cenderung menawarkan pilihan protokol yang lebih luas kepada pengguna mereka.

Mereka seringkali mendukung protokol seperti OpenVPN, WireGuard, IPSec, SSTP, dan L2TP/IPSec.

Dengan pilihan yang lebih banyak, pengguna dapat memilih protokol yang sesuai dengan kebutuhan keamanan, kompatibilitas perangkat, dan kinerja yang diinginkan.

Sedangkan untuk layanan VPN gratis mungkin memiliki batasan dalam hal pilihan protokol.

Mereka mungkin hanya mendukung satu atau dua protokol, seperti PPTP atau L2TP/IPSec.

Ini dapat membatasi fleksibilitas pengguna dalam memilih protokol yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.

Batas Penggunaan

Layanan VPN berbayar umumnya menawarkan batas penggunaan yang lebih tinggi atau bahkan tanpa batasan yang signifikan.

Pengguna dapat mengakses dan menggunakan layanan VPN dengan jumlah data yang besar, waktu penggunaan yang lebih lama, atau dengan jumlah perangkat yang lebih banyak.

Meskipun ada beberapa pembatasan yang mungkin diterapkan oleh beberapa penyedia layanan VPN berbayar, batasannya umumnya lebih longgar dan sesuai dengan kebutuhan pengguna yang lebih intensif.

Sementara layanan VPN gratis seringkali memiliki batasan penggunaan yang lebih ketat.

Mereka mungkin membatasi jumlah data yang dapat diakses atau waktu penggunaan per hari atau per bulan.

Beberapa layanan VPN gratis bahkan dapat membatasi kecepatan koneksi atau membatasi akses ke server tertentu.

Pembatasan ini dapat mempengaruhi penggunaan VPN Anda, terutama jika Anda menginginkan penggunaan yang intensif atau ingin mengakses konten yang membutuhkan banyak bandwidth.

Dukungan Pelanggan

Layanan VPN berbayar sering kali menyediakan dukungan pelanggan yang lebih baik, dengan waktu respons yang lebih cepat dan akses ke tim dukungan yang berpengalaman.

Di sisi lain, layanan VPN gratis mungkin memiliki dukungan yang terbatas atau bahkan tidak menyediakan dukungan sama sekali.

Biaya

Dari sisi biaya, terdapat perbedaan yang jelas antara layanan VPN berbayar dan gratis. Layanan VPN berbayar memerlukan biaya langganan yang harus dibayar oleh pengguna.

Biaya ini bervariasi tergantung pada penyedia layanan, paket langganan yang dipilih, dan durasi langganan yang diinginkan.

Pengguna biasanya dapat memilih antara berbagai paket langganan, seperti langganan bulanan, tahunan, atau jangka waktu yang lebih lama.

Layanan VPN berbayar seringkali menawarkan fitur yang lebih lengkap, kinerja yang lebih baik, dan dukungan pelanggan yang lebih baik.

Namun, biayanya harus dikeluarkan secara berkala untuk menjaga langganan tetap aktif.

Seperti namanya, layanan VPN gratis tidak memerlukan pembayaran untuk digunakan.

Pengguna dapat mengunduh dan menggunakan layanan tersebut tanpa membayar biaya langganan.

Namun, layanan VPN gratis seringkali memiliki batasan dan keterbatasan tertentu, seperti batasan kecepatan, batasan penggunaan data, atau keterbatasan fitur.

Beberapa layanan VPN gratis mungkin juga mencakup iklan atau memonetisasi pengguna dengan cara lain.

Meskipun tanpa biaya, layanan VPN gratis mungkin tidak memberikan tingkat keamanan, kecepatan, dan privasi yang sama dengan layanan VPN berbayar.

Layanan VPN/Tunneling Herza

Sampai sini sudah tahu bukan perbedaan VPN berbayar dan gratis, jadi apa pilihan Anda?

Meskipun ada beberapa layanan VPN gratis yang dapat memberikan tingkat keamanan dan kinerja yang cukup baik, terutama jika penggunaan Anda relatif sederhana.

Namun, jika Anda membutuhkan keamanan, kecepatan, dan fungsionalitas yang lebih tinggi, serta dukungan pelanggan yang baik, maka layanan VPN berbayar biasanya merupakan pilihan yang lebih baik.

Jika Anda membutuhkan layanan VPN murah untuk bisnis Anda, silahkan konsultasikan bersama Herza Cloud.

Herza Cloud telah menyediakan VPS khusus Tunneling / VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia. 

So tunggu apalagi segera hubungi kami untuk berlangganan VPS Tunneling/VPN.

 

 

 

 

 

 

 

Perbedaan VPN dan DNS yang Harus Anda Ketahui!

Perbedaan VPN dan DNS yang Harus Anda Ketahui!

Perbedaan VPN dan DNS – Ketika Anda mengakses internet tanpa adanya dukungan dari DNS ataupun VPN mungkin dapat menyebabkan adanya situs yang terblokir atau tidak dapat diakses.

Seperti yang kita ketahui VPN atau Virtual Private Network digunakan untuk menyembunyikan identitas dan melindungi privasi pengguna saat menggunakan internet.

Begitu juga dengan DNS atau Domain Name Server yang digunakan oleh Internet Server untuk mengidentifikasikan apa yang kita sedang buka atau cari.

Lalu apakah Anda tahu apa perbedaan VPN dan DNS? Yuk simak artikel berikut ini sampai selesai.

VPN VS DNS: Definisi dan Perbedaan

VPN VS DNS: Definisi dan Perbedaan
VPN VS DNS

Definisi VPN dan DNS

Definisi VPN (Virtual Private Network )

Virtual Private Network (VPN) adalah teknologi yang menciptakan koneksi Internet secara aman antara perangkat Anda dan internet, dalam artian VPN singkatnya mengenkripsi koneksi Kita ketika terhubung langsung ke Internet.

Dengan menggunakan VPN, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti:

  1. Menyembunyikan aktivitas internet dan lokasi Anda:
    VPN menyembunyikan alamat IP Anda, sehingga sulit bagi pihak lain untuk melacak aktivitas online Anda.

  2. Mengatasi penyensoran online:
    Dengan menggunakan VPN, Anda dapat mengenkripsi lalu lintas internet Anda dan mengarahkannya melalui server di lokasi lain, memungkinkan Anda untuk mengakses konten yang mungkin diblokir.

  3. Melakukan torrent dengan aman dan anonim:
    Dengan menggunakan VPN, Anda dapat menyembunyikan aktivitas torrent Anda dari ISP dan mengenkripsi lalu lintas Anda, sehingga meningkatkan privasi dan membantu mengatasi pembatasan kecepatan.

  4. Membuka blokir situs streaming dan ilegal:
    Dengan VPN, Anda dapat mengubah lokasi virtual Anda ke negara lain yang tidak memiliki pembatasan tersebut, sehingga memungkinkan Anda untuk membuka blokir situs streaming atau akses ke konten yang sebelumnya dibatasi.

Baca juga: 5 Fungsi VPN dan Cara Kerjanya

Definisi DNS (Domain Name Server)

Sedangkan Domain Name Server (DNS) adalah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain (URL) yang mudah diingat oleh manusia menjadi alamat IP yang dipahami oleh komputer.

Ketika Anda memasukkan URL seperti www.herza.id ke dalam browser, browser akan mengirim permintaan ke server DNS untuk mendapatkan alamat IP herza. Server DNS berperan penting dalam proses ini.

Server DNS biasanya dikelola oleh penyedia layanan internet (ISP) atau organisasi lain yang bertanggung jawab untuk mengelola infrastruktur jaringan dan menyimpan database nama domain dan alamat IP yang terkait.

Ketika Anda mengakses sebuah situs web, permintaan DNS Anda akan dikirim ke server DNS yang terhubung ke jaringan Anda melalui ISP Anda.

Server DNS akan mencari dan mengembalikan alamat IP yang sesuai dengan nama domain yang diminta.

Setelah alamat IP diterima, browser Anda akan menggunakan alamat IP tersebut untuk menghubungi server web yang sesuai dan mengunduh konten yang diminta.

Proses DNS ini terjadi secara transparan di belakang layar dan memungkinkan pengguna internet untuk menggunakan nama domain yang mudah diingat daripada harus menghafal angka IP yang kompleks.

Baca juga: Jenis-Jenis Domain, Serta Pengertian dan Fungsinya!

Perbedaan VPN dan DNS

VPN (Virtual Private Network) dan DNS (Domain Name System) adalah dua hal yang berbeda, meskipun keduanya berperan dalam menyediakan akses dan keamanan dalam penggunaan internet.

Berikut perbedaan VPN dan DNS adalah:

VPN (Virtual Private Network) DNS (Domain Name System)
VPN menciptakan koneksi aman dan terenkripsi antara perangkat Anda dan internet. Ini melibatkan penggunaan protokol khusus untuk mengamankan lalu lintas data yang dikirimkan melalui jaringan. DNS adalah sistem yang menghubungkan nama domain (URL) dengan alamat IP yang sesuai. Ketika Anda memasukkan sebuah URL ke dalam browser, sistem DNS menerjemahkan nama domain tersebut menjadi alamat IP yang digunakan oleh komputer untuk mengakses situs web yang dimaksud.
Tujuan utama VPN adalah untuk menyediakan privasi dan keamanan saat mengakses internet. Dengan menggunakan VPN, lalu lintas internet Anda dienkripsi dan dilewatkan melalui server VPN sebelum mencapai tujuannya. DNS berfungsi sebagai direktori yang memetakan nama domain ke alamat IP yang terkait. Ini memudahkan manusia untuk mengingat dan menggunakan nama domain daripada harus mengingat alamat IP yang kompleks.
VPN memungkinkan Anda untuk menyembunyikan identitas dan lokasi Anda, mengakses konten yang dibatasi atau diblokir, serta melindungi data Anda dari penyadapan oleh pihak ketiga. DNS biasanya dikelola oleh penyedia layanan internet (ISP) atau organisasi lain yang bertanggung jawab untuk menjaga database nama domain dan alamat IP yang terkait.

Baca juga: Apa Itu IP Address dan Perbedaannya dengan Domain?

Perbedaan Cara Kerja VPN dan DNS

Perbedaan Cara Kerja VPN dan DNS
Perbedaan Cara Kerja VPN dan DNS

Meskipun keduanya mempunyai fungsi yang hampir serupa, keduanya mampu membuka situs yang diblokir oleh pemerintah. Namun cara kerja dari keduanya cukup berbeda.

Berikut ini, cara kerja VPN dengan aplikasi Turbo VPN dan cara kerja DNS dengan aplikasi DNS:

VPN Menggunakan Aplikasi Turbo VPN Sedangkan DNS Tidak

Untuk mempermudah VPN menjelajahi website, VPN membutuhkan aplikasi Turbo VPN.

Turbo VPN adalah salah satu layanan VPN yang tersedia di pasaran, dan cara kerjanya mungkin berbeda dengan VPN lainnya.

Cara kerja umum dari VPN termasuk Turbo VPN, secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Unduh dan pasang aplikasi VPN:
    Langkah pertama adalah mengunduh dan menginstal aplikasi VPN yang dipilih, seperti Turbo VPN, dari toko aplikasi resmi.

  2. Buka aplikasi dan ikuti petunjuk:
    Setelah aplikasi terinstal, buka aplikasi tersebut dan ikuti petunjuk yang diberikan untuk membuat akun atau melakukan pengaturan awal.

    Ini bisa melibatkan proses pendaftaran dengan memberikan alamat email atau informasi pengguna lainnya.

  3. Pilih server dan terhubung:
    Setelah Anda masuk ke aplikasi, Anda akan disajikan dengan daftar server yang tersedia.

    Pilih server yang diinginkan, biasanya berdasarkan lokasi geografis atau tujuan koneksi Anda.

    Setelah itu, Anda dapat memilih untuk terhubung dengan server tersebut.

  4. Konfirmasi koneksi VPN:
    Setelah terhubung, aplikasi akan menampilkan status koneksi VPN, yang menunjukkan apakah Anda telah berhasil terhubung ke server VPN atau tidak.

  5. Jelajahi internet dengan VPN:
    Setelah terhubung, Anda dapat menjelajahi internet dengan lalu lintas data Anda dienkripsi dan dilindungi oleh VPN.

    Koneksi Anda akan melalui server VPN yang dipilih sebelum mencapai tujuan akhir.

Setiap aplikasi VPN mungkin memiliki antarmuka dan langkah-langkah yang sedikit berbeda, tetapi prinsip kerjanya secara umum sama.

Penting untuk memperhatikan kebijakan privasi dan keamanan dari penyedia layanan VPN yang Anda gunakan dan memastikan Anda memahami pengaturan dan fitur yang disediakan oleh aplikasi tersebut.

DNS Menggunakan Aplikasi DNS

Sama halnya dengan VPN yang menggunakan aplikasi Turbo VPN, DNS juga memiliki aplikasi sendiri.

pada umumnya pengaturan DNS dilakukan melalui pengaturan jaringan pada perangkat, bukan melalui aplikasi khusus.

Berikut ini penjelasan umum tentang pengaturan DNS di perangkat:

  1. Unduh aplikasi DNS:
    Pada beberapa perangkat, Anda mungkin dapat mengunduh aplikasi yang memungkinkan Anda mengelola pengaturan DNS.

    Namun, ini tidak umum dan pengaturan DNS biasanya dilakukan melalui pengaturan jaringan bawaan perangkat.

  2. Buka pengaturan jaringan:
    Pergi ke pengaturan perangkat Anda dan cari opsi “Network & Internet” atau opsi serupa tergantung pada jenis perangkat yang Anda gunakan.

  3. Temukan pengaturan DNS:
    Di dalam pengaturan jaringan, cari opsi yang terkait dengan DNS.

    Pada beberapa perangkat, Anda mungkin perlu mengklik opsi “Advanced” atau opsi serupa untuk menemukan pengaturan DNS.

  4. Ubah ke private DNS:
    Di dalam pengaturan DNS, Anda akan melihat opsi untuk mengubah pengaturan DNS. Pilih opsi “Private DNS” atau “Custom DNS”.

  5. Masukkan hostname:
    Setelah memilih opsi “Private DNS” atau “Custom DNS”, Anda akan diminta untuk memasukkan hostname atau alamat DNS yang ingin Anda gunakan.

    Ini bisa berupa alamat DNS yang disediakan oleh penyedia DNS tertentu atau alamat DNS kustom yang Anda inginkan.

  6. Simpan pengaturan:
    Setelah memasukkan hostname atau alamat DNS yang sesuai, simpan pengaturan tersebut.

Penting untuk mencatat bahwa aplikasi DNS khusus mungkin memberikan antarmuka yang lebih ramah pengguna dan fitur tambahan, tetapi pengaturan DNS juga dapat dilakukan melalui pengaturan jaringan bawaan perangkat.

Penggunaan aplikasi DNS atau pengaturan DNS pada perangkat bergantung pada preferensi dan kemampuan perangkat yang digunakan.

Sebagai catatan tambahan, dalam konteks penggunaan VPN, beberapa aplikasi VPN juga dapat memberikan opsi untuk mengatur DNS mereka sendiri, yang memungkinkan pengguna untuk memperbaiki DNS yang digunakan saat terhubung ke VPN.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, VPN menyediakan koneksi aman, privasi, dan anonimitas tambahan dengan enkripsi data, kemampuan mengubah alamat IP, serta mengatasi penyensoran online.

Sementara DNS berfungsi sebagai sistem penerjemahan nama domain menjadi alamat IP untuk memudahkan akses internet, namun tidak menyediakan koneksi terenkripsi atau perubahan alamat IP.

Pilihan antara VPN dan DNS tergantung pada kebutuhan pengguna dalam menjaga privasi dan keamanan saat berselancar di internet.

Jika Anda membutuhkan layanan VPN murah untuk bisnis Anda, silahkan konsultasikan bersama Herza Cloud.

Herza Cloud telah menyediakan VPS khusus Tunneling / VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia. 

Herza Cloud juga menyediakan layanan nama domain dengan harga yang sangat murah. Mulai dari Rp 15.000 saja Anda sudah bisa memiliki nama domain yang profesional untuk bisnis Anda.

Extension yang kami sediakan juga berbagai macam seperti .com, .net, .org, .id, .xyz, .top, .space, .site, dan lain sebagainya.

Untuk itu, yuk langsung berlangganan di Herza Cloud, karena sedang ada promo domain murah dan promo sale-nya.

So… tunggu apa lagi, yuk berlangganan langsung!

 

 

 

 

 

Perbedaan VPN dan Proxy, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan VPN dan Proxy, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan VPN dan Proxy – Apakah Anda pernah berpikir, history pencarian Anda di website meninggalkan jejak yang dapat memberikan informasi tentang IP address, negara asal, dan identitas diri Anda?

Untuk menghindari pelacakan data tersebut, Anda bisa menggunakan layanan VPN atau proxy dimana keduanya mampu menyembunyikan alamat IP Anda sehingga privasi koneksi internet Anda lebih terlindungi.

Meskipun keduanya memiliki fungsi yang hampir sama, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan yang cukup siginifikan.

Untuk mengetahui perbedaan VPN dan proxy tersebut, silahkan baca artikel di bawah ini sampai dengan selesai!

Proxy vs VPN: Definisi dan Perbedaan Utamanya

Perbedaan VPN dan Proxy
Perbedaan VPN dan Proxy

Definisi Proxy dan VPN

Proxy adalah perantara antara komputer atau perangkat dengan internet.

Ini adalah server yang bertindak sebagai perantara antara klien (pengguna) dan sumber daya yang diaksesnya (misalnya situs web atau layanan online lainnya).

Ketika seorang pengguna mengakses sumber daya di internet melalui proxy, permintaan tersebut tidak langsung dikirimkan ke sumber daya yang diminta.

Sebaliknya, permintaan tersebut dikirimkan ke server proxy, yang kemudian mengirimkan permintaan tersebut ke sumber daya yang dimaksud dan mengirimkan respons kembali ke pengguna.

Tujuan utama dari penggunaan proxy adalah untuk menyembunyikan identitas asli pengguna dengan menggunakan alamat IP dari proxy server.

Dengan mengirimkan permintaan melalui proxy, alamat IP asli pengguna tidak terlihat oleh sumber daya yang diakses, sehingga privasi dan keamanan data dapat lebih terjamin.

Proxy dapat berupa proxy web, proxy HTTP, proxy SOCKS, atau jenis proxy lainnya, masing-masing dengan tujuan dan fungsionalitas yang berbeda.

Sedangkan VPN (Virtual Private Network) adalah layanan yang memungkinkan Anda terhubung ke server VPN yang terletak di lokasi lain, dan merutekan lalu lintas internet Anda melalui server tersebut, serta menyediakan koneksi yang aman dan pribadi.

Ini memungkinkan Anda mengakses situs web dan konten yang mungkin dibatasi di negara Anda sendiri, dan juga membantu melindungi privasi online Anda dengan menyembunyikan alamat IP dan mengenkripsi data Anda.

Dengan kata lain, VPN adalah layanan yang mengizinkan Anda untuk terhubung ke internet melalui server yang terletak di negara lain.

sehingga Anda dapat mengakses konten yang mungkin diblokir di negara Anda dan menjaga privasi online dengan menyembunyikan alamat IP asli serta mengenkripsi data yang dikirim dan diterima.

Meskipun proxy dan VPN memiliki tujuan yang sama untuk menyembunyikan identitas pengguna dan meningkatkan keamanan data saat berinternet, terdapat perbedaan antara keduanya.

Baca juga: 5 Fungsi VPN dan Cara Kerjanya

Perbedaan Proxy dan VPN

Berikut adalah beberapa perbedaan antara proxy dan VPN:

Perbedaan Proxy VPN
Fungsi Utama Proxy bertindak sebagai perantara antara pengguna dan sumber daya yang diaksesnya di internet. Ini menyembunyikan identitas asli pengguna dengan menggunakan alamat IP proxy server. VPN adalah jaringan pribadi virtual yang mengenkripsi seluruh koneksi internet pengguna. Ini memberikan lapisan keamanan tambahan dan menyembunyikan aktivitas pengguna dari pihak ketiga.
Tingkat Enkripsi Proxy umumnya tidak menerapkan enkripsi pada lalu lintas pengguna. Permintaan pengguna hanya diteruskan ke sumber daya yang diminta tanpa penyandian. VPN mengenkripsi seluruh lalu lintas internet pengguna, termasuk semua jenis data yang dikirim dan diterima. Ini memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap pemantauan dan pengawasan.
Ruang Lingkup Aplikasi Proxy umumnya bekerja pada tingkat aplikasi atau protokol tertentu. Pengguna dapat mengkonfigurasi penggunaan proxy dalam aplikasi atau perangkat yang spesifik. VPN mengenkripsi dan melindungi seluruh lalu lintas internet yang dihasilkan oleh perangkat pengguna, termasuk semua aplikasi dan protokol yang terhubung ke internet.
Privasi dan Anonimitas Proxy dapat menyembunyikan alamat IP pengguna asli dengan menggunakan alamat IP proxy server. Namun, proxy tidak memberikan tingkat privasi yang sama seperti VPN, karena lalu lintas pengguna tidak dienkripsi secara default. VPN memberikan tingkat privasi dan anonimitas yang lebih tinggi. Dengan mengenkripsi seluruh lalu lintas internet, VPN menyembunyikan identitas pengguna, mengamankan data pribadi, dan mencegah pemantauan oleh pihak ketiga.
Keamanan Jaringan Proxy dapat memberikan keamanan tambahan, seperti firewall dan penyaringan konten. Namun, keamanan proxy tergantung pada konfigurasi dan fitur yang disediakan oleh server proxy tersebut. VPN memberikan keamanan yang lebih kuat. Enkripsi data yang dilakukan oleh VPN melindungi koneksi dan mengamankan informasi pribadi pengguna dari serangan dan pemantauan jaringan.

Baca juga: Perbedaan VPN: PPTP vs L2TP vs OpenVPN

Proxy vs VPN: Perbandingan Fitur

Untuk lebih memahami perbedaan antara proxy dan VPN, mari kita lihat perbandingan fitur secara mendetail dari masing-masing proxy dan VPN.

Performa Browsing Web

Memang benar bahwa dalam banyak kasus, VPN memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan kestabilan koneksi.

VPN sering kali menawarkan server dengan bandwidth besar dan didistribusikan secara efisien untuk mengakomodasi pengguna mereka.

Penyedia VPN terbaik biasanya memonitor dan memelihara server mereka agar dapat memberikan layanan yang optimal.

Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan streaming video, bermain game online, dan melakukan aktivitas online lainnya dengan latensi minimal.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kecepatan dan kestabilan koneksi VPN dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk lokasi geografis pengguna, jarak antara pengguna dan server VPN, serta jumlah pengguna yang terhubung ke server tersebut.

Terkadang, server VPN dapat mengalami kelebihan beban, yang dapat mempengaruhi kinerja koneksi.

Di sisi lain, proxy cenderung lebih tidak dapat diprediksi dalam hal kecepatan dan kestabilan koneksi.

Sebagian besar proxy HTTP gratis sering kali lambat dan tidak stabil, dan beberapa proxy bahkan dapat tiba-tiba offline.

Meskipun ada beberapa proxy yang dapat memberikan kecepatan yang cepat karena tidak ada enkripsi, pengguna harus berhati-hati dengan risiko keamanan yang mungkin terkait.

Selain itu, VPN umumnya lebih efektif dalam mengatasi pembatasan geografis pada konten, seperti layanan streaming seperti Netflix atau Hulu.

VPN memungkinkan pengguna untuk mengubah lokasi virtual mereka, sehingga mereka dapat mengakses konten yang mungkin dibatasi di wilayah mereka saat ini.

Sebaliknya, proxy biasanya tidak cukup efektif dalam menerobos sistem pemblokiran yang lebih canggih.

Dalam kesimpulannya, VPN umumnya menawarkan performa web browsing yang lebih baik secara keseluruhan, terutama dalam hal kecepatan, kestabilan koneksi, dan kemampuan untuk membypass pembatasan geografis.

Baca juga: Cara Setting VPN di iPhone

Privasi

VPN dan proxy dapat menyembunyikan alamat IP asli komputer agar Anda bisa browsing internet secara anonim.

Namun, jika Anda menginginkan keamanan yang lebih dalam hal perlindungan privasi internet, ada faktor penting yang perlu dipertimbangkan yaitu tracking yang dilakukan oleh ISP (Internet Service Provider).

ISP akan secara otomatis mencatat aktivitas Anda di internet dalam log, entah Anda menggunakan mode incognito browser atau tidak.

Biasanya, ISP melacak beberapa hal berikut: History browsing, Waktu yang dihabiskan pada tiap website, Tipe perangkat yang Anda gunakan, Geolokasi Pencarian online dan Email

Untuk menyembunyikan aktivitas dari ISP, maka gunakanlah VPN.

Karena dengan menggunakan VPN, ISP hanya bisa melihat Anda menggunakan VPN dan pengiriman data secara terenkripsi ke remote server.

Sedangkan untuk History browsing dan data sensitif Anda lainnya tetap tersembunyi.

Jika Anda menggunakan proxy, selain ISP tahu bahwa Anda sedang menggunakan proxy dan proxy apa yang sedang digunakan, ISP juga mungkin masih bisa melacak aktivitas online Anda tergantung apakah ada enkripsi atau tidak.

Untuk itu, jika Anda ingin menghindari tracking oleh ISP, maka jangan gunakan proxy yang tidak dienkripsi.

Namun tidak hanya itu, Pemilik remote server tempat Anda terhubung, baik VPN atau server proxy juga bisa melihatnya.

Inilah alasan mengapa Anda harus memilih VPN atau layanan proxy yang tepercaya.

Memang ada beberapa provider VPN besar memiliki kebijakan tanpa logging yang ketat, sehingga mereka tidak akan melacak aktivitas online Anda.

Ketika pihak lain meminta data Anda, provider VPN yang menerapkan kebijakan tersebut tidak bisa memberikannya karena mereka tidak menyimpan apa-apa.

Sebaliknya, operator server proxy gratis dapat melihat semua aktivitas online Anda, sehingga ketika Anda membuka website non-HTTPS, operator bisa melihat data apa pun yang Anda masukkan.

Keamanan

Untuk tingkat keamanan layanan VPN dan proxy jauh berbeda. Layanan VPN menggunakan enkripsi end-to-end yang kuat, seperti Advanced Encryption Standard (AES) dengan kunci 256-bit.

Ini memberikan tingkat keamanan yang tinggi dan melindungi data dari pihak ketiga yang mencoba mencurinya.

Sebaliknya, sebagian besar proxy HTTP gratis tidak menggunakan enkripsi, meninggalkan data tidak terlindungi dan rentan terhadap serangan.

Selain itu, penggunaan proxy yang tidak dienkripsi meningkatkan risiko kebocoran data, terutama karena data berpindah dalam bentuk teks biasa saat masuk dan keluar remote server.

Dalam hal ini, username dan password juga dapat rentan terhadap pencurian. VPN, dengan enkripsi yang kuat, melindungi data Anda dengan cara yang jauh lebih efektif.

VPN menyediakan proteksi keamanan yang lebih luas dengan mengonfigurasi koneksi pada level sistem operasi.

Ini memastikan bahwa semua lalu lintas web komputer, termasuk proses latar belakang, dirutekan melalui VPN.

Di sisi lain, proxy harus diatur secara manual pada tingkat aplikasi, dan traffic internet dari aplikasi lain tetap berasal dari alamat IP asli, meninggalkan celah keamanan.

Beberapa provider VPN menawarkan fitur kill switch, yang mematikan koneksi internet jika perutean VPN terputus. Hal ini mencegah kebocoran alamat IP asli dan data secara tidak sengaja.

Proxy tidak memiliki fitur ini, sehingga meninggalkan risiko kebocoran jika koneksi proxy terputus.

Secara keseluruhan layanan VPN umumnya memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan sebagian besar proxy server gratis.

Hal ini disebabkan oleh penggunaan enkripsi yang kuat, kebijakan tanpa logging, dan infrastruktur yang lebih stabil.

Baca juga: 7 Jenis Serangan Cyber yang Umum dan Cara Mencegahnya

Harga

Proxy maupun VPN memiliki layanan gratis dan berbayar yang bisa Anda pilih.

Proxy server gratis seperti Hidester atau daftar proxy publik dapat digunakan untuk menyembunyikan alamat IP Anda, tetapi tidak menawarkan tingkat keamanan data yang tinggi.

Jika Anda hanya ingin menyembunyikan alamat IP tanpa kekhawatiran tentang keamanan data, proxy server gratis mungkin sudah cukup.

Namun, pastikan untuk tidak menggunakan proxy server gratis untuk menangani informasi rahasia.

Ada juga proxy server premium yang ditujukan untuk bisnis yang melakukan pengumpulan data, riset pasar, dan pemasaran digital.

Layanan ini cenderung mahal, seperti Smartproxy dengan harga paket residensial yang terjangkau sebesar $75 per bulan.

VPN gratis dan berbayar sangat populer di antara konsumen.

Layanan VPN berbayar biasanya memiliki harga sekitar $5-10 per bulan, dan menawarkan tingkat perlindungan dan fitur yang lebih baik.

Sebagian besar perusahaan VPN juga menyediakan jaminan uang kembali selama 30 hari jika Anda tidak puas dengan layanan mereka.

Namun, disarankan untuk tidak menggunakan layanan VPN gratis yang sering kali terbukti melakukan pelacakan dan memuat malware.

Jika Anda ingin mencoba layanan VPN gratis, disarankan untuk menggunakan produk dari perusahaan terpercaya yang menawarkan uji coba gratis.

Jadi, Mana yang Lebih Baik? Proxy atau VPN?

Mana yang Lebih baik, VPN atau Proxy?
Mana yang Lebih baik, VPN atau Proxy?

Memilih antara VPN dan proxy server tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna.

Jika tujuan utama adalah menyembunyikan alamat IP atau mengakses konten yang diblokir secara geografis, maka penggunaan proxy server dapat menjadi pilihan yang memadai.

Namun, jika privasi dan keamanan data yang tinggi menjadi prioritas, dan jika Anda ingin melindungi informasi sensitif Anda secara keseluruhan, termasuk saat terhubung ke jaringan publik atau saat mengakses konten yang dihadapi pembatasan yang lebih rumit, maka VPN adalah pilihan yang lebih baik.

Dengan menggunakan VPN, Anda dapat menikmati enkripsi end-to-end yang kuat, melindungi data Anda dari akses pihak ketiga, mengamankan koneksi di jaringan yang tidak aman, dan mengatasi pembatasan geografis yang lebih kompleks.

Jadi, sementara proxy server dapat menjadi solusi yang sederhana untuk beberapa kebutuhan dasar, VPN memberikan tingkat keamanan dan fungsionalitas yang lebih luas dan komprehensif.

Apakah Proxy dan VPN Bisa Digunakan Bersamaan?

Secara teknis memang memungkinkan untuk menggunakan proxy dan VPN bersamaan, tetapi ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan, termasuk potensi penurunan kecepatan koneksi.

Ketika menggunakan proxy dan VPN bersama-sama, setiap permintaan koneksi web akan melewati server proxy terlebih dahulu sebelum melalui VPN.

Ini dapat mempengaruhi latensi dan kecepatan koneksi, karena data harus melewati dua lapisan enkripsi dan dua lapisan rerouting sebelum mencapai tujuan akhir.

Selain itu, menggunakan proxy dan VPN bersama-sama juga dapat memperkenalkan kompleksitas dan potensi masalah konfigurasi.

Perbedaan pengaturan dan kompatibilitas antara proxy dan VPN yang digunakan dapat menyebabkan konflik atau ketidakcocokan yang dapat mengganggu koneksi atau keamanan Anda.

Dalam kebanyakan kasus, menggunakan VPN tunggal sudah cukup untuk menyembunyikan alamat IP Anda, mengenkripsi lalu lintas Anda, dan memberikan keamanan yang cukup.

VPN pada umumnya sudah menyediakan enkripsi yang kuat dan menawarkan kecepatan yang dapat diterima.

Namun, jika Anda ingin menggabungkan proxy dan VPN, sangat penting untuk memilih layanan yang kompatibel dan memastikan bahwa pengaturan konfigurasi dilakukan dengan benar.

Selain itu, perhatikan juga potensi penurunan kecepatan dan performa koneksi saat menggunakan kedua layanan tersebut secara bersamaan.

Kesimpulan

Virtual Private Network atau VPN dan proxy adalah dua teknologi yang digunakan untuk menyembunyikan identitas dan melindungi privasi pengguna saat berselancar di internet.

VPN menyediakan koneksi yang lebih aman dengan enkripsi end-to-end, sementara proxy mungkin tidak selalu menyediakan enkripsi.

Virtual Private Network melindungi data sensitif dan menyembunyikan aktivitas online dari ISP dan pihak ketiga, sedangkan proxy mungkin tidak memberikan perlindungan yang sama.

VPN cenderung lebih cepat dan stabil daripada proxy, terutama jika menggunakan layanan VPN yang berkualitas dari penyedia terpercaya.

Penggunaan proxy dan VPN bersama-sama mungkin memperlambat koneksi internet karena trafik berputar – putar di antar keduanya sehingga menyebabkan latency akan lebih lama.

Secara umum, menggunakan VPN tunggal sudah cukup untuk kebutuhan privasi dan keamanan online.

Penggunaan proxy dapat dipertimbangkan jika Anda hanya ingin menyembunyikan alamat IP atau mengakses konten yang diblokir secara geografis.

Penting untuk memilih layanan VPN atau proxy yang tepercaya, dengan kebijakan tanpa logging yang ketat dan keamanan yang kuat.

Jika Anda sedang mencari layanan VPN murah untuk bisnis Anda, silahkan konsultasikan bersama Herza Cloud.

Herza Cloud telah menyediakan VPS khusus Tunneling / VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia. 

So… tunggu apalagi, yuk berlangganan sekarang!

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Fungsi VPN dan Cara Kerjanya

5 Fungsi VPN dan Cara Kerjanya

Dalam artikel sebelumnya kita sudah mengenal  apa itu VPN dan Alasan Menggunakannya. Dulu fungsi VPN digunakan sebagai alat untuk mengkoneksikan jaringan antar perusahaan atau menggunakan jaringan kantor dari rumah dengan aman.

Namun, sekarang fungsi VPN ini lebih dari itu. Masih banyak fungsi VPN yang harus Anda ketahui sebelum Anda menggunakan layanan tersebut.

Anda tidak perlu bingung mencari informasi mengenai fungsi VPN, karena dalam artikel ini, kita akan bahas terkait fungsi VPN dan cara kerjanya.

Jadi, simak sampai selesai ya!

Apa itu VPN?

Apa itu VPN (Virtual Private Network)?
Apa itu VPN (Virtual Private Network)?

VPN (Virtual Private Network) adalah layanan yang memungkinkan Anda terhubung ke server VPN yang terletak di lokasi lain, dan merutekan lalu lintas internet Anda melalui server tersebut, serta menyediakan koneksi yang aman dan pribadi.

Ini memungkinkan Anda mengakses situs web dan konten yang mungkin dibatasi di negara Anda sendiri, dan juga membantu melindungi privasi online Anda dengan menyembunyikan alamat IP dan mengenkripsi data Anda.

Dengan kata lain, VPN adalah layanan yang mengizinkan Anda untuk terhubung ke internet melalui server yang terletak di negara lain.

sehingga Anda dapat mengakses konten yang mungkin diblokir di negara Anda dan menjaga privasi online dengan menyembunyikan alamat IP asli serta mengenkripsi data yang dikirim dan diterima.

Fungsi VPN

Berikut ini beberapa fungsi utama dari VPN adalah sebagai berikut:

  1. Mengamankan Enkripsi
    fungsi utama VPN adalah untuk mengamankan enkripsi jaringan internet Anda.

    Saat menggunakan VPN, data yang dikirim dan diterima melalui jaringan internet akan dienkripsi atau disamarkan menjadi angka dan huruf acak sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.

    Hal ini membuat koneksi internet Anda lebih aman dan privasi Anda lebih terlindungi dari serangan peretas atau pengintaian.

  2. Remote Access
    VPN dapat digunakan untuk remote access, yaitu mengakses jaringan kantor dari mana saja selama terhubung ke internet.


  3. Dapat Mengakses Situs yang Diblokir.
    Beberapa negara atau organisasi dapat memblokir akses ke situs-situs tertentu, seperti media sosial atau situs berita.


    Dengan menggunakan VPN, Anda dapat mengakses situs-situs tersebut dengan aman karena koneksi Anda akan dilakukan melalui server VPN yang berada di lokasi lain.

  4. Dapat Melindungi Privasi Online.
    Saat menggunakan VPN, alamat IP asli Anda akan disembunyikan dan digantikan dengan alamat IP dari server VPN. Hal ini akan menyulitkan pihak-pihak yang ingin melacak aktivitas online Anda.


  5. Meningkatkan Keamanan Jaringan Wi-Fi Publik.
    Jaringan Wi-Fi publik seringkali tidak aman dan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengakses informasi pribadi Anda.


    Dengan menggunakan VPN, Anda dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik dengan aman.

Cara Kerja VPN

Cara kerja VPN adalah dengan menyediakan metode enkripsi untuk pertukaran data sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.

Ini sangat berguna ketika mengakses internet melalui jaringan publik yang tidak aman, seperti hotspot Wi-Fi di kafe atau bandara, karena VPN akan melindungi informasi Anda dari peretas dan penyadap.

Selain itu, VPN juga memungkinkan Anda untuk mengakses situs web yang diblokir atau dibatasi oleh pemerintah atau perusahaan, dan menyembunyikan alamat IP asli Anda sehingga Anda dapat menjelajahi internet secara anonim.

Berikut ini perbedaan gambar ilustrasi koneksi melalui jaringan tanpa VPN dan menggunakan VPN.

Fungsi VPN dan Cara Kerjanya
Koneksi Melalui Jaringan Tanpa VPN

Koneksi melalui jaringan tanpa VPN adalah koneksi yang dilakukan secara langsung (direct) tanpa enkripsi.

Pertukaran data antara perangkat yang Anda gunakan dan aplikasi yang diakses melalui internet tidak dienkripsi sehingga dapat dilihat oleh pihak lain.

Ini tidak menjadi masalah jika data yang diproses hanya data biasa seperti pencarian di Google atau hiburan, tetapi akan menjadi masalah jika data yang diproses adalah data sensitif seperti perbankan online atau email bisnis.

Fungsi VPN dan Cara Kerjanya
Koneksi Melalui Jaringan dengan Menggunakan VPN

Sedangkan koneksi melalui jaringan menggunakan VPN, data yang dikirimkan dan diterima dienkripsi sebelum diteruskan melalui jaringan publik seperti internet.

Data tersebut hanya dapat dibuka dengan kunci enkripsi yang sesuai dan hanya dapat diterima oleh penerima yang memiliki kunci tersebut.

VPN juga mengubah jalur koneksi melalui server yang ditentukan, sehingga menyembunyikan pertukaran data yang terjadi dan menyulitkan pihak yang tidak diinginkan untuk memonitor atau menyadap koneksi Anda.

Dengan menggunakan VPN, Anda dapat melakukan perbankan online, email bisnis, atau aktivitas lain yang sensitif dengan lebih aman dan percaya diri.

Manfaat VPN

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan layanan VPN, diantaranya adalah remote access.

VPN memungkinkan Anda untuk mengakses jaringan kantor dari jarak jauh, sehingga Anda dapat bekerja dari mana saja selama terhubung dengan internet.

Selain itu, masih banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan, antara lain sebagai berikut:

  1. ByPass
    VPN memungkinkan Anda untuk mengakses situs web dan layanan yang diblokir di wilayah Anda dengan mengubah lokasi Anda virtual.

  2. Pengamanan Data di Jaringan Publik
    VPN menyediakan enkripsi yang membuat koneksi Anda aman dan terlindungi dari serangan man-in-the-middle (MITM).

  3. Mengamankan Informasi Pribadi Secara Anonim
    VPN menyembunyikan identitas Anda dan melindungi privasi Anda dengan menyamarkan alamat IP Anda.

  4. Data Dienkripsi
    Data yang dikirimkan dan diterima dienkripsi sebelum diteruskan melalui jaringan publik seperti internet.

    VPN juga mengubah jalur koneksi melalui server yang ditentukan, sehingga menyembunyikan pertukaran data yang terjadi dan menyulitkan pihak yang tidak diinginkan untuk memonitor atau menyadap koneksi Anda.

  5. Enkripsi Informasi Perangkat
    Data yang tersimpan pada perangkat akan lebih aman dari ancaman peretasan atau pencurian data, karena orang lain tidak dapat dengan mudah mengidentifikasi perangkat/ apa yang Anda lakukan.

Kelebihan dan Kekurangan VPN

Seperti halnya layanan lain, VPN juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya.

Kelebihan VPN

Adapun kelebih dari VPN yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan layanan VPN, antara lain sebagai berikut:

  1. Keamanan: VPN menyediakan enkripsi untuk pertukaran data sehingga informasi yang dikirimkan tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak diinginkan.

  2. Anonymity: VPN menyembunyikan identitas Anda dan lokasi Anda sehingga Anda dapat menjelajah internet dengan privasi tinggi.

  3. Bypass geo-restriction: VPN dapat membantu Anda untuk mengakses konten yang diblokir di wilayah tertentu.

  4. Remote access: VPN memungkinkan Anda untuk mengakses jaringan kantor dari mana saja, selama terhubung ke internet.

  5. Peningkatan kinerja: VPN dapat mempercepat koneksi internet Anda jika Anda berada di wilayah dengan koneksi internet yang lambat.

Kekurangan VPN

Selain kelebihan, ada juga kekurangan VPN yang harus Anda ketahui dan pertimbangkan sebelum berlangganan layanan tersebut, diantaranya adalah:

  1. Kecepatan: koneksi internet dapat menjadi lebih lambat karena data harus dienkripsi sebelum diteruskan ke server VPN dan didekripsi kembali sebelum diterima oleh perangkat Anda.

  2. Ketergantungan pada kualitas server: kualitas koneksi VPN dapat dipengaruhi oleh kualitas server yang digunakan. Jika server tidak stabil atau sobat, maka koneksi VPN Anda juga akan menjadi tidak stabil.

  3. Keterbatasan akses: beberapa server VPN dapat diblokir atau dibatasi aksesnya oleh pemerintah atau pihak ketiga lainnya, sehingga Anda mungkin tidak dapat mengakses beberapa situs atau layanan yang diinginkan.

Amankah Menggunakan VPN?

Secara umum, VPN dapat meningkatkan keamanan saat mengakses internet, namun tidak sepenuhnya menjamin privasi dan keamanan informasi Anda.

Sebaiknya, pastikan untuk menggunakan VPN yang terpercaya dan memiliki reputasi baik dalam menjaga keamanan data.

Selain itu, pastikan untuk memahami batasan teknologi dan hukum yang berlaku, serta kebijakan perusahaan VPN yang digunakan.

Batasan Teknologi

Batasan teknologi dari VPN dapat berupa tipe protokol yang digunakan dan tingkat enkripsi yang diterapkan.

Beberapa protokol VPN yang umum digunakan adalah PPTP, L2TP/IPSec, dan OpenVPN.

Enkripsi yang digunakan juga berpengaruh pada tingkat keamanan dari VPN. Semakin kuat enkripsi yang digunakan, semakin aman juga koneksi VPN.

Namun, tingkat enkripsi yang lebih tinggi juga akan menyebabkan koneksi VPN menjadi lebih lambat.

Selain itu, ada juga beberapa batasan yang ditetapkan oleh perangkat keras yang digunakan, seperti limitasi dari jumlah koneksi yang dapat diterima oleh server VPN dan kapasitas penyimpanan yang tersedia.

Batasan Hukum

Batasan hukum dapat berbeda-beda di setiap negara. Beberapa negara mungkin memiliki undang-undang yang mengatur penggunaan VPN dan kebijakan yang ketat terkait dengan privasi online.

Ada juga negara yang melarang penggunaan VPN sama sekali. Hal ini dapat membuat pelanggaran hukum jika seseorang menggunakan VPN di negara tersebut.

Selain itu, perusahaan VPN juga harus mematuhi undang-undang yang berlaku di negara mereka, yang dapat membatasi apa yang dapat mereka lakukan dan bagaimana mereka melindungi data pengguna.

Jadi, Kapan Harus Menggunakan VPN?

Anda harus menggunakan VPN ketika Anda perlu mengakses internet dari jaringan yang tidak dapat diandalkan atau tidak aman, seperti jaringan Wi-Fi publik atau hotspot.

Anda juga bisa menggunakan VPN ketika Anda ingin menjaga privasi dan keamanan online saat mengakses situs web atau layanan yang mungkin tidak aman.

VPN juga dapat digunakan untuk mengakses konten yang diblokir atau dibatasi geografis, dan untuk membuat Anda terlihat seolah-olah Anda berada di lokasi lain.

Menggunakan VPN dapat sangat berguna dalam beberapa situasi, seperti :

  1. Saat mengakses internet dari jaringan publik seperti warung internet, kantor, atau universitas.

  2. Saat bepergian ke luar negeri dan ingin mengakses situs yang diblokir di negara tersebut.

  3. Saat ingin menjaga privasi online dan menghindari pelacakan oleh pihak ketiga atau pemerintah.

  4. Saat ingin mengakses aplikasi atau situs yang hanya tersedia di negara tertentu.

  5. Saat mengakses layanan atau aplikasi yang memerlukan koneksi yang aman seperti perbankan online atau layanan kesehatan.

Cara Mendapatkan VPN Gratis

VPN gratis adalah layanan yang menyediakan server VPN yang dapat digunakan tanpa harus membayar.

Ada beberapa situs yang menyediakan layanan VPN gratis, namun seringkali layanan ini memiliki batasan-batasan seperti kuota data atau kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan layanan VPN berbayar.

Ada juga beberapa aplikasi mobile yang menyediakan layanan VPN gratis, namun seringkali terdapat iklan yang ditampilkan sebagai cara untuk menutupi biaya operasional.

Hotspot Shield

Hotspot Shield merupakan salah satu perusahaan VPN yang cukup populer.

Mereka menyediakan layanan VPN premium yang memberikan akses ke server VPN yang lebih banyak dan fitur-fitur tambahan seperti pemblokiran iklan dan perlindungan malware.

Namun, Hotspot Shield juga menyediakan versi gratis dari layanannya yang dapat digunakan oleh pengguna.

Versi gratis ini memberikan akses ke server VPN yang terbatas dan tidak menyediakan fitur-fitur tambahan seperti yang ada pada versi premium.

Namun, versi gratis ini masih dapat digunakan untuk melindungi privasi online dan mengakses situs web yang diblokir.

TunnelBear

Sementara itu, TunnelBear adalah aplikasi VPN yang juga menyediakan versi gratis.

Versi gratis ini dapat digunakan di perangkat mobile dan desktop dan memberikan Anda akses ke server di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Jerman.

Namun, ada batasan data sebesar 500MB per bulan. Jika Anda membutuhkan koneksi yang lebih cepat dan lebih banyak data, Anda dapat membeli versi premium dari aplikasi ini.

Hide.me

Hide.me adalah salah satu penyedia layanan VPN gratis yang cukup terkenal.

Layanan ini menyediakan server VPN di beberapa negara dan menawarkan enkripsi tingkat tinggi untuk melindungi privasi pengguna.

Hide.me juga menyediakan aplikasi yang mudah digunakan untuk perangkat desktop dan mobile.

Namun, versi gratis dari layanan ini hanya menyediakan batasan dalam hal bandwidth dan pemakaian per bulan.

Cara Memasang VPN di Android

Selain desktop, VPN juga bisa diinstall di Android. Untuk menggunakan VPN di android Anda bisa mengunduh aplikasi VPN gratis dari Playstore, seperti :

  • Hotspot Shield Free VPN
  • TunnelBear VPN
  • SpeedVPN Free VPN Proxy
  • Turbo VPN
  • VPN Master Free unblock Proxy
  • OpenVPN for Android

Setelah aplikasi terinstall, Anda dapat membuka aplikasi tersebut dan memilih server VPN yang ingin digunakan.

Kemudian Anda bisa mengaktifkan VPN dengan mengklik tombol connect. Setelah terkoneksi, semua aktivitas internet Anda akan melewati server VPN yang dipilih dan terlindungi dari pengintai.

Kesimpulan

VPN adalah layanan yang dapat membantu Anda mengamankan koneksi yang Anda lakukan serta mengamankan identitas dan data Anda dengan cara mengenkripsi pertukaran data yang terjadi sebelum diterima oleh jaringan publik.

Ada beberapa pilihan aplikasi penyedia layanan server VPN, namun Anda juga bisa membuat server VPN sendiri di layanan VPS Tunneling.

Sekarang Herza Cloud telah menyediakan VPS khusus Tunneling / VPN yang bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia. 

So… tunggu apalagi, yuk berlangganan sekarang!

 

 

 

Mengenal Apa Itu VPN? Alasan Menggunakan VPN?

apa itu vpn

Apa Itu VPN?– Sejalan dengan teknologi informasi yang semakin maju, kejahatan di dunia digital semakin beragam. Terutama pada kejahatan peretasan dan pencurian data di jaringan internet.

Kepentingan sebuah data semakin terlihat jelas saat masalah mengenai keamanan data muncul di tengah masyarakat.

Untuk itu, terdapat salah satu layanan yang dianggap menjadi sebuah solusi agar data lebih privasi dan aman. Layanan tersebut sering dikenal dengan nama VPN atau Virtual Private Network.

Saat ini VPN Server adalah bukan hal yang sulit untuk didapatkan.

Hanya dengan berbekal VPS Tunneling atau VPS khusus VPN dari Herza Cloud mulai dengan Rp. 135.000/ Bulan, ternyata kamu bisa membuat jalur VPN sendiri dengan skala kecil (1-3 user).

Namun, bukankah akan jauh lebih baik sebelum kamu berlangganan, kamu harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu VPN? Lalu, apakah benar saat kita melakukan akses ke suatu website dengan menggunakan layanan tersebut data bisa dikatakan lebih aman?

Simak lebih lanjut untuk mengetahui pembasahan terkait apa itu VPN dan penjelasan lengkap lainnya!

Apa Itu VPN?

VPN atau Virtual Private Network adalah sebuah layanan jaringan virtual untuk melindungi privasi kamu saat terhubung ke Internet.

Artinya, jika kamu mencoba akses sesuatu di internet dengan menggunakan layanan VPN, layanan tersebut akan melindungi dan menjaga privasi kamu.

Maksud privasi di sini ialah mulai dari alamat IP, lokasi dan riwayat pencarian/browsing kamu tidak  akan diketahui dan dibaca oleh orang lain.

Mengapa bisa demikian?

Hal tersebut berkat adanya layanan VPN yang bekerja.   

VPN bekerja dengan cara mengenkripsi atau memproses pengubahan suatu data informasi dari bentuk awal (asli) menjadi bentuk yang lain yang tidak dapat dibaca oleh orang lain. Atau, orang yang tidak memiliki kunci enkripsi atau otorisasi tidak akan bisa melihat dan mengetahuinya.

Nah, tujuan enkripsi ini ialah bukan lain untuk menjaga kerahasiaan data dan menghindari akses yang tidak sah ke data tersebut.

Misalnya, saat kamu akan memasuki website tertentu, VPN akan berkerja dengan menyamarkan alamat IP agar data terjaga keamanannya.

Seteleh mengetahui apa itu VPN, kita akan membahas lebih jauh bagaimana cara kerja VPN yang bisa menjaga privasi data? Berikut kami akan jelaskan.

Bagaimana Cara Kerja VPN?

cara kerja vpn
cara kerja vpn

Cara kerja VPN ialah menyamarkan atau menyembunyikan alamat IP kamu dengan cara melakukan perubahan jalur koneksi.

Misalnya, saat kamu menggunakan layanan VPN, koneksi internet kamu akan melewati server VPN terlebih dahulu sebelum terhubung ke Internet.

Dari server VPN tersebut permintaan koneksi akan diterima dari perangkat, kemudian setelah itu VPN akan mengirimkannya ke Internet setelah memprosesnya.

Proses di atas akan menyebabkan perubahan alamat IP asli perangkat dengan alamat IP server VPN, sehingga lokasi kamu akan disamarkan dan tersembunyi.

Dibalik lokasi kamu yang tersembunyi, lokasi server VPN lah yang akan terlihat oleh pihak lain.

Cara tersebut akan memungkinkan pihak ketiga seperti ISP/penyedia jaringan dan Pemerintah tidak dapat membaca dan mendeteksi apa saja website yang kamu akses dan apa saja data yang kamu kirim dan terima.

Penjelasan lebih lengkap tentang cara kerja VPN, jika kamu masih kebingungan :

1. Autentikasi

Autentikasi adalah proses verifikasi identitas seseorang atau perangkat.

Autentikasi di sini maksudnya ialah memastikan pengguna VPN hanya berhubungan dengan server VPN yang digunakan.

Pihak ketiga, seperti penyedia layanan internet, pemerintah atau pihak lain tidak dapat mengetahui data kamu.

2. Tunneling

Tunelling adalah sebuah teknik yang digunakan untuk membawa suatu jenis koneksi atau protokol jaringan melalui jaringan yang menggunakan protokol yang berbeda.

Maksud tunnelling di sini ialah saat kamu terhubung ke Internet melalui VPN, data yang kamu kirim dan terima tersebut akan dienkripsi (proses pengubahan suatu data informasi dari bentuk awal (asli) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang lain) melalui “terowongan” yang dibuat oleh protokol VPN.

Terowongan ini akan memproses data melalui jaringan internet publik dengan menggunakan protokol yang didukung oleh jaringan, seperti protokol TCP/IP/.

Protokol TCP/IP akan mengatur bagaimana data dikirim dan diterima di jaringan.

3. Enkripsi

Seperti telah ditegaskan sebelumnya bahwa enkripsi ialah proses pengubahan suatu data informasi dari bentuk awal (asli) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang lain yang tidak memiliki kunci enkripsi atau otorisasi membaca data tersebut.

Singkatnya, alamat IP addres yang asli akan diubah menjadi kode rahasia yang tidak bisa dideteksi oleh orang lain.

Selain mengenai cara kerja di atas, ada juga Cara buat VPN All Traffic di VPS Mikrotik CHR yang bisa kamu simak penjelasannya.

Apa Saja Jenis-jenis VPN?

jenis-jenis VPN
Ilutstrasi Jenis-jenis VPN

1. Remote Acces VPN

Remote access VPN (Virtual Private Network) adalah jenis VPN yang memungkinkan kamu mengakses komputer atau jaringan dari jarak jauh melalui jaringan VPN.

Remote access VPN akan membuat terowongan terenkripsi yang menghubungkan perangkat kamu ke server VPN, sehingga kamu bisa mengakses komputer atau jaringan yang terhubung ke server VPN tersebut seolah-olah sedang berada di lokasi tersebut.

Untuk menggunakan remote acces VPN kamu harus memasang klien VPN pada perangkat dan terhubung ke server VPN menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang valid.

Jika sudah terhubung, kamu dapat mengontrol komputer atau mengakses file dan aplikasi pada jaringan yang terhubung ke server VPN tersebut dari jarak jauh.

Remote acces VPN sangat berguna ketika kamu ingin mengontrol komputer di rumah atau di mana saja.

2. Mobile VPN

Mobile VPN adalah jenis layanan VPN yang memungkinkan kamu bisa mengakses internet secara pribadi saat menggunakan perangkat mobile seperti smartphone atau tablet.

VPN bekerja dengan membuat terowongan terenskripsi yang menghubungkan perangkat mobile kamu ke server VPN sehingga semua data yang kamu kirim dan terima akan ter-enkripsi.  

Mobile VPN bisa membantumu guna melindungi privasi saat online dengan menyamarkan alamat IP dan mengubahnya dengan alamat IP server VPN.

Mobile VPN akan membantu kamu memperkuat  keamanan dan menghindari pengintai internet yang ingin mencoba mengakses data kamu.

3. Site to Site VPN

Site-to-site VPN (Virtual Private Network) adalah jenis layanan VPN yang memungkinkan kamu menghubungkan dua lokasi jaringan secara aman melalui internet.

Site-to-site VPN akan membuat terowongan terenkripsi yang menghubungkan dua lokasi jaringan, sehingga kedua lokasi tersebut dapat berkomunikasi dengan aman seolah-olah mereka berada pada jaringan yang sama.

Misalnya, site-to-site VPN bisa digunakan untuk menghubungkan kantor-kantor yang tersebar di berbagai lokasi, menghubungkan jaringan lokal ke jaringan internet, atau bahkan menghubungkan jaringan di negara yang berbeda.

Untuk menggunakan site-to-site VPN, kamu harus memasang perangkat VPN pada masing-masing lokasi jaringan yang akan dihubungkan, kemudian mengkonfigurasi terowongan VPN yang akan menghubungkan kedua lokasi tersebut.

Kamu juga harus memastikan bahwa konfigurasi terowongan VPN sesuai dengan kebutuhan jaringan dan tidak menyebabkan masalah dengan jaringan yang sudah ada.

Nah, sebelum menetapkan Protokol VPN apa yang akan kita gunakan, silahkan dibaca informasi penting berikut ini. Mana VPN Protokol yang paling cocok untuk kamu. Perbedaan VPN: PPTP vs L2TP vs OpenVPN

Apa Saja Fungsi VPN?

  1. Menjaga Privasi


    VPN berfungsi untuk menjaga privasi penggunanya. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa VPN bekerja secara terenskripsi sehingga privasi yang terkait alamat IP pengguna, lokasi dan history pencarian serta aktivitas download akan tersamarkan.

    Untuk itu, ISP (Internet service provider) website dan pihak luar tidak akan mendeteksi keberadaan kamu jika kamu menggunakan layanan.

  2. Meningkatkan Keamanan

    Selain menjaga privasi, VPN juga berfungsi sebagai peningkatan keamanan data.

    Misalnya saat kamu menggunakan wifi publik atau umum dalam perjalanan, keamanan data  tersebut akan sangat rentan diretas. Atau dengan kata lain, kamu sangat beresiko sebagai korban cyberattack.

    Untuk itu, pengguna layanan ini akan terjaga keamanannya sebab VPN telah bekerja mengenskripsi dan IP addres disembunyikan dari jaringan yang tidak aman dan semacamnya.

  3. Memberikan Kebebasan Berinternet


    Fungsi VPN yang ketiga ialah VPN dapat memberimu kebebasan berinternet sebab pengguna layanan ini dapat mengakses konten yang telah diblokir di wilayah tersebut, atau bahkan kamu tetap bisa mengakses konten lokal jika kamu sedang berada di tempat/lokasi yang jauh.  

    Misalnya, beberapa konten di media sosial diblokir oleh pemerintah setempat, pengguna VPN tetap bisa mengakses konten tersebut.

    Selain itu, menggunakan VPN dapat membantu kamu menembus pembatasan data dan bandwidth yang diberlakukan oleh ISP.

    VPN juga dapat membantu kamu mendapatkan harga terbaik saat berbelanja online karena VPN dapat menyembunyikan lokasi, sehingga toko online atau website penjualan tiket tidak dapat menampilkan harga yang berbeda berdasarkan lokasi atau kebiasaan belanja.

Penggunaan VPN bisa dilakukan di laptop, tablet atau smartphone kamu. Dalam settingnya sendiri, ada beberapa cara yang harus dilewati. Jika kamu mencari cara setting VPN di IPhone kamu bisa masuk ke halaman kami berikut Cara Setting VPN di Iphone.

Alasan Mengapa Harus Menggunakan VPN?

mengapa menggunakan VPN
Mengapa menggunakan VPN

Alasan menggunakan layanan VPN adalah sebab VPN menawarkan manfaat kepada penggunanya, yaitu :

1. Penggunaan layanan streaming

Menonton konten video secara online dari layanan streaming akan menghabiskan banyak bandwith, hal tersebut akan mengakibatkan internet kamu jadi melambat.

Untuk mengurangi risiko ini, kamu dapat menggunakan VPN saat menonton konten video secara online.

VPN akan mengenkripsi koneksi internet kamu sehingga ISP tidak dapat membatasi kecepatan internet.

Selain itu, VPN juga dapat membantu kamu mengakses film dan acara TV yang tersedia di negara lain.

2. Penggunaan WIFI yang tidak aman

Menggunakan jaringan Wi-Fi yang tidak aman, dapat membahayakan privasi dan keamanan saat online.

Sebab, orang yang berada di jaringan yang sama dengan kamu bisa mengakses informasi yang kamu kirim atau terima.

Hal ini dapat terjadi jika kamu terhubung ke jaringan publik seperti Wi-Fi gratis yang tersedia di bandara, hotel, atau kafe.

Untuk mengurangi risiko ini, kamu bisa menggunakan VPN saat terhubung ke jaringan publik.

3. Bepergian

Saat kamu melakukan perjalanan atau bepergian dengan menggunakan layanan VPN, kamu akan tetap bisa mengakses konten lokal seperti biasanya.

4. Bermain game online

Banyak game online yang fiturnya-fiturnya terbatas hanya untuk pelanggan di wilayah tertentu.

Oleh karena itu, bagi para gamers hal ini mengakibatkan frustasi sebab wilayahnya tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Untuk mengurangi risiko ini, kamu dapat menggunakan VPN saat bermain game online.

VPN akan menyembunyikan alamat IP kamu sehingga game online tidak dapat mengenali wilayah dan tidak dapat membatasi akses kamu ke fitur-fitur khusus.

5. Download file

Saat kamu mendownload file tanpa menggunakan VPN, aktivitas download yang kamu lakukan bisa terlihat oleh Internet Service Provider (ISP)/penyedia jaringan internet.

Tidak hanya itu, jika kamu ikut berbagi file secara P2P, orang asing yang terhubung ke jaringan P2P yang sama dengan kamu bisa melihat alamat IP.

Hal ini dapat membahayakan privasi kamu karena orang asing tersebut bisa saja mencoba mengakses informasi pribadi atau menggunakan alamat IP untuk melakukan cyberattack.

Dengan menggunakan VPN saat mendownload, kamu dapat menyembunyikan alamat IP sehingga ISP tidak dapat melacak aktivitas download yang kamu lakukan.

6. Belanja online

Dengan menggunakan VPN kamu dapat menyembunyikan lokasi sehingga toko online atau website penjualan tiket tidak dapat menampilkan harga yang berbeda berdasarkan lokasi atau kebiasaan belanja seseorang.

Untuk itu, hal ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan tawaran terbaik untuk barang yang ingin kamu beli.

VPN dari Herza Cloud

Setelah menyimak pembahasan mengenai apa itu VPN di atas, hal penting lainnya yang harus kamu tahu ialah meskipun VPN dapat memberikan manfaat yang ditawarkan, kamu harus tetap waspada dan memastikan untuk menggunakan VPN yang terpercaya agar tidak terkena penyerangan data/cyberattack.

Salah satu layanan VPN terpercaya ialah dari Herza Cloud yang telah menyediakan VPS Tunneling/VPN  bisa digunakan untuk memberikan Layanan VPN / SSH Tunneling secara komersil ataupun pribadi.

Semua Paket VPS Tunneling Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99.5% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia.

Silahkan cek kecepatan jaringan kami melalui Aplikasi Speedtest.

Alternatif VPN

VPN hanya lah salah satu dari tool yang berfungsi untuk melakukan perlindungan privasi dan keamaan data saat berselancar di Internet.

Sampai sini kamu mungkin sudah cukup paham mengenai apa itu VPN, namun kami akan menyebutkan beberapa alternatif lain selain VPN yang cara kerjanya hampir sama, yaitu :

1. Proxy

Proxy adalah server yang bertindak sebagai perantara antara komputer klien dan server lainnya.

Ia menerima permintaan dari klien, kemudian mengirimkan permintaan tersebut ke server yang diminta dan menerima respons dari server tersebut untuk dikirim kembali ke klien.

Proxy dan VPN hampir sama sebab layanannya sama-sama bisa menjaga privasi. Proxy juga bisa digunakan untuk menjaga privasi pengguna dengan menyembunyikan aktivitas online dari orang lain.

2. TOR

TOR adalah jaringan yang digunakan untuk menyembunyikan identitas online dan melindungi privasi pengguna.

TOR berfungsi menghubungkan komputer pengguna ke jaringan TOR melalui serangkaian relai yang disebut “nodes”.

Setiap kali permintaan terkirim melalui jaringan TOR, ia akan diteruskan ke node berikutnya hingga sampai pada tujuan akhir.

Setiap node hanya akan mengetahui node sebelumnya dan node setelahnya, sehingga identitas pengguna tidak dapat terdeteksi.

3. SmartDNS

Smart DNS adalah layanan yang memungkinkan pengguna mengakses situs yang diblokir di wilayah geografis tertentu dengan cara mengalihkan sebagian dari permintaan DNS ke server Smart DNS.

Ketika pengguna mengakses situs yang diblokir, Smart DNS akan mengalihkan permintaan tersebut ke server yang berlokasi di wilayah yang tidak diblokir, sehingga pengguna dapat mengakses situs tersebut.

Smart DNS juga biasanya lebih mudah diinstall dan diatur daripada VPN (Virtual Private Network), meskipun VPN lebih aman dan efektif dalam menyembunyikan identitas online pengguna.

4. Lantern

Lantern adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengakses internet di negara-negara dengan pembatasan akses yang ketat.

Lantern menggunakan teknologi VPN (Virtual Private Network) dan proxy untuk menghubungkan komputer pengguna ke jaringan yang terdapat di luar negara pengguna, sehingga pengguna dapat mengakses situs yang diblokir di negara tersebut.

Lantern juga menyediakan fitur keamanan tambahan seperti enkripsi untuk melindungi privasi pengguna dan mencegah pemantauan online.

Namun, penggunaan Lantern di negara-negara dengan pembatasan akses yang ketat dapat menyebabkan konsekuensi hukum, sehingga disarankan untuk menggunakannya dengan hati-hati.

 

Apa itu DDOS Blackhole Routing?

Anti DDOS Blackhole with FastNetMon

DDoS Blackhole Routing (terkadang disebut dengan Blackholing), adalah tindakan pencegahan untuk mengurangi serangan DDoS di mana lalu lintas jaringan dialihkan ke “Blackhole / Lubang hitam”, dan hilang. Ketika pemfilteran Blackhole diterapkan tanpa kriteria batasan khusus, lalu lintas jaringan yang baik dan berbahaya diarahkan ke Null-Route atau lubang hitam dan dikeluarkan dari jaringan. Tapi mengapa menggunakan Blackhole Routing? Lalu lintas yang tidak diinginkan yang membanjiri aliran Network dan Mesin dari media transmisi yang berbeda, sengaja dihasilkan oleh serangan DDoS.

Maksud utama dari serangan DDoS adalah untuk menguras ketersediaan sumber daya komputasi seperti bandwidth, CPU, RAM, dan lain-lain ke target jarak jauh sehingga layanan di luar batas untuk pengguna yang sah. Pengguna mungkin mengalami penggunaan bandwidth yang berlebihan, atau penggunaan CPU yang berlebihan adalah beberapa gejala khas yang terkait dengan serangan ini. Ini menciptakan kebutuhan untuk menghentikan traffic DDoS yang ditujukan ke lubang hitam sebagai tindakan balasan yang sangat baik untuk mencegah serangan semacam ini. Perutean internet blackhole didasarkan pada alamat IP sumber dan tujuan, di mana teknik yang paling umum digunakan adalah menggunakan penyaringan rute jarak jauh, memanfaatkan IP tujuan.

Bagaimana Blackhole Routing Bekerja?

Lalu lintas DDoS harus dialihkan dan dijatuhkan di dekat sumber serangan. Blackhole routing melibatkan penggunaan alamat IP sumber dan tujuan dan, seperti yang disebutkan di atas, teknik yang paling umum digunakan, menggunakan pemfilteran rute jarak jauh. Misalnya, serangan DDoS dimulai pada server web yang menyimpan alamat IP 172.12.0.2.

Saat pelanggan meminta ISP untuk memfilter DDoS yang sedang berjalan, rute statis ke alamat IP target 172.12.0.1/32 akan dibuat, yang mengarah ke interface null atau tidak ada. Rute statis didistribusikan ke sesi iBGP dari mesin pemicu ke border router tetapi dengan alamat IP hop yang diperbarui ke 192.0.2.1. Akibatnya, semua lalu lintas jaringan diarahkan ke alamat IP ini, sehingga dihilangkan dengan null-route di border router. Saat serangan DDoS selesai, rute statis 172.12.0.2 dihapus dari mesin yang dipicu dan ditarik dari sesi IBGP.

Bagaimana Blackhole Routing dapat membantu Anda?

Tidak diragukan lagi, Anda dapat mengarahkan semua lalu lintas yang tidak diinginkan ke lubang hitam untuk membuangnya melalui lubang hitam di mana tidak ada titik kembali.

Jika Anda mengingat, pada tahun 2008 YouTube turun selama berjam-jam pada suatu hari berkat penggunaan Blackhole Routing oleh Telkom Pakistan. Ini terjadi setelah Kementerian Komunikasi Pakistan mengirimkan perintah agar YouTube diblokir secara nasional sebagai tanggapan atas video YouTube yang berisi kartun Belanda yang menggambarkan Nabi Muhammad. Layanan telekomunikasi milik pemerintah Pakistan menanggapi perintah ini dengan solusi perutean lubang hitam, tetapi solusi mereka menciptakan efek samping yang tidak terduga.

Blackhole Routing dapat membantu menghentikan semua lalu lintas berbahaya jika terjadi serangan, misalnya, DDoS atau serangan worm di mana Blackhole Routing berimprovisasi sebagai solusi terbaik untuk mengurangi waktu henti. Selain itu, berbeda dengan ACL (Access Control List), Anda dapat menggunakan solusi alternatif ini karena routing bekerja dengan cara penerusan dari router, Anda dapat menggunakan Blackhole Routing yang menenggelamkan lalu lintas yang sama dengan keuntungan untuk mengurangi dampak kinerja pada router itu sendiri.

Mengapa menggunakan Blackhole Routing sebagai biaya peluang untuk ACL terutama karena ACL membutuhkan daya pemrosesan yang lebih tinggi pada urutan operasi cisco IOS, ACL akan melayani cara yang sama seperti perutean lubang hitam tetapi akan membutuhkan lebih banyak fitur untuk melakukannya.

Bagaimana Herza.ID mengurangi resiko DDoS dengan Blackhole Routing?

Pada sistem Network Herza.ID, kami telah mengimplementasikan Auto-Trigger Blackhole Routing atas setiap aktivitas yang mencurigakan. Dari Border Router kami mengirimkan Traffic Flow ke Server FastNetMon kami yang akan memproses seluruh aktivitas di jaringan kami. Dan ketiga suatu aktivitas mencurigakan men-trigger alarm, maka Server FastNetMon akan mengirimkan proses iBGP untuk melakukan Blackhole menggunakan Community Blackhole system.

Salah satu contoh, Anda bisa melihat di graphic dibawah ini, dimana garis merah mengindikasikan terjadi trigger alarm atas suatu aktivitas yang mencurigakan, dan server FNM kami dengan sigap mengirimkan instruksi ke Border Router untuk melakukan Blackhole.

Cara Setting VPN di iPhone

Cara Setting VPN di Iphone

Tingginya minat penggunakan VPN Murah dari Herza yang membuatkan kami membuat Artikel ini mengenai cata setting VPN di Iphone Anda. Jika Anda memiliki Akun VPN dari Herza, Anda bisa langsung mengkoneksikan Akun VPN Murah tersebut langsung dari Device iPhone / iPad Anda tanpa melalui sebuah perangkat router.

Mari kita langsung simak Tahapannya…

1. Memesan Akun VPN Murah di Herza.ID

Tentunya Hal yang pertama kita butuhkan adalah Akun VPN itu sendiri, Anda dapat memesannya melalui halaman Order Form VPN Murah di Website kami. Pastikan Anda memilih kecepatan sesuai dengan kebutuhan Anda, tidak berlebihan. Sebuah koneksi VPN adalah bukan untuk meningkatkan kecepatan Akses Internet Anda.

Untuk informasi lebih jelas mengenai Akun VPN itu sendiri, silahkan membaca Artikel kami mengenai

2. Konfigurasi VPN di iPhone / iPad Anda

Setelah Anda mendapatkan Informasi Akun VPN Anda seperti Server IP, Username dan Password, maka kita bisa langsung masuk pada Tahapan konfigurasi seperti dibawah ini.

Langkah pertama di iPhone / iPad Anda, masuk ke bagian SETTINGS (dengan Icon Gear pada Device iPhone / iPad) > GENERAL > VPN, seperti pada tampilan dibawah ini.

Cara Setting VPN di iPhone

Ketika Anda telah masuk ke bagian konfigurasi VPN, maka tampilan yang akan terlihat adalah seperti ini Lanjutkan dengan mengklik ADD VPN CONFIGURATION.

Setelah itu, dibagian VPN CONFIGURATION (sebelah kanan), klik Type. Karena kita akan merubah Type VPN ini menjadi L2PT. Setelah itu, kembali ke bagian Add Configuration.

Pilih VPN Type L2TP

Dan kita melanjutkan dengan mengisi data-data Akun VPN yang kita dapatkan dari Herza.ID seperti dibawah ini.

Konfigurasi Akun VPN di iPhone

Description: Herza (Bisa diganti dengan nama apa saja yang gampang Anda ingat)
Server: vpn1.herza.id / 103.160.62.102 (Isikan HANYA salah satunya, bisa menggunakan Hostname ataupun IP)
Account: Username yang Anda dapatkan dari Herza.ID
Password: Password yang Anda dapatkan dari Herza.ID
Secret: herza (Ini jangan dirubah)
Send All Traffic: WAJIB DIAKTIFKAN

Setelah itu klik DONE.

Dan sekarang tinggal Anda mengkoneksi. Ketika Akun VPN Anda berhasil konek, Anda akan melihat status CONNECTED dengan BAR HIJAU, dan juga logo VPN disebelah kiri Jam iPhone Anda sesuai dengan gambar kanan atas.

Selamat… Sekarang Anda telah bisa menggunakan VPN Anda langsung di iPhone Anda. Berikutnya kita akan mencoba melakukan Speedtest. Dalam hal ini, kita menggunakan Akun VPN-3 yang Speednya Upto 100 Mbps, dan kebetulan saya menggunakan Biznet dengan kapasitas 75 Mbps (Dapat Promo Upgrade ke 100 Mbps selama beberapa bulan, lupa tepatnya. Jadi kemungkinan, hasil ini masih berdasarkan dengan koneksi 100 Mbps) Berikut adalah hasilnya…

Link Speedtest: https://www.speedtest.net/my-result/i/4502856006