Apa itu Tier dan Tingkatannya dalam Data Center?

Apa itu Tier dan Tingkatannya dalam Data Center?

Apa itu Tier dan Tingkatannya Dalam Data Center?

Apa itu Tier? Seiring dengan pertumbuhan penggunaan teknologi dan data digital, penting bagi perusahaan yang memiliki data besar (big data) dan data bersifat rahasia untuk menggunakan Data Center sebagai solusi penyimpanan dan pengamanan data yang aman dan terjamin.

Data center menjadi inti dari semua aktivitas yang terkait dengan pengolahan dan pemrosesan data digital dalam sebuah perusahaan.

Salah satu konsep penting dalam dunia data center adalah “Tier”. Secara sederhana, Tier ini bisa diartikan sebagai “tingkatan”.

Tier ini membantu dalam membedakan kualitas dan kemampuan antara satu data center dengan yang lainnya.

Semakin tinggi tier suatu data center, maka umumnya akan semakin baik kualitasnya dan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi pula.

Makin penasaran dengan apa itu tier dan bagaimana tingkatan tier data center? Yuk simak artikel di bawah ini.

Baca juga: Fungsi Data Center? Yuk Cari Tahu! – Herza Cloud

Apa itu Tier dalam Data Center?

Apa itu Tier?
Apa itu Tier?

Tier merupakan sistem penilaian yang menunjukkan tingkat keunggulan teknologi dan keamanan dalam sebuah pusat data. Konsep tier ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990-an.

Pengelompokan tier ini sangat berguna untuk membandingkan kinerja dan kualitas antara satu data center dengan yang lainnya.

Semakin tinggi tier-nya, semakin baik kualitasnya dan biasanya memiliki harga yang lebih tinggi.

Anda bisa mengibaratkan istilah tier ini seperti hotel berbintang. Setiap bintang menunjukkan seberapa lengkap fasilitas yang tersedia di dalam hotel tersebut.

Sama halnya dengan data center, ada beberapa tier yang membagi infrastruktur data berdasarkan fitur, kinerja, dan tingkat keamanannya.

Baca juga: Perbedaan Data Center dan Disaster Recovery Center (herza.id)

Tingkatan Tier Data Center

Tingkatan Tier Data Center
Tingkatan Tier Data Center

Terdapat empat tingkatan tier berdasarkan standar Telecommunication Industry Association (TIA) 942.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai masing-masing klasifikasi tier sebagai panduan Anda dalam memilih data center:

Tier 1 – Basic Site Infrastructure

Tier 1 (Tingkat (uptime) mencapai 99,671%) Biasanya ditemukan di perusahaan yang memiliki data center internal dengan infrastruktur standar yang memenuhi persyaratan sebuah pusat data.

Perangkat IT dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundan, atau satu uplink per satu server.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99,671%, yang berarti maksimal 28,8 jam downtime dalam setahun.

Fokusnya adalah untuk melayani aktivitas operasional selama jam kerja, didukung oleh UPS dan generator. Namun, keberadaan genset, raised floor, dan UPS bersifat opsional.

Preventif maintenance dilakukan dengan men-shutdown keseluruhan sistem. Tingkat keamanan terhadap gangguan yang terencana atau tidak cenderung rentan.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini biasanya memakan waktu singkat, maksimal 3 bulan.

Tier 2 – Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Data center Tier 2 (Tingkat (uptime) mencapai 99.741%) Pada dasarnya mirip dengan Tier 1, namun telah ditambah dengan komponen redundant (berkemampuan cadangan).

Selain UPS yang wajib, data center Tier 2 harus memiliki generator cadangan sebagai persiapan saat terjadi pemadaman listrik dari PLN. Raised floor juga harus ada.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.741%, yang berarti maksimal 22 jam downtime dalam setahun.

Memiliki komponen redundant N+1 dan backup daya sehingga downtime lebih singkat.

Tingkat keamanan terhadap gangguan yang terencana atau tidak cenderung agak rentan.

Preventif maintenance dilakukan dengan shutdown pada jalur listrik dan bagian infrastruktur tertentu yang membutuhkan shutdown.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 3-6 bulan.

Tier 3 – Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Data center Tier 3 (Tingkat (uptime) mencapai 99.982%) Merupakan standar internasional dari segi infrastruktur, fasilitas, dan tingkat keamanan.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.982%, yang berarti maksimal 1,6 jam downtime dalam setahun.

Harus memiliki lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan (multi network link) untuk memenuhi syarat “no shutdown”.

Raised floor, UPS, generator cadangan, serta sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin juga harus tersedia, serta komponen redundant N+1.

Tingkat keamanannya tinggi karena dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam dan bangunan yang tidak rentan terhadap bencana.

Preventif maintenance dilakukan dengan memindahkan beban ke sistem cadangan saat maintenance sistem utama dilakukan.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15-20 bulan.

Tier 4 – Fault Tolerant Site Infrastructure

Data center Tier 4 (tingkat (uptime) mencapai 99.995) pada dasarnya hampir sama dengan Tier 3, namun dengan toleransi downtime hanya 30 menit dalam setahun, dengan tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.995%.

Memiliki raised floor, UPS, dan generator cadangan, serta sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin.

Tingkat keamanannya sangat tinggi karena dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam dan tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15-20 bulan.

Itulah tingkatan tier dalam data centar, untuk lebih memahami perbedaan antara tier satu dengan lainnya silahkan lihat kolom di bawah ini:

Tier 1

  1. Infrastruktur dasar dengan satu jalur distribusi non-redundan.

  2. Uptime sekitar 99,671% per tahun.

  3. Toleransi downtime maksimal 28 jam setiap tahun.

  4. Biasanya digunakan oleh perusahaan yang memiliki pusat data internal.

  5. UPS digunakan sebagai sarana backu.

Tier 2

  1. Mirip dengan Tier 1, tetapi ditambah dengan komponen redundant.

  2. Dilengkapi dengan generator cadangan untuk mengatasi pemadaman listrik.

  3. Uptime sekitar 99,741% per tahun.

  4. Toleransi downtime maksimal 22 jam setiap tahun.

  5. Memiliki raised floor untuk mengatur kabel dan pendingin udara.

Tier 3

  1. Standar internasional dengan infrastruktur dan fasilitas yang lengkap.

  2. Dilengkapi dengan lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan.

  3. Uptime sekitar 99,982% per tahun.

  4. Toleransi downtime maksimal 1,6 jam setiap tahun.

  5. Sistem keamanan 24 jam dan tidak rentan terhadap bencana.

Tier 4

  1. Hampir sama dengan Tier 3, tetapi dengan toleransi downtime hanya 30 menit per tahun.|

  2. Uptime sekitar 99,995% per tahun.

  3. Memiliki komponen redundant N+1 dan backup power.

  4. Dilengkapi dengan sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin.

  5. Sangat aman dan tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak.

Baca juga: Datacenter Tier 4 Pertama di Indonesia – Herza Cloud

Herza Cloud Sudah Tier 4?

Uptime dan keamanan data merupakan fokus utama PT Herza Digital Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan kami.

Kami memberikan jaminan SLA (Service Level Agreement) dengan tingkat uptime yang tinggi, didukung oleh keamanan data yang dijamin oleh salah satu Infrastruktur Data center terbaik di Indonesia, yaitu Data Center Tier 4 yang terletak di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Selain dari jaminan Uptime, Data Center Tier 4 juga telah dilengkapi dengan berbagai sertifikasi diantaranya ISO 27001, ISO 14001, ISO 45001, SOC 1 Type II, SOC 2 Type II, PCI DSS Compliant, dan Tier IV Design & Facility dari Uptime Institute.

Jika Anda membutuhkan VPS di Data Center Tier 4 silahkan hubungi Herza Cloud.

Kami menyediakan layanan VPS di Data Center Tier 4 pertama di Indonesia yang memberikan performa dan Teknologi Terkini.

Menggunakan 100% NVME dengan konfigurasi RAID 10 untuk menjaga keamanan data Anda.

Dilengkapi dengan generasi terkini dari CPU Intel dan memberikan jaminan Uptime sebesar 99,9%.

Kami juga menyediakan Rack Colocation di Datacenter Tier 4 Indonesia untuk layanan Full Rack dan Half Rack Colocation.

Selain itu, kami menyediakan Layanan Colocation di AREA31 Data Center.

AREA31 ini cocok dijadikan sebagai data center untuk primary dan Disaster Recovery Center (DRC) karena letaknya yang cukup strategis dan mudah diakses.

Data center ini sudah tersertifikasi ISO 9001, 27001, 45001, dan PCI DSS. Ia juga telah mendapatkan sertifikasi Rated 3 Facilities dan ISO/IEC 22237 Availability Class 3 & Protection Class 3 dari EPI.

AREA31 merupakan yang PERTAMA di ASEAN yang menerima ISO/IEC 22237. Hal itu membuat AREA31 dapat dipercaya dan mumpuni sebagai pusat data center.

Untuk info selanjutnya, silahkan hubungi kami di sini!

Apa itu Tier 1 Network?

Cogent Tier 1 Network Map

Global Tier 1 Network – Penjelasan Lengkap

Saat ini, rata-rata warga global dapat berkomunikasi online dengan lancar dengan bisnis di seluruh dunia meskipun terdapat batasan geografis. Konektivitas telekomunikasi tidak mengenal batas karena kemampuan Penyedia Layanan Internet (ISP) Tingkat 1 atau yang sering kita dengar sebagai Tier 1 Network Provider!

Jika Anda membaca artikel ini melalui koneksi internet, itu semua berkat investasi infrastruktur dari Tier 1 Network.

Baik itu konferensi bisnis online yang secara virtual menghubungkan tim perusahaan dari seluruh dunia atau transaksi eCommerce yang menjembatani kesenjangan antara keranjang belanja dan rekening bank, kita semua menganggap remeh telekomunikasi global—tetapi itu semua merupakan pekerjaan sehari-hari bagi ISP kita.

Namun mari kita mundur sedikit untuk melihat apa yang diperlukan oleh para perusahaan telekomunikasi raksasa tersebut untuk menyediakan konektivitas tanpa batas ini kepada kita.

Dalam artikel ini, kami membahas keunggulan jaringan Tier 1 Global dan bagaimana Jaringan Tier 1 membantu perusahaan global meningkatkan konektivitas jaringan mereka.

Apa Itu Tier 1 Network?

TIer 1 Network atau ISP (Internet Service Provider) Tingkat 1 membentuk fondasi layanan internet di seluruh dunia.

Mari kita gunakan analogi populer tentang jalan raya dan jalan layang untuk memahami peran ISP Tingkat 1. Pemerintah memiliki jalan raya fisik di kota-kota kita. Pemerintah berinvestasi dalam membangun jaringan jalan raya untuk memfasilitasi perdagangan dan perdagangan serta memungkinkan warga melakukan perjalanan, pulang pergi ke tempat kerja, dan menjangkau komunitas dan dunia usaha lintas batas negara.

Demikian pula, jalan raya informasi atau data (alias internet) menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk berkomunikasi dan bertransaksi dengan orang-orang dan bisnis di seluruh dunia.

Namun, infrastruktur yang diperlukan untuk mengaktifkan jalan raya internet super ini tidak dimiliki oleh pemerintah.

Perusahaan telekomunikasi besar berinvestasi dalam membangun kabel serat optik—bawah laut dan darat—untuk mengirimkan data dengan lancar ke seluruh penjuru bumi. Ini adalah jaringan ISP Tingkat 1. Mereka memiliki dan mengoperasikan infrastruktur fisik yang menjadi tulang punggung internet.

Dan mereka tidak perlu membeli jalan raya informasi—hanya karena merekalah pemiliknya!

Perbedaan Utama Antara Tingkatan ISP

Terdapat hierarki ISP yang jelas yang menyediakan akses internet kepada pengguna (enduser) dan organisasi lain. Mereka dibagi menjadi 3 level yang disebut ISP Tier 1, Tier 2, dan Tier 3, dengan Tier 1 berada di peringkat teratas, dengan kekuatan penghubung tertinggi dan jangkauan global.

ISP Tingkat 1
ISP Tingkat 1 hadir secara global, dan yang terpenting, mereka membangun dan memiliki infrastruktur jaringan luas yang mencakup banyak negara.

Jaringan Tier-1 memiliki akses ke seluruh internet—ini berarti jaringan tersebut tidak perlu ‘membeli’ konektivitas atau ‘membeli transit IP’ dari penyedia internet lainnya.

Setiap ISP Tingkat 1 memiliki sebagian infrastruktur fisik (termasuk kabel serat optik berkecepatan tinggi, pusat data, dan peralatan perutean) yang membawa data ke seluruh dunia. Di wilayah yang tidak memiliki infrastruktur sendiri, mereka bernegosiasi dengan jaringan Tier-1 lainnya untuk mendapatkan akses gratis ke jaringan mereka. Ini dikenal sebagai perjanjian peering langsung atau peering bebas penyelesaian.

Dengan cara ini, ISP Tingkat 1 memastikan jangkauan global dan bandwidth yang besar untuk menangani lalu lintas internet dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ISP Tingkat 1 adalah satu-satunya kategori hierarki yang dapat menyediakan Akses Internet Langsung (DIA) yang andal.

Pada titik ini, mungkin ada baiknya untuk membedakan antara jaringan Tingkat 1 Global dan Jaringan Tingkat 1 Regional. Jaringan Tier 1 Global hadir di seluruh dunia, sedangkan jaringan Tier 1 Regional hadir secara substansial di kawasan atau benua tertentu.

Beberapa ISP Tier 1 global termasuk Cogent, PCCW, AT&T, NTT, Tata Communications, Deutsche Telekom, CenturyLink (sebelumnya disebut Level 3), Zayo Group dan, GTT.

Saat berikutnya Anda merencanakan acara virtual, melakukan panggilan konferensi video, atau mentransfer data sensitif ke seluruh kantor, ingatlah bahwa di balik layar, jaringan Tingkat 1 Global bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan semuanya.

Cogent Tier 1 Network Map
Contoh Tier 1 Network Map dari Cogent

ISP Tingkat 2
ISP Tingkat 2 mungkin tidak memiliki jangkauan global, namun kehadirannya menonjol di kawasan atau negara tertentu.

Mereka membeli layanan dari ISP Tingkat 1 dan menyediakan konektivitas ke ISP Tingkat 3. Meskipun ISP Tingkat 1 mencakup klien global skala perusahaan untuk akses internet khusus, penyedia jaringan Tingkat 2 mencakup perusahaan komersial regional yang besar, memberikan mereka bandwidth besar dan konektivitas internet yang andal.

Di Indonesia, beberapa ISP Tingkat 2 antara lain adalah Telkom Indonesia dan Indosat.

ISP Tingkat 3
Jika ISP Tingkat 1 memberi Anda jangkauan di seluruh dunia, ISP Tingkat 3 memberi Anda pengalaman konektivitas tanpa batas yang terlokalisasi dan disesuaikan. Mereka adalah wajah ISP untuk pengguna akhir. ISP Tingkat 3 adalah vendor yang siap dihubungi jika koneksi internet Anda terputus. Atau kabel overhead di lingkungan Anda putus saat terjadi badai.

ISP Tingkat 3 mengandalkan layanan transit dari ISP Tingkat 1 atau Tingkat 2 untuk mengakses internet yang lebih luas. Karena mereka tidak memiliki banyak infrastruktur jaringan, mereka tidak memiliki sumber daya untuk menangani lalu lintas dalam jumlah besar.

Herza Cloud Terhubung Langsung ke Tier 1 Network

Tingkatkan Konektivitas Anda Dengan Jaringan Terbaik dari Herza Cloud

Herza Cloud memberdayakan bisnis skala perusahaan dengan konektivitas yang handal, keamanan siber yang kuat, dan skalabilitas tanpa batas untuk mengakomodasi kebutuhan konektivitas yang lebih tinggi, cakupan global, dan waktu aktif yang tak tertandingi.

Herza Cloud Network Map
Herza Cloud Network Map: https://bgp.he.net/AS140443#_graph4

Herza Cloud memberi Anda jangkauan yang tak tertandingi

Sesuai dengan Network Map kami diatas, Herza Cloud terhubung langsung ke 2 Tier 1 Network Provider seperti Cogent & PCCW.

Selain itu, Herza Cloud juga memiliki Multiple Upstream untuk Redundansi dan Optimisasi Jaringan agar bisa mendapatkan Rute Terbaik, Terpendek dengan Latensi Terbaik.

Disamping itu, Herza Cloud juga menawarkan keamanan menggunakan Next Generation Firewall yang mengintegrasikan keamanan dan jaringan secara erat ke dalam satu platform terpadu.

Jadi, sudah pasti dengan menggunakan Layanan Cloud seperti VPS Murah, Bare Metal Murah dan Colocation dari Herza Cloud, akan mendapatkan kestabilan dan keamanan netwok Anda.

Fungsi Data Center? Yuk Cari Tahu!

Apa Fungsi Data Center? Yuk Kenali Lebih Dalam!

Fungsi Data Center? Yuk Cari Tahu di Sini!

Fungsi Data Center – Di era sekarang, perusahaan dituntut untuk melek dan update terkait perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Tidak sedikit dari perusahaan yang migrasi ke bisnis online, apalagi pasca pandemi kemarin, semuanya dilakukan serba digital.

Akibatnya, kebutuhan infrastruktur TI terus meningkat terutama kebutuhan pusat data atau yang sering dikenal dengan istilah Data Center.

Kebutuhan data center terus meningkat karena data center merupakan prioritas utama dalam sebuah bisnis.

Tidak heran jika banyak perusahaan yang berani melakukan investasi besar demi memiliki data center yang handal.

Kok bisa? Sebenarnya apa fungsi data center ini?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak artikel dibawah ini!

Apa itu Data Center?

Apa itu Data Center?

Data Center adalah suatu fasilitas yang dirancang untuk menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan data dan informasi yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan.

Pusat data ini terdiri dari berbagai macam perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk server, router, switch, dan perangkat jaringan lainnya, serta terdiri juga dengan perangkat pendukung seperti pendingin, ups, dan lainnya.

Fungsi utama dari data center adalah untuk memastikan ketersediaan, keamanan, dan aksesibilitas data dan sistem informasi.

Selain itu, ia juga bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya teknologi informasi (TI) yang digunakan untuk menjalankan aplikasi bisnis, menyimpan data, dan menghubungkan pengguna dengan jaringan.

Biasanya data center dioperasikan oleh tim IT yang terlatih dan dilengkapi dengan perangkat dan infrastruktur yang canggih untuk menjaga keamanan dan ketersediaan data.

Data center dapat terletak di lokasi fisik yang berbeda, tergantung pada kebutuhan bisnis dan strategi perusahaan.

Beberapa perusahaan juga menggunakan layanan data center yang disediakan oleh penyedia layanan jaringan dan TI yang terkemuka.

Baca juga: Apa Itu Disaster Recovery Center? Pentingnya Menggunakan DRC

Jenis Layanan Data Center

Jenis-jenis Data Center

Data center tidak hanya satu, banyak jenis data center yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Untuk menghindari kesalahan dalam memilih jenis data center, yuk simak penjelasan berikut ini.

Colocation Data Center

Colocation Server adalah layanan penitipan server, Anda meletakkan dan menitipkan server pribadi kepada pihak penyedia layanan.

Jadi pihak penyedia layanan colocation server akan memberikan rack server, hardware, bandwidth, dan kebutuhan lainnya termasuk urusan dalam pemeliharaan server.

Layanan data center jenis ini cocok bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber daya untuk mengurus server.

Dari segi biaya, colocation server lebih murah dengan spesifikasi server yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Managed Service Data Center

Secara arti managed service data center tidak jauh berbeda dengan layanan colocation server, Anda hanya perlu menyewa infrastruktur dan peralatan yang disediakan oleh penyedia layanan.

Namun untuk pengelolaan data center, sepenuhnya dikembalikan kepada penyewa data center.

Adapun, penyedia layanan pusat data bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan dan keandalan sistem TI dan infrastruktur, serta mengelola risiko dan masalah teknis.

Edge Data Center

Data center jenis ini biasanya memiliki ukuran kecil dan terletak dibeberapa lokasi yang dekat dengan pengguna.

Kelebihan dari layanan tersebut yaitu data bisa diproses lebih cepat dan dapat mengurangi latensi dan lag, karena lokasinya yang berdekatan.

Micro Data Center

Mikro data center adalah layanan data center yang memiliki ukuran lebih kecil lagi dan dibangun untuk melayani wilayah-wilayah tertentu saja.

Namun, jenis layanan data center ini memiliki potensi untuk bermunculan dan tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Hyperscale Data Center

Data center jensi Hyperscale memberikan kemudahan dalam mengupgrade server ketika server Anda sudah mendekati limit.

Perushaan data center besar yang menyediakan layanan seperti ini adalah Microsoft Azure, Amazon Web Service, Alibaba Cloud serta yang lainnya.

Enterprise Data Center

Enterprise data center adalah jenis layanan data center yang dibangun dan dikelola oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan.

Keunggulannya adalah memudahkan Anda untuk mengontrol dan mengakses server, karena lokasinya yang berada di lingkungan perusahaan.

Namun untuk membangun data center ini membutuhkan biaya yang sangat besar, karena banyak peralatan dan infrastruktur TI yang harus dibeli perusahaan.

Peralatan dan infrastruktur TI yang dimaksud adalah server, pendinginan, security, koneksi, instalasi listrik dan lain sebagainya.

Baca juga: Perbedaan Data Center dan Disaster Recovery Center

Fungsi Data Center

Fungsi Data Center

Seperti yang sudah kita jelaskan sebelumnya, bahwa fungsi utama dari data center adalah untuk memastikan ketersediaan, keamanan, dan aksesibilitas data dan sistem informasi.

Namun ternyata fungsi dari data center tersebut tidak hanya itu, masih banyak fungsi lain dari data center seperti penyimpanan, pemrosesan dan distribusi data, penyimpanan data berskala besar, serta berfungsi sebagai private cloud.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

  • Penyimpanan, Pemrosesan dan Distribusi Data

Data center memang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan, memproses, dan mendistribusikan data dan informasi.

Dalam sebuah data center, terdapat sejumlah besar server dan perangkat jaringan lainnya yang digunakan untuk menjalankan aplikasi bisnis, menyimpan data, dan menghubungkan pengguna dengan jaringan.

Karena jumlah perangkat keras yang digunakan dalam data center bisa sangat banyak, penyusunan server dan perangkat lainnya diatur secara rapi dan efisien, seperti halnya di perpustakaan.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan dan pemantauan perangkat keras, serta memastikan ketersediaan dan keamanan data.

Selain itu, data center juga dilengkapi dengan infrastruktur yang canggih untuk mendukung operasi TI, seperti sistem listrik cadangan, sistem pendingin udara, dan perlindungan keamanan fisik dan siber.

Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa data dan informasi yang disimpan di data center tetap aman, tersedia, dan dapat diakses oleh pengguna dengan cepat dan efisien.

  • Penyimpanan Data Skala Besar

Data center memang memiliki kapasitas penyimpanan yang sangat besar, yang terdiri dari berbagai jenis perangkat penyimpanan seperti hard disk, tape drives, solid-state drive, dan penyimpanan cloud.

Selain itu, data center juga dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak dan aplikasi untuk mengelola, mengamankan, dan membackup database serta aplikasi.

Kapasitas penyimpanan data center memang bisa ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis atau organisasi.

Hal ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah server, perangkat penyimpanan atau dengan memperbarui infrastruktur jaringan.

Peningkatan kapasitas penyimpanan ini tentu membutuhkan biaya yang lebih besar, termasuk biaya sewa data center yang lebih tinggi.

Biaya sewa data center memang bisa sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor, seperti kapasitas penyimpanan, fitur keamanan, ketersediaan jaringan, dan lokasi data center tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan atau organisasi perlu mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran mereka sebelum memutuskan untuk sewa data center tertentu.

  • Private Cloud

Private cloud merupakan jenis layanan cloud dari data center yang lebih mengutamakan keamanan data dan fleksibilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis atau organisasi.

Berbeda dengan public cloud yang bersifat publik dan dapat diakses oleh siapa saja, private cloud hanya memberikan layanan kepada perorangan atau organisasi tertentu.

Private cloud seringkali digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk kebutuhan aplikasi bisnis yang sifatnya internal, seperti software Customer Relationship Management (CRM), Enterprise Resource Planning (ERP), dan lainnya.

Hal ini dikarenakan private cloud menawarkan keamanan yang lebih baik dan pengendalian yang lebih ketat atas data dan aplikasi bisnis.

Dalam memilih data center untuk layanan private cloud, memang penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti keamanan, akses internet, dan lokasi data center.

Layanan Data Center Herza Cloud

Setelah Anda membaca artikel kami terkait fungsi data center, apakah Anda sudah siap untuk beralih ke bisnis online dan memilih jenis layanan data center yang cocok buat perusahaan Anda?

Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan data center, tapi masih bingung dalam memilih penyedia layanan data center, coba hubungi Herza Cloud.

Kami hadir untuk menawarkan dan mencari solusi efektif untuk memberikan paket layanan Datacenter dan Colocation yang aman dengan harga yang kompetitif kepada klien kami.

Dengan berbagai pilihan paket, kami dapat memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan berskala UMKM ataupun Enterprise yang ingin merampingkan operasi mereka dengan meningkatkan redundansi.

Kami menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, dan Tower Server.

Ada juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Untuk Budget Colocation, kami menyediakan Layanan Colocation Server Murah di Datahall, Kalibata dan Gedung Tifa.

Sedangkan untuk kebutuhan Tier 3 Datacenter, kami menyediakan Gedung Cyber, Neucentrix (Karet Tengsin), Biznet Technovillage, IDC Duren TIga dan NTT-JKT2 untuk Premium Datacenter Tier 3.

Tersedia juga Tier 4 Datacenter di DCI Cibitung dengan Uptime 99,999%

Yuk langsung hubungi Herza Cloud, untuk mulai mengembangkan bisnis Anda!

 

 

 

 

Perbedaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) yang Harus Anda Ketahui!

Perbedaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) yang Harus Anda Ketahui

Perbedaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC)

Perbedaan DC dan DRC – Di era digital saat ini, perusahaan atau organisasi sangat membutuhkan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) untuk menjalankan bisnis mereka.

Selain sebagai tempat untuk menyimpan server, keperluan DC dan DRC untuk keamanan data yang tersimpan didalam server tersebut

Semua data-data penting perusahaan akan disimpan dan dikelola secara aman di data center, dan jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau kejadian yang merusak, data akan tetap aman karena bisa dipulihkan dengan DRC.

Namun apakah kalian tahu perbedaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC)? Yuk simak artikel dibawah ini!

Apa itu Data Center?

Apa itu Data Center?

Sebelum kita bahas perbedaan DC dan DRC, alangkah baiknya kita tahu dulu apa itu data center dan apa itu disaster recovery center

Data center atau pusat data adalah suatu fasilitas fisik yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses data serta layanan komputasi secara terpusat.

DC biasanya berisi server, perangkat jaringan, dan infrastruktur pendukung lainnya yang diperlukan untuk menyediakan layanan komputasi dan menyimpan data.

Fungsi utama data center adalah menyediakan keamanan dan ketersediaan tinggi bagi data dan sistem yang dihostingnya.

Data center dapat dioperasikan oleh organisasi sendiri atau oleh pihak ketiga yang menyediakan layanan hosting dan manajemen data center.

Dalam era digital saat ini, data center menjadi sangat penting bagi banyak organisasi yang bergantung pada teknologi informasi dan komunikasi untuk menjalankan bisnis mereka.

Data center dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti hosting situs web, penyimpanan data, pemrosesan transaksi keuangan, dan banyak lagi.

Apa Itu Disaster Recovery Center?

Apa itu Disaster Recovery Center (DRC)?

Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas yang dirancang untuk membantu organisasi memulihkan operasi mereka setelah terjadi bencana atau kejadian yang merusak.

Contoh bencana atau kejadian yang merusak adalah bencana alam, serangan siber, atau kerusakan peralatan.

Pusat pemulihan bencana ini biasanya dilengkapi dengan infrastruktur dan peralatan yang dibutuhkan untuk memulihkan sistem, aplikasi, dan data organisasi setelah terjadi bencana.

Selain itu, ia seringkali dilengkapi dengan peralatan cadangan dan salinan data yang diperlukan untuk mengembalikan sistem dan aplikasi ke keadaan sebelum terjadi bencana.

DRC dapat dioperasikan secara internal oleh sebuah organisasi atau sebagai layanan dari pihak ketiga yang menyediakan infrastruktur dan peralatan untuk memulihkan sistem organisasi.

Ia juga dapat digunakan sebagai bagian dari rencana keamanan dan pemulihan bencana yang lebih luas.

Tujuan dari DRC adalah untuk membantu organisasi memulihkan operasi mereka dengan cepat dan efektif setelah terjadi bencana atau kejadian yang merusak.

Dengan memiliki DRC yang handal dan terencana dengan baik, organisasi dapat mengurangi dampak dari bencana dan mengurangi waktu pemulihan yang diperlukan untuk kembali beroperasi secara normal.

Apa Perbedaan Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC)?

Perbedaan Data Center dan Disister Recovery Center

Data center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) adalah dua fasilitas teknologi yang berbeda meskipun keduanya terkait dengan pengelolaan data dan teknologi informasi.

Perbedaan utama antara DC dan DRC adalah tujuan dan fungsi masing-masing fasilitas.

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Definisi

Data center adalah fasilitas yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses data serta layanan komputasi secara terpusat.

Sementara Disaster Recovery Center (DRC) adalah fasilitas yang dirancang untuk membantu organisasi memulihkan operasi mereka setelah terjadi bencana atau kejadian yang merusak.

Tujuan

Tujuan utama dari DC adalah untuk menyediakan layanan IT dengan ketersediaan tinggi dan kinerja optimal serta keamanan data yang tinggi.

DC sering digunakan sebagai pusat operasi penting bagi perusahaan dan organisasi untuk menjalankan bisnis mereka.

Tujuan utama dari DRC adalah untuk memberikan solusi alternatif bagi organisasi agar dapat melanjutkan operasi mereka dalam situasi darurat dan setelah terjadi bencana.

Jenis

Jenis-Jenis Data Center (DC):

  1. Tier 1- Kapasitas dasar dengan UPS:
    DC yang memiliki satu jalur untuk kelistrikan, pendinginan, dan jaringan yang rentan terhadap gangguan dan downtime.

  2. Tier 2 – Kapasitas redundan dengan pendinginan dan daya:
    DC yang memiliki komponen redundan untuk jalur kelistrikan dan pendinginan untuk mengurangi risiko downtime dan memperbaiki kemampuan skalabilitas.

  3. Tier 3 – Dapat dipelihara secara bersamaan dan komponen apa pun dapat dilepas tanpa memengaruhi produksi:
    DC yang memiliki sistem redundan yang memungkinkan perbaikan dan pemeliharaan tanpa mempengaruhi operasi dan mengurangi downtime.

    Tier 3 juga memiliki sistem dual power feeds dan backup generator yang dapat mengatasi gangguan listrik.

  4. Tier 4 – Toleran kesalahan terisolasi dari semua jenis kegagalan:
    DC yang memiliki semua kriteria Tier 3 ditambah dengan sistem yang sangat redundant dan toleransi terhadap kesalahan yang lebih tinggi.

    Tier 4 juga memiliki kemampuan mengatasi segala jenis gangguan dan memiliki infrastruktur yang lebih aman dan terkendali.

Herza Cloud sudah menggunakan data center jenis Tier 4 di akhir tahun 2020.

PT Herza Digital Indonesia memutuskan untuk bergabung menjadi Partner dari PT DCI Indonesia.

DCI Indonesia adalah Datacenter Tier 4 pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Datacenter bersertifikat TIer 4 ini, mampu memberikan jaminan Uptime sebesar 99,999%.

Jenis-Jenis Disaster Recovery Center (DRC):

  1. Cold DR: Skema dasar dalam DR (Disaster Recovery) dimana pada skema ini system melakukan backup dan hasil dari backup tersebut dapat di-download dan di-restore di perangkat yang sama atau pun perangkat lain.

  2. Warm DR: Skema ini memungkinkan Anda untuk dapat menjalankan kembali hasil backup/instant recovery yang ada pada data center untuk dijadikan sebagai production.

    Namun perlu dicatat tidak ada proses replikasi dan mirroring pada skema ini dikarenakan system yang dipulihkan berasal dari hasil backup yang dikehendaki akan ditambahkan charge compute point saat disaster terjadi.

  3. Hot DR: Skema DR yang paling canggih, dimana Anda tetap dapat menggunakan backup dan melakukan instant recovery namun perbedaannya adalah terdapat mirroring dan replikasi dari system yang ada pada production.

    Pada skema HOT DR, DRC dapat disesuaikan dengan topologi atau kondisi organisasi.

Pembentukan

Data center biasanya berada pada lokasi fisik yang permanen atau dapat berupa virtual di cloud, dimana infrastruktur TI terletak pada lokasi yang terpusat dan terkendali.

DC bertanggung jawab untuk menyimpan, mengolah, dan mengelola data serta aplikasi bisnis organisasi secara terus-menerus.

Sementara DRC berada pada lokasi fisik yang bersifat sementara atau dapat berupa lokasi virtual di cloud.

Tujuannya untuk memberikan akses dan layanan TI yang terkendali selama terjadi bencana atau keadaan darurat yang mengganggu operasi bisnis normal.

DRC memiliki tugas untuk memulihkan operasi bisnis dengan memperbaiki sistem dan infrastruktur TI yang rusak.

Sehingga organisasi dapat melanjutkan operasi bisnisnya dalam waktu sesingkat mungkin setelah terjadinya bencana.

Dalam konteks cloud, DC dapat berada pada lokasi virtual di cloud, sedangkan DRC dapat menggunakan konsep cloud untuk menyediakan layanan DR.

DRC cloud dapat berada di lokasi virtual di cloud yang sama dengan DC atau di lokasi virtual yang berbeda untuk memastikan keamanan dan redundansi data dan aplikasi organisasi selama bencana atau keadaan darurat yang mengganggu operasi bisnis normal.

Lokasi

Lokasi Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) sangat penting dalam memastikan keamanan dan redundansi data dan aplikasi organisasi.

Data Center umumnya berada di lokasi fisik yang aman dan dapat diakses oleh staf IT organisasi.

DC dapat berupa bangunan fisik yang dirancang khusus atau ruang data yang disewa dari penyedia layanan colocation.

Selain itu, DC juga dapat berada di cloud, di mana organisasi dapat menyewa sumber daya cloud untuk menyimpan dan mengelola data dan aplikasi mereka.

Sedangkan Disaster Recovery Center (DRC) harus berada di lokasi yang berbeda dengan DC dan harus dilindungi dari bencana yang sama yang dapat mempengaruhi DC.

DRC dapat berupa bangunan fisik atau pusat data yang disewa dari penyedia layanan colocation.

Selain itu, DRC juga dapat berada di cloud, di mana organisasi dapat menyewa sumber daya cloud untuk memulihkan data dan aplikasi mereka selama keadaan darurat.

Ketika memilih lokasi DC dan DRC, organisasi harus mempertimbangkan faktor seperti keamanan, ketersediaan jaringan, aksesibilitas, biaya, dan persyaratan peraturan dan kepatuhan.

Penting untuk memastikan bahwa lokasi DC dan DRC dapat memenuhi kebutuhan organisasi dan memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang memadai untuk melindungi data dan aplikasi selama bencana atau keadaan darurat.

Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkan Discover Recovery Center (DRC)?

Antisipasi Kegagalan Mesin dan Hardware

Meskipun perusahaan telah berinvestasi pada peralatan dan mesin yang canggih, DRC tetap diperlukan untuk memastikan bahwa data dan aplikasi perusahaan dapat diakses dan dipulihkan selama bencana atau keadaan darurat.

Meskipun perusahaan telah memiliki peralatan dan mesin canggih, mereka masih dapat mengalami kerusakan atau kegagalan akibat faktor-faktor seperti kebakaran, banjir, atau gempa bumi.

DRC memberikan redundansi yang diperlukan untuk melindungi data dan aplikasi perusahaan selama bencana atau keadaan darurat.

Dengan DRC, perusahaan dapat memulihkan operasi bisnis normal mereka dengan cepat dan efisien.

Sehingga dapat mengurangi dampak keuangan dan reputasi negatif yang diakibatkan oleh downtime yang lama.

Selain itu, DRC juga membantu perusahaan untuk memastikan bahwa hardware dan peralatan mereka dapat berfungsi dengan baik selama keadaan darurat.

Hal ini dapat membantu perusahaan untuk mengurangi risiko downtime atau kegagalan layanan yang disebabkan oleh masalah teknis.

Dengan demikian, meskipun perusahaan telah berinvestasi pada peralatan dan mesin canggih, DRC tetap menjadi komponen penting dalam strategi keamanan dan pemulihan bencana perusahaan.

Antisipasi Akibat Kesalahan Manusia

DRC tidak sepenuhnya dapat mencegah kesalahan manusia atau human error, tetapi dapat membantu perusahaan memulihkan data dan sistem yang terpengaruh oleh kesalahan manusia dengan lebih cepat dan efisien.

Kesalahan manusia adalah salah satu penyebab umum kegagalan sistem dan kehilangan data.

Misalnya, seorang staf IT yang tidak sengaja menghapus data penting atau membuat kesalahan konfigurasi sistem.

Dalam hal ini, DRC dapat membantu perusahaan memulihkan data dan sistem yang terpengaruh oleh kesalahan tersebut dengan lebih cepat dan efisien.

DRC dapat digunakan untuk membuat cadangan data yang teratur dan memastikan bahwa cadangan tersebut terpisah dari sistem utama untuk menghindari kerusakan atau kerugian akibat kesalahan manusia.

Selain itu, DRC juga dapat membantu perusahaan untuk melakukan pemulihan otomatis dalam kasus-kasus tertentu.

Hal ini berarti sistem akan secara otomatis memulihkan data dan sistem yang terpengaruh oleh kesalahan manusia atau kesalahan teknis lainnya tanpa campur tangan manusia.

Sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan manusia selama proses pemulihan.

Dalam kesimpulannya, meskipun DRC tidak sepenuhnya dapat mencegah kesalahan manusia atau human error, tetapi dapat membantu perusahaan memulihkan data dan sistem yang terpengaruh oleh kesalahan tersebut dengan lebih cepat dan efisien.

Antisipasi Faktor Alam yang Tidak Dapat Diprediksi

Memiliki DRC di banyak lokasi yang secara teoretis aman dari bencana memang dapat meningkatkan keamanan dan ketersediaan data perusahaan saat terjadi bencana.

Dengan adanya DRC di lokasi yang berbeda, perusahaan dapat memastikan bahwa meskipun satu atau beberapa lokasi mengalami bencana, data dan sistem masih dapat dipulihkan dari lokasi lain.

Namun, penting juga untuk mempertimbangkan biaya dan efektivitas dari memiliki DRC di banyak lokasi.

Setiap lokasi DRC membutuhkan investasi dan biaya operasional untuk menjaga infrastruktur dan peralatan tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, memiliki terlalu banyak lokasi DRC juga dapat membingungkan dan mempersulit manajemen dan pemulihan data.

Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis risiko dan penilaian kebutuhan untuk menentukan jumlah dan lokasi DRC yang tepat.

Hal ini dapat membantu perusahaan memastikan bahwa investasi DRC dapat memberikan manfaat yang optimal dalam situasi bencana tanpa mengorbankan efektivitas dan efisiensi biaya.

Optimalisasi Layanan

Pelanggan saat ini sangat mengharapkan layanan yang cepat dan konsisten dari sebuah bisnis.

Ketersediaan infrastruktur yang dapat diakses dan berfungsi dengan baik adalah faktor kunci dalam memenuhi harapan pelanggan tersebut.

Jika terjadi bencana atau gangguan pada infrastruktur, maka bisnis dapat mengalami downtime yang dapat memengaruhi reputasi dan kepercayaan pelanggan.

Dengan menggunakan DRC, bisnis dapat memastikan ketersediaan infrastruktur dan layanan yang cepat dan konsisten, bahkan dalam situasi bencana atau kegagalan sistem.

DRC dapat membantu bisnis untuk memulihkan operasi normal dengan cepat dan memastikan bahwa layanan tetap tersedia bagi pelanggan.

Hal ini dapat meminimalkan downtime, mempertahankan kepercayaan pelanggan, dan membantu bisnis untuk tetap bersaing di pasar yang kompetitif.

Namun, perlu diingat bahwa DRC sendiri tidak cukup untuk memenuhi harapan pelanggan.

Penting untuk menjaga kualitas layanan, meningkatkan efisiensi, dan mengembangkan inovasi baru yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

DRC hanyalah salah satu aspek dari strategi bisnis yang lebih luas untuk memberikan layanan yang sangat baik kepada pelanggan.

Kesimpulan

Nah itu lah perbedaan antara DC dan DRC serta alasan mengapa perusahaan membutuhkan kedua layanan tersebut.

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan fasilitas layanan data center, coba hubungi Herza Cloud, karena kami menyediakan Layanan Colocation di AREA31 Data Center.

AREA31 ini cocok dijadikan sebagai data center untuk primary dan Disaster Recovery Center (DRC) karena letaknya yang cukup strategis dan mudah diakses.

Selain itu, AREA31 sudah tersertifikasi ISO 9001, 27001, 45001, dan PCI DSS. Ia juga telah mendapatkan sertifikasi Rated 3 Facilities dan ISO/IEC 22237 Availability Class 3 & Protection Class 3 dari EPI.

AREA31 merupakan yang PERTAMA di ASEAN yang menerima ISO/IEC 22237. Hal itu membuat AREA31 dapat dipercaya dan mumpuni sebagai pusat data center.

Kami juga menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Untuk Budget Colocation, kami menyediakan Layanan Colocation Server Murah di Datahall, Kalibata dan Gedung Tifa.

Sedangkan untuk kebutuhan Tier 3 Datacenter, kami menyediakan Gedung Cyber, Neucentrix (Karet Tengsin), Biznet Technovillage, IDC Duren TIga dan NTT-JKT2 untuk Premium Datacenter Tier 3.

Tersedia juga Tier 4 Datacenter di DCI Cibitung dengan Uptime 99,999%

Yuk langsung hubungi Herza Cloud untuk informasi lebih lanjut!

 

 

 

 

 

 

 

 

8 Tips Memilih Colocation Server yang Baik!

tips memilih colocation server

8 Tips Memilih Colocation Server yang Baik! 

Tips Memilih Colocation Server- Ketika kamu tertarik menggunakan layanan Colocation Server untuk mengembangkan usaha dengan mudah, hal pertama yang kamu harus pertimbangkan adalah mencari cara bagaimana memilih penyedia layanan Colocation Server yang baik.

Untuk saat ini, perusahaan penyedia layanan Colocation yang tersebar di seluruh Indonesia semakin bertambah banyak karena kebutuhan penggunaan layanan ini semakin meningkat.

Hal tersebut mengharuskan kamu untuk lebih jeli dalam memilih mana penyedia Colocation Server dengan pelayanan yang baik.

Artikel berikut ini akan mengulas mengenai tips apa saja yang harus kamu tahu dengan benar saat akan menggunakan layanan Colocation.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan tersebut, kami akan mengulas terlebih dahulu apa sebenarnya Colocation Server?

Apa Itu Colocation Server?

Colocation server adalah layanan yang menyediakan ruang, listrik, konektivitas internet, dan dukungan teknis lain untuk menempatkan server kamu di fasilitas data center milik pihak penyedia layanan Colocation Server.

Artinya, penyedia Colocation akan memberikan layanan berupa penyewaaan ruangan untuk sebuah perusahaan menempatkan servernya di sebuah data center.

Jadi mudahnya, server milik perusahaan dititipkan pada suatu penyedia layanan Colocation Server.

Misalnya, suatu perusahaan A membutuhkan tempat dan fasilitas untuk menempatkan servernya. Penyedia layanan Colocation akan menyediakan apa yang dibutuhkan terkait fasilitas dan tempat server tersebut.

Beda halnya dengan Dedicated Server, Colocation Server telah memiliki servernya untuk dititipkan. Sedangkan dedicated server akan menyewa server yang penyedia telah siapkan.

Jika kamu masih bingung perbedaan antara Colocation Server dengan Dedicated server, silakan masuk ke halaman kami yang membahas Perbedaan colocation Server dan Dedicated Server.

Nah, biasanya server yang dititipkan tersebut ditempatkan pada rak-rak khusus yang disusun dengan rapi.

Akan tetapi, tidak hanya berisi rak, Colocation difasilitasi dengan kebutuhan lain, seperti :

  1. Koneksi Internet yang stabil : Colocation provider akan menyediakan akses jaringan internet yang berkecepatan tinggi dan koneksi redundan untuk server
  2. Ruangan server : Colocation provider akan menyediakan ruang khusus untuk menempatkan server kamu yang dilengkapi dengan sistem pendingin, listrik dan sistem keamanan
  3. Keamanan fisik : Colocation provider akan menyediakan pengamanan fisik yang tinggi, seperti sistem deteksi dan pencegahan intrusi, CCTV, dan penguncian server yang aman.
  4. Dukungan teknis : Colocation provider akan menyediakan dukungan teknis yang responsif dan profesional untuk membantu Anda dalam mengatasi masalah yang mungkin terjadi pada server Anda.

Dalam menentukan penyedia Colocation Server kamu juga harus memahami bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan Colocation Server.

Maka dari itu, sudah seharusnya  dipertimbangkan secara baik, karena bagaimanapun hal tersebut akan menyangkut keamanan data perusahaan.  

Untuk itu, berikut ada rangkuman beberapa cara/tips memilih layanan Colocation Server.

Bagaimana Tips Memilih Colocation Server yang Baik?

tips memilih colocation


Berikut kami telah merangkum  8 tips memilih Colocation Server yang baik yang harus kamu tahu, yaitu :

  1. Cari sebanyak mungkin tentang Provider Colocation
  2. Pelajari Profil Provider Colocation dan Cari Tahu Juga Reputasi Perusahaannya
  3. Sesuaikan dengan Kebutuhan
  4. Harga
  5. Lokasi yang aman
  6. Konektivitas stabil
  7. Standard Keamanan yang tinggi
  8. Support

1. Cari Sebanyak Mungkin Mengenai Provider Colocation

Saat kamu hendak menggunakan layanan colocation server, akan sangat baik kamu mencari tahu sebanyak mungkin penyedia colocation server yang ada di Indonesia.

Referensi penyedia colocation yang banyak akan sangat membantumu untuk dapat membandingkan mana perusahaan penyedia colocation yang terbaik dan paling layak digunakan.

Referensi mengenai provider colocation juga akan mendorong kamu untuk bisa mendapatkan Colocation Server yang kamu butuhkan.

Sekarang, referensi tersebut bisa didapatkan dengan mudah saat kamu berselancar di Internet.

Bisa juga dengan bertanya pada orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya.

Atau, bisa juga dengan melihat review salah satu pelanggan penyedia Colocation Server.

Intinya, kamu harus cerdas mencari informasi sebanyak dan sedetail mungkin agar langkah menentukan penyedia Colocation Server kamu tidak salah. 

2. Pelajari Profil Provider Colocation dan Cari Tahu Juga Reputasi Perusahaannya

Reputasi perusahaan penyedia Colocation berhubungan dengan feedback atau reaksi pelanggan yang telah menggunakan layanan tersebut.

Misalnya, kepuasan pelanggan yang banyak. Review dan kesan berlangganan pada provider layanan Colocation.

Semakin banyak pelanggan yang memilih perusahaan sebagai pemenuhan kebutuhan Colocation Servernya, berarti perusahaan tersebut telah terpercaya dan terbukti telah memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggannya.

Dengan demikian, reputasi perusahaan semakin baik dan kamu bisa pertimbangkan hal tersebut.

3. Sesuaikan dengan Kebutuhan


Kebutuhan Colocation Server pada masing-masing perusahaan tentu saja berbeda-beda.

Jadi, jangan lupa sesuaikan kebutuhan layanan Colocation Server karena berpengaruh pada biaya bulanannya.

Nah, kebutuhan layanan Colocation Server, seperti :

  1. Jumlah server yang dibutuhkan
  2. Kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan
  3. Kebutuhan bandwith yang dibutuhkan
  4. Kebutuhan resource seperti CPU dan RAM
  5. Kebutuhan sistem operasi dan aplikasi yang digunakan
  6. Kebutuhan pemeliharaan dan dukungan teknis.

4. Harga

tips memilih colocation Server


Layanan paket Colocation yang murah memang menguntungkan.

Akan tetapi, jangan langsung tergiur dengan harga layanannya yang murah.

Karena jika hanya berorientasi pada colocation yang murah, tanpa memperhatikan kelebihan aspek lain, kamu akan menyesal dan merugi di kemudian hari.

5. Lokasi

tips memilih colocation Server


Selain harga, lokasi pun harus kamu perhatikan. Sebaik mungkin pilihlah lokasi yang dekat dengan target market kamu.

Mengapa begitu? Sebab, hal ini akan mengurangi waktu latency (penundaan) dan akan meningkatkan kecepatan akses ke server.

Selain itu, pilihlah penyedia Colocation yang lokasi gedungnya aman dari segala macam bencana alam.

6. Konektivitas

Konektivitas jaringan Internet yang stabil merupakan faktor yang sangat penting dalam menjamin kontinuitas operasional dan keamanan data.

Konektivitas yang stabil tersebut akan memastikan bahwa server kamu dapat beroperasi dan terus tersedia meskipun suatu saat mengalami masalah pada konektivitas jaringan.

Konektivitas jaringan ini pun akan berhubungan dengan keamanan data server. Karena konektivitas jaringan akan memastikan data yang disimpan pada server bisa aman dan terlindungi dari serangan jaringan.

Untuk itu, pastikan bahwa penyedia Colocation yang akan kamu pilih telah menyediakan konektivitas jaringan yang tinggi.  

7. Standard Keamanan

Penyedia colocation server harus memenuhi beberapa standar keamanan guna menjamin keamanan server dan data yang dihosting.

Nah, beberapa standar keamanan yang harus dipenuhinya ialah sebagai berikut :

  1. Sistem pengamanan fisik: Penyedia Colocation harus menyediakan sistem pengamanan fisik yang baik, seperti sistem deteksi dan pencegahan intrusi, CCTV, dan penguncian server yang aman.
  2. Keamanan jaringan: Penyedia colocation juga harus menyediakan sistem keamanan jaringan yang baik, seperti firewall, intrusion detection/prevention system (IDPS), dan sistem deteksi ancaman.
  3. Keamanan data: Penyedia colocation harus menyediakan sistem keamanan data yang baik, seperti enkripsi data, sistem backup, recovery data, dan sistem deteksi ancaman.

8. Support

Tips terakhir ialah Support.

Supprot yang diberikan oleh penyedia Colocation Server sangat penting untuk menjamin kontinuitas operasional server.

Oleh karena itu, ada beberapa jenis dukungan yang biasanya diberikan oleh penyedia Colocation kepada penggunanya, ialah :

  1. Dukungan Teknis: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan teknis yang responsif dan profesional, seperti bantuan dalam instalasi dan konfigurasi server, perbaikan masalah yang terjadi pada server, dan dukungan dalam mengatasi masalah jaringan.
  2. Remote Hands Support: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan untuk aktivitas fisik yang diperlukan pada server, seperti mengganti komponen server, menambah atau mengurangi kapasitas server, dan mengkonfigurasi perangkat jaringan.
  3. Monitoring: Penyedia Colocation harus menyediakan fasilitas monitoring server dan jaringan yang berkelanjutan yang gunanya untuk bisa mengidentifikasi dan mengatasi masalah sebelum menyebar.
  4. Dukungan pemeliharaan: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan dalam pemeliharaan server, seperti software updates, security patches, dan maintenance rutin.
  5. Dukungan 24/7: Penyedia Colocation juga harus menyediakan dukungan 24/7 untuk memastikan bahwa server dapat beroperasi dengan stabil dan terus tersedia setiap saat.

Lalu, Mengapa Harus Colocation Herza Cloud?

Pertanyaan mengapa harus Colocation dari Herza Cloud adalah karena kelebihan Colocation kami, seperti :

colocation herza
Keunggulan colocation herza

  1. Tersertifikasi ISO 9001:2015 & 27001:2013
  2. Pilihan Data Center Terbaik dan Teraman di Indonesia dengan sertifikasi Tier-3 dan Tier-4
  3. Server dapat online di Hari yang sama atau sesuai permintaan dan kebutuhan Anda
  4. Datacenter dilengkapi dengan fasilitas Next Genaration Firewall untuk pengamanan Botnet & Malware, SQL Injection, Flood, dan lainnya
  5. Herza Network memiliki Interkoneksi ke IXP (Internet Exchange Point) terbanyak di Indonesia
  6. Dengan Uplink 10 Gbps Multi Backbone dan Multi Peering di Indonesia antara lain adalah NCIX (Telkom), JKT-IX, OpenIXP, IIX, DCI-IX, BIX-Jakarta, CDIX, C2-IX, BatamIX, dan CloudXchange.
  7. Herza Cloud memiliki PNI (Private Network Interconnection) langsung ke Google, jadi Latency paling rendah.
  8. Direct Peering ke Content Provider terkemuka didunia seperti Amazon, Akamai, Microsoft, Cloudflare, Facebook, Garena, Shopee, Zenlayer & Imperva
  9. Mempunyai Direct Peering ke IXP Internasional seperti SGIX
  10. Technical Support dan Network Operation Center (NOC) melayani 24 Jam setiap hari
  11. Technical Support akan membantu 24 Jam melalui Livechat, Telepon dan Ticket System
  12. Gratis Hands-On untuk melakukan (Reboot/Power On/Power OFF) Server
  13. Dapat melakukan kunjungan Data Center kapan saja dan didampingi tim Support
  14. Bisa Announce IPv4/IPv6 & ASN bag yang sudah memiliki IP dan ASN sendiri (Opsional)
  15. Infrastruktur kami sudah didukung layanan Anti DDoS Blackhole Community untuk Anda yang punya kebutuhan khusus akan keamanan dan perlindungan server
  16. Dapat melakukan Interkoneksi antar Rack atau antar Data Center yang berbeda
  17. Mendapatkan Private Access untuk layanan Colocation Full Rack (45U)

Herza Cloud menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Untuk Budget Colocation, kami menyediakan Layanan Colocation Server Murah di Datahall, Kalibata dan Gedung Tifa.

Sedangkan untuk kebutuhan Tier 3 Datacenter, kami menyediakan Gedung Cyber, Neucentrix (Karet Tengsin), Biznet Technovillage, IDC Duren TIga dan NTT-JKT2 untuk Premium Datacenter Tier 3. Tersedia juga Tier 4 Datacenter di DCI Cibitung dengan Uptime 99,999%.

Kelebihan dan Kekurangan Colocation? Jenis dan Fungsinya

Kelebihan dan Kekurangan Colocation Server

Kelebihan dan Kekurangan Colocation

Kelebihan dan kekurangan colocation – Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan banyak kebutuhan baru yang diperlukan oleh sebuah perusahaan, terutama perusahaan dibidang IT.

Misanya server yang saat ini dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk menunjang sebuah informasi. Server yang saat ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah Colocation Server.

Colocation server adalah layanan fasilitas data center, di mana perusahaan dapat menyewa tempat tersebut untuk menyimpan server mereka.

Lalu apakah kalian tau apa kelebihan dan kekurangan colocation? Eitssss jangan khwatir, karena dalam artikel ini, kami akan bahas secara tuntas terkait kelebihan dan kekurangan colocation server serta jenis dari colocation itu sendiri.

Apa Itu Colocation Server?

Apa itu Colocation Server?

Colocation Server adalah layanan fasilitas data center, di mana perusahaan atau individu dapat menyewa tempat untuk menyimpan server mereka sendiri.

Vendor atau penyedia layanan colocation server akan memberikan ruang, daya listrik, konektivitas internet dan dukungan teknis untuk server yang disewa.

Ketika Anda menyewa tempat di data center yang sudah dilengkapi dengan fasilitas infrastrukturnya seperti pengontrol suhu udara, power generator, koneksi internet yang stabil dan jaminan keamanan yang tinggi, memungkinkan Anda atau perusahaan untuk menghemat biaya dan meningkatkan uptime server.

Selain itu, server disusun sedemikian rupa di dalam rak khusus agar mendapatkan kinerja yang optimal.

Kelebihan dan Kekurangan Colocation Server

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan colocation server yang harus Anda ketahui. Adapun kelebihan dan kekurangan colocation server adalah sebagai berikut.

Kelebihan Colocation Server

Pada umumnya kelebihan dari coloction server ini ialah biaya bulanan yang sangat hemat, karena pengguna hanya dikenakan biaya sewa di data center, tidak tergantung dari spesifikasi server yang digunakan.

Namun untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan kelebihan dari colocation server berikut ini:

  1. Skalabilitas

    Melihat website yang terus berkembang, membuat perusahaan membutuhkan sistem dan fasilitas yang memadai.

    Colocation memungkinkan Anda untuk bisa meningkatkan fasilitas dan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

  2. Efisiensi

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyedia layanan colocation telah memberikan berbagai fasilitas seperti fire detector, pendingin, rak dan tim pengelola server.

    Sehingga bisa membuat Anda untuk menghemat biaya dan tenaga.

  3. Reliabilitas

    Layanan colocation server telah menggunakan teknologi yang memadai seperti generator, baterai cadangan, dan stabilizer.

    Sehingga Anda bisa menghindari dan mengatasi berbagai risiko terjadinya masalah arus listrik.

  4. Performa

    Penggunaan colocation server memungkinkan Anda untuk mendapatkan kecepatan, up-time, dan performa yang tinggi.

    Selain itu, Anda juga akan mendapatkan level Bandwidth yang sangat besar untuk menunjang semua keperluan server.

  5. Keamanan

    Anda tidak perlu khawatir terkait keamanan server Anda, karena colocation server merupakan layanan high security, dimana keamanan fisik dan nonfisik sangat terjamin.

    Selain itu, biasanya penyedia layanan akan menjaga server Anda non-stop selama 24 jam. Jadi Anda tidak perlu takut terhadap serangan virus, pencurian data atau berbagai jenis serangan lainnya.

  6. Fasilitas

    Colocation server menyediakan fasilitas yang ideal seperti climate control system, cooler dan lainnya untuk menunjang kinerja server.

    Untuk proteksi, biasanya ditempat server dipasang pendeteksi kebakaran, pemadam, dan CCTV.

  7. Sistem Terstruktur

    Layanan ini memiliki sistem server terstruktur yang akan membantu Anda menjaga keamanan server.

    Pembaruan keamanan seperti sistem operasi, aplikasi dan perangkat lunak keamanan dapat meningkatkan keamanan server dari serangan virus atau malware yang dapat merusak atau mencuri data.

    Untuk menjaga keamanan data, Anda harus melakukan backup data secara teratur dan memastikan server dilindungi oleh sistem kemanan jaringan yang kuat.

    Tidak hanya itu, untuk memperhatikan keamana fisik dari server, Anda harus menempatkan server dalam ruangan terkunci yang dilengkapi sistem pengamanan kamera, sensor dan alarm.

    Anda juga harus melakukan audit keamanan secara berkala untuk memastikan keamanan server dari ancaman yang mungkin muncul secara tiba-tiba.

  8. Tidak Repot untuk Upgrade Server

    Salah satu kelebihan yang menarik dari colocation server ialah Anda tidak perlu repot memikirkan upgrade server, karena penyedia layanan yang akan melakukannya untuk Anda.

    Jadi Anda bisa menghemat waktu dan bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengurusi hal penting lainnya.

  9. Layanan 24 Jam

    Dengan adanya layanan 24 jam, Anda tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu pada server yang Anda gunakan.

    Karena ketika ada suatu masalah yang ditemukan, sistem akan memberikan informasi agar masalah bisa segera diatasi.

Kekurangan Colocation Server

Selain kelebihan dari pada colocation server, layanan ini juga memiliki kekurangan yang harus Anda ketahui. Adapun yang menjadi kekurangan colocation server adalah sebagai berikut:

  1. Kontrol

    Ketika Anda menggunakan colocation server artinya Anda menggunakan layanan dari pihak ketiga.

    Penyedia layanan sebagai pihak ketiga biasanya menetapkan sebuah peraturan dan ketentuan yang harus Anda patuhi, misalkan jadwal kunjungan.

    Artinya, Anda tidak bisa selalu mengakses dan mengontrol server Anda karena adanya batasan waktu kontrol.

  2. Akses

    Penyedia layanan data center biasanya memiliki basis lokasi di kota-kota besar saja. Jika lokasi Anda berbeda dengan lokasi server, Anda harus mengorbankan waktu Anda hanya untuk mengunjungi penyedia layanan data center tersebut.

Nah itulah beberapa kelebihan dan kekurangan colocation server yang sudah kami jelaskan. Selain itu, layanan ini memiliki jenis yang harus Anda ketahui.

So, tetap stay tune ya!

Jenis-Jenis Colocation Server

Jenis-jenis Colocation Server

Colocation server memiliki dua jenis yang berbeda berdasarkan dukungan penyedia layanan, yaitu managed dan unmanaged.

Berikut ini, penjelasan managed dan unmanaged colocation server:

Managed colocation

Managed coloction adalah jenis layanan server yang disewakan oleh penyedia layanan, dimana vendor menyediakan software khusus untuk konfigurasi server.

Software tersebut bisa digunakan oleh pengguna sebagai user untuk memudahkan dalam mengelola server.

Layana ini sangat cocok untuk orang yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memelihara server.

Managed colocation server memudahkan Anda dalam hal pemeliharaan server dan memiliki dukungan teknis yang baik dari penyedia layanan.

Namun, colocation server memiliki kekurangan dari segi kompatibilitas. Jadi Anda harus memastikan bahwa software yang digunakan sesuai yang didukung oleh provider, karena beberapa software atau aplikasi mungkin tidak didukung oleh provider.

Jika tidak, server bisa mengalami kendala.

Unmanaged colocation

Kebalikan dari managed, unmanaged colocation adalah layanan dimana Anda atau perushaan bisa menyewa tempat di data center untuk menyimpan server Anda tanpa adanya dukungan dari penyedia layanan.

Dalam hal ini, Anda atau perusahaan harus mengatur dan mengkonfigurasi server Anda secara mandiri.

Unmanaged colocation menawarkan fleksibilitas yang tinggi dalam kontrol dan konfigurasi server, karena dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan penyedia layanan.

Pengguna bebas mengotak-atik dan mengatur server sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, Anda juga harus menyediakan perngakat lunak dan perangkat keras pendukung secara mandiri,

Tentunya, hal itu lebih sulit buat pengguna yang terbiasa menggunakan layanan managed colocation karena unmanaged colocation ini lebih cocok untuk Anda yang memiliki pengetahuan dan teknis dalam mengelola server.

Siapa Saja yang Cocok Menggunakan Colocation Server?

Saat ini banyak perusahaan yang mempercayakan penyimpanan berbasis cloud hosting kepada pihak ketiga. Hal ini dilakukan karena lebih hemat dan efisien.

Selain itu, banyak juga vendor yang menyediakan layanan cloud hosting dan jasa pengelolaan server. Hal ini menjadi solusi bagi perushaan untuk kebutuhan hosting dan pengelolaan server mereka.

Lalu siapa saja yang cocok menggunakan layanan colocation server? yuk simak penjelasan berikut.

Penyedia cloud

Bagi penyedia cloud, layanan colocation server adalah layanan yang cukup dikenal dan sering digunakan.

Colocation memungkinkan vendor untuk menyediakan dan menyewakan ruang server kepada pelanggan.

Hal ini memungkinkan pelanggan untuk menggabungkan layanan cloud hosting dan colocation server pada vendor yang sama.

Selain itu, vendor juga dapat menawarkan solusi one-stop-shop kepada perusahaan dengan menyediakan infrastruktur colocation server dan layanan cloud hosting yang handal.

Dengan begitu, pelanggan dapat mengimplementasikan solusi hybrid, yang menintegrasikan infrastruktur lokal dengan layanan cloud publik.

Hal tersebut untuk mencapai skalabilitaas, fleksibilitas, dan kontrol yang lebih baik atas aplikasi dan data perusahaan.

Industri teknologi

Sektor industri teknologi memang yang paling cocok menggunakan colocation server, karena dapat mempermudah perusahaan dalam mengelola dan memelihara sever.

Perusahaan tidak perlu menangani masalah infrastruktur fisik dan dukungan teknis, karena penyedia layanan yang akan melakukannya seperti pengaturan ruangan, daya listrik, konektiviats internet, dan jaminan kemanan server.

Hal tersebut membantu perusahaan untuk bisa lebih fokus pada kegiatan lain yang dianggap lebih penting misalnya mengembangkan bisnis.

Layanan Colocation Herza Cloud

Seperti yang sudah Anda ketahui di atas, kelebihan colocation server lebih banyak daripada kekurangannya, hal tersebut bisa menjadikan colocation server sebagai solusi untuk masalah Anda.

Jika Anda masih bingung dalam memilih penyedia layanan colocation server, Herza cloud adalah jawabannya.

Karena di Herza cloud, Anda akan mendapatkan banyak keuntungan diantaranya adalah mendapatkan harga yang murah, karena mulai dari Rp 500.000/bulan aja Anda sudah bisa menggunakan layanan colocation dari kami.

Keuntungan Layanan Colocation Herza Cloud

  •  Kami sudah Tersertifikasi ISO 9001:2015 & 27001:2013.

  • Pilihan Data Center Terbaik dan Teraman di Indonesia dengan sertifikasi Tier-3 dan Tier-4.

  • Server Anda dapat online di Hari yang sama atau sesuai permintaan dan kebutuhan Anda

  • Datacenter dilengkapi dengan fasilitas Next Genaration Firewall untuk pengamanan Botnet & Malware, SQL Injection, Flood, dan lainnya.

  • Herza Network memiliki Interkoneksi ke IXP (Internet Exchange Point) terbanyak di Indonesia.

  • Dengan Uplink 10 Gbps Multi Backbone dan Multi Peering di Indonesia antara lain adalah NCIX (Telkom), JKT-IX, OpenIXP, IIX, DCI-IX, BIX-Jakarta, CDIX, C2-IX, BatamIX, dan CloudXchange.

  • Kami memiliki PNI (Private Network Interconnection) langsung ke Google, jadi Latency paling rendah.

Private Network Interconnection to google

  • Kami memiliki Direct Peering ke Content Provider terkemuka didunia seperti Amazon, Akamai, Microsoft, Cloudflare, Facebook, Garena, Shopee, Zenlayer & Imperva.

  • Mempunyai Direct Peering ke IXP Internasional seperti SGIX

  • Technical Support dan Network Operation Center (NOC) melayani 24 Jam setiap hari.

  • Technical Support akan membantu Anda 24 Jam melalui Livechat, Telepon dan Ticket System.

  • Gratis Hands-On untuk melakukan (Reboot/Power On/Power OFF) Server.

  • Dapat melakukan kunjungan Data Center kapan saja dan didampingi tim Support.

  • Bisa Announce IPv4/IPv6 & ASN bagi Anda yang sudah memiliki IP dan ASN sendiri (Opsional).

  • Infrastruktur kami sudah didukung layanan Anti DDoS Blackhole Community untuk Anda yang punya kebutuhan khusus akan keamanan dan perlindungan server.

  • Dapat melakukan Interkoneksi antar Rack atau antar Data Center yang berbeda.

  • Mendapatkan Private Access untuk layanan Colocation Full Rack (45U)

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa colocation server merupakan solusi yang baik bagi Anda yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup terkait pengelolaan server secara mandiri.

Colocation server menawarkan pengelolaan dan keamanan tinggi yang dikelola langsung oleh vendornya.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan colocation server, Anda sudah bisa menentukan bukan apakah colocation server ini sesuai dengan kebutuhan Anda?

Jika Anda masih bingung menentukan vendor yang menyediakan layanan colocation server, coba hubungi Herza Cloud.

Herza cloud menyediakan berbagai pilihan server, termasuk Colocation Server.

Kami menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Untuk Budget Colocation, kami menyediakan Layanan Colocation Server Murah di Datahall, Kalibata dan Gedung Tifa.

Sedangkan untuk kebutuhan Tier 3 Datacenter, kami menyediakan Gedung Cyber, Neucentrix (Karet Tengsin), Biznet Technovillage, IDC Duren TIga dan NTT-JKT2 untuk Premium Datacenter Tier 3.

Tersedia juga Tier 4 Datacenter di DCI Cibitung dengan Uptime 99,999%

So, tunggu apalagi, yuk berlangganan di Herza Cloud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server! Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

4 Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server! 

Perbedaan antara colocation server dan dedicated server bisa dilihat mulai dari pebedaan pengertian, cara kerja, kelebihan dan kekurangan di antara keduanya.

Perbedaan keduanya ialah pengguna layanan colocation server akan menempatkan server kepada perusahaan penyedia hosting. Sedangkan dalam dedicated server pengguna layanan akan menyewa server pada perusahaan penyedia hosting.

Untuk lebih lengkap mengenai perbedaan keduanya, simak artikel berikut!

1. Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server Dilihat dari Pengertiannya

perbedaan colocation server dengan dedicated server

Pengertian Colocation Server

Colocation server ialah pengguna layanannya akan menempatkan servernya di sebuah data center.

Apa itu data center? Data center ialah pusat data atau sebuah tempat/ruangan yang memang dirancang secara khusus untuk penyimpanan sebuah database.

Untuk itu, perusahaan akan menggunakan layanan ini dengan menempatkan servernya di layanan perusahaan penyedia tempat server. Penyedia layanan sudah menyiapkan sebuah ruangan khusus berupa rak-rak server yang sengaja untuk digunakan penggunanya.

Awal cerita dari munculnya sebuah colocation server berasal dari perusahaan yang tidak ingin menambah ruangan khusus server yang biayanya terbilang mahal.

Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan ruangan penyimpanan khusus server dan menyerahkannya pada penyedia layanan hosting.

Colocation serverpun dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian managed colocation dan unmanaged colocation.

Silakan baca arikelnya di sini untuk mengetahui kedua pembahasan tersebut apa itu colocation server.

Jika Anda memilih Herza Cloud sebagai penyedia colocation server kami memberikan Layanan Managed Service, yang akan mengatasi segala permasalahan dengan perangkat Anda.

Permasalahan tersebut ditangani oleh Tim Datacenter Operation kami 24/7 mulai dari permasalahan perangkat lunak dan juga perangkat keras.

Pengertian Dedicated Server


Beda halnya dengan colocatin server, pengguna yang menggunakan layanan dedicated server ialah pengguna yang menyewa server yang dimiliki oleh penyedia layanan/provider.

Penyedia layanan akan menyewakan sebuah server yang dalam penggunaanya tidak bisa dibagi lagi dengan pengguna lain.

Dari segi pemberian namanya pun menggunakan sebuah kata “dedicated” yang maksudnya di sini ialah penyedia layanan penyewaan server hanya didedikasikan pada satu pengguna layanan saja. 

Untuk itu, perusahaan yang memilih menggunakan layanan ini akan memiliki servernya tersendiri.

Selain itu, perbedaan antara colocation server dengan dedicated server bisa dilihat dari cara kerjanya.

2. Perbedaan Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server Dilihat dari Cara Kerjanya

Cara Kerja Colocation Server

Ada 4 tahapan yang harus Anda ketahui terkait cara kerja colocation server :

  1. Punya Server Fisik
    Perusahaan memiliki server fisik yang kemudian menyerahkannya pada penyedia layanan yang akan dipilih. Tentu saja penyedia layanan harus sudah ahli dan berpengalaman dalam bidang tersebut.

  2. Menentukan Penyedia Colocation Server
    Jika perusahaan sudah memiliki server dengan prosesor, RAM dan disk space server yang dibutuhkan tahap selanjutnya ialah menentukan penyedia colocation server yang terbaik.

    Penyedia colocation terbaik salah satunya tersedia di Herza Digital Indonesia. Colocation Server dengan harga hanya mulai dari 500Ribu.

    Herza Cloud salah satu penyedia colocation yang menyediakan layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

    Untuk lebih lanjut, Anda bisa melihat layanan ke halaman Sewa Rack Colocation. 

  3. Membawa Server Fisik ke Data Center
    Jika server ada dan telah ditentukan providernya, tahap selanjutnya ialah dengan membawa server fisik ke data center.

    Sebelum membawa server ke provider, terlebih dahulu Anda membicarakan hal terkait apa saja komponen yang memang diperlukan untuk dibawa ke data center.

    Untuk lebih jelasnya, silakan koordinasi bersama antar pengguna layanan dan provider sebelum menyerahkan sebuah server ke data center.

  4. Setting Colocation Server
    Server yang Anda punya kemudian akan disetting oleh tim IT provider untuk bisa tersambung dan digunakan.

  5. Bayar Biaya Tagihan
    Tagihan colocation server berdasarkan kesepakatan yang telah Anda diskusikan dengan provider.

    Biasanya, jumlah harga biaya sudah diketahui lebih awal sebab provider telah menawarkan paket yang berisi macam colocation server sesuai yang dibutuhkan pengguna.

Cara Kerja Dedicated Server

Dedicated server akan bekerja setelah Anda melakukan proses pembayaran dengan provider/penyedia layanan.

Kemudian jika pembayaran berhasil dilakukan, langkah selanjutnya ialah Anda dipersilakan untuk mengontrol server sendiri.

Akan tetapi sebelum itu, terlebih dahulu perhatikan hal sebagai berikut :

  1. Menentukan OS (Operating System) yang hendak digunakan oleh server
  2. Jika sudah dilakukan login ke server, Anda bisa menginstall firewall agar keamanan server dapat terjamin
  3. Lakukan pembaharuan atau Upgrade sistem server
  4. Kemudian, instruksikan domain ke alamat IP VPS
  5. Setelah itu, pasanglah sertifikat SSL agar transfer data di web site aman

3. Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server Dilihat dari Kelebihannya

Kelebihan Layanan Colocation Server

  1. Biaya tagihan relatif lebih murah dari pada dedicated server
    Mengapa bisa jadi lebih murah?
    Karena pengguna tidak lagi harus mengeluarkan biaya membuat data center sendiri, pengguna tidak lagi harus menyediakan sebuah ruangan dan kebutuhan ruangan server seperti pendingin, listrik dan hal lainnya yang dibutuhkan sebuah server

  2. Terjamin keamanannya
    Pengguna yang menempatkan servernya di perusahaan tempat server biasanya perusahaan tersebut telah dilengkapi oleh sebuah keamanan khusus.

    Seperti di Herza  Cloud yang sudah tersertifikasi  ISO 9001:2015 & 27001:2013 juga data center yang telah di lengkapi dengan fasilitas Next Genaration Firewall untuk pengamanan Botnet & Malware, SQL Injection, Flood, dan lainnya.

  3. Upgrade Sistem Server dilakukan Penyedia Layanan
    Upgrade sistem server menjadi tanggungjawab penyedia layanan, kecuali pengguna layanan yang menggunakan teknis colocation server unmanaged. Dimana teknis unmanaged menjadikan perusahaan pengguna layanan memiliki tanggungjawab sendiri dalam hal upgrade sistem servernya.

  4. Tidak Bergantung Pada Penyedia Hosting
    Penyedia hosting hanya berperan dalam menyediakan tempat server perusahaan yang menitipkan servernya saja, sehingga di luar itu pengguna layanan tidak bergantung pada penyedia hosting.

  5. Server 24 Jam
    Layanan online dalam 24 jam/seharian.

  6. Tidak Harus Merekrut Khusus Staff IT professional
    Staff IT professional sudah menjadi tanggungjawab penyedia layanan hosting, sehingga pengguna tidak perlu lagi merekrut staff IT professional yang lain sebab server sudah dititipkan pada pihak mereka.

  7. Meningkatkan Produktivitas
    Pengguna layanan telah menitipkan servernya kepada penyedia layanan, sehingga pengguna bisa fokus kepada hal lain tanpa perlu memikirkan perawatan server.

Salah satu penyedia layanan colocation server di Indonesia terdapat di Herza CLoud. Berikut daftar harga layanan colocation servernya.

Kelebihan Dedicated Server

  1. Kontrol Penuh Server
    Pengguna layanan ini diberikan akses penuh oleh penyedia layanan. Sehingga server akan menjadi tanggungjawab penuh pengguna layanan.

    Pengguna juga dibebaskan untuk upgrade sistem server sendiri sesuai dengan spesifikasi yang diinginkannya.

  2. Bandwith Uplink upto 10 Gbps
    Pengguna layanan ini diberikan fasilitas berupa akses internet yang secepat kilat agar bisa diakses di mana pun.

  3. Dukungan Technical Support 24 jam
    Sama halnya dengan colocation server, dukungan teknisi online selama 24 jam.

  4. Tidak Terganggu Aktivitas lain
    Pengguna layanan ini hanya digunakan oleh satu orang aja. Untuk itu, aktivitas server lain tidak akan menganggung aktivitas server Anda.

    Misalnya, ketika pengunjung website Anda mengalami traffic atau lonjakan yang tinggi, masalah ini akan teratasi sebab tidak ada pengguna lain yang menghalangi kinerja server Anda.

  5. Remote Server
    Pengguna layanan bisa melakukan remote server. Maksudnya ialah pengguna mengontrol server bisa secara remote atau bisa memungkinkan mengontrol dari jarak jauh tanpa terkendala tempatnya.

  6. Terjaga Keamanannya
    Penyedia layanan mempunyai tanggungjawab penuh jika terjadi suatu kendala atau masalah dalam server. Untuk itu, pengguna dibebaskan jika terjadi kerusakan dan menyerahkan semuanya pada layanan hosting.

    Terdapat salah satu penyedia layanan dedicated server yang cocok bagi Anda yang membutuhkan performance tinggi dan berdedikasi.

    Paket Unmanaged Dedicated Server Indonesia dari Herza Cloud telah melalui proses reengineering yang tepat disesuaikan dengan kebutuhkan pasar.

    Walaupun harganya bersahabat, pengguna layanan tetap merasakan kecepatan maksimum dengan uptime yang tinggi. Jika Anda tertarik, silkan ke halaman layanan dedicated server dari Herza Cloud.

4. Perbedaan Perbedaan Colocation Server & Dedicated Server Dilihat dari Kekurangannya

Kekurangan Colocation Server

  1. Diawal transaksi biayanya cukup tinggi
  2. Keberadaan data center yang hanya ada di beberapa kota besar

Kekurangan Dedicated Server

  1. Tagihan setiap bulannya lebih mahal jika dibandingkan dengan colocation server
  2. Harus memiliki tim IT professional, karena server dikontrol penuh oleh pengguna layanan.

Perbedaan Colocation dan Cloud Hosting, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Colocation dan Cloud Server

Perbedaan Colocation dan Cloud Hosting

Setiap perusahaan atau instansi biasanya menyimpan data dalam sebuah layanan server, baik layanan colocation server maupun cloud hosting. Tapi apakah Anda tahu perbedaan colocation dan cloud hosting?

Sebagaimana yang kita ketahui colocation dan cloud hosting memiliki fungsi yang hampir sama. Namun bukan berarti tidak ada perbedaan diantara keduanya.

Dari aksesibilitas, Colocation server memberikan keamanan dan uptime yang tinggi. Sedangkan dari harga, cloud hosting lebih murah.

Tapi pada kenyataanya, masih banyak perusahaan yang ragu akan keamanan sistem komputasi awan pada era Internet of Things (IoT).

Sebelum memutuskan layanan mana yang ingin digunakan, alangkah baiknya Anda mengetahui lebih dalam perbedaan colocation dan cloud hosting itu sendiri.

Dalam artikel ini kita akan bahas perbedaan colocation dan cloud hosting, serta mana yang lebih baik di antara keduanya? Let’s get started!

colocation server

Pengertian Colocation

Colocation adalah layanan fasilitas datacenter dimana sebuah perusahaan atau instansi dapat menyewa ruang untuk server dan perangkat keras komputer lainnya.

Dengan kata lain, colocation adalah jasa tempat yang digunakan untuk penitipan dan penyimpanan server dengan berbagai macam data center.

Penyimpanan pada colocation dilakukan dengan menggunakan infrastruktur dan keamanan tinggi serta memerlukan arus listrik, akses internet yang stabil, UPS (Uninterruptible Power Supply), flooring dan lain sebagainya yang disusun menggunakan rak khusus untuk colocation server.

Herza.ID menyediakan layanan Colocation Server Murah dengan fasilitas rack, pendinginan, listrik, bandwidth, dan keamanan fisik, sementara pelanggan menyediakan servernya.

Layanan Colocation Server dibagi menjadi dua bagian. Yaitu layanan Unmanaged Colocation dan Managed Colocation. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel kami tentang Apa itu Colocation Server?.

Kelebihan dan Kekurangan Colocation

Sebelum memilih layanan colocation server, ada beberapa kelebihan dan kekurangan colocation yang harus Anda ketahui, agar Anda dapat mempertimbangkan layanan colocation sebelum menggunakannya.

Kelebihan Colocation

Beberapa kelebihan colocation yang memungkinkan untuk Anda dapatkan jika menggunakan layanan ini, diantaranya:

  1. Skalabilitas

    Seiring berkembangnya website perusahaan yang terus meningkat, menyebabkan Anda membutuhkan sistem dan fasilitas yang memadai.

    Penggunaan colocation memungkinkan Anda untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur server yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

  2. Efisiensi

    Layanan colocation bisa membantu Anda untuk menghemat biaya dan tenaga.

    Anda tidak perlu membeli fasilitas atau sistem seperti rak, pendingin, fire detector, hingga tim pengelola server, karena biasanya penyedia layanan telah menyediakannya.

  3. Reliabilitas

    Colocation memiliki performa yang sangat tinggi, karena server ini didukung dengan teknologi yang memadai.

    Layanan server ini didukung dengan generator, cadangan baterai, hingga stabilizer, yang memungkinkan dapat terhindari dari risiko masalah arus listrik.

  4. Performa

    Server ini menawarkan kecepatan, up-time, dan performa yang sangat tinggi. Selain itu, ia juga memiliki level bandwidth yang besar untuk menunjang semua kebutuhan server.

  5. Keamanan

    Layanan colocation merupakan layanan high security yang memiliki keamanan fisik dan digital yang sangat terjamin. Server Anda akan di jaga selama 24/7 oleh penyedia layanan.

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir terhadap berbagai jenis serangan virus pencurian data, dan ancaman-ancaman lainnya.

  6. Fasilitas

    Layanan data center ini dilengkapi dengan fasilitas yang ideal seperti climate control system dan cooling untuk mengontrol kondisi lingkungan server Anda.

    Selain itu, ia juga dilengkapi dengan sistem pendeteksi kebakaran, pemadam dan CCTV untuk menjamin tingkat proteksi yang tinggi.

Kekurangan Colocation

Selain kelebihan colocation server, Anda juga perlu mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam layanan server ini. Kekurangan tersebut diantaranya:

  1. Kontrol

    Penyedia layanan colocation server biasanya memiliki aturan dan ketentuan tertentu yang harus Anda ikuti, seperti jadwal kunjungan.

    Anda tidak dapat selalu mengontrol dan mengujungi server Anda setiap saat, Ada batas waktu tertentu untuk Anda mengakses server.

  2. Akses

    Biasanya penyedia layanan hanya berada di daerah tertentu saja, seperti di kota-kota besar.

    Jika Anda berada di luar lokasi yang berbeda, Anda harus mengujungi penyedia layanan data center tersebut dan mengorbankan waktu produktif Anda.

Cara Kerja Colocation

Ketika Anda menggunakan VPS Server atau dedicated sever, biasanya Anda tinggal pilih paket dan bayar biaya bulanan.

Namun untuk colocation server sendiri, apakah cara kerjanya sama dengan VPS server atau sama saja? Anda penasaran? Yuk kita bahas cara kerja colocation server.

  • Memiliki Server Fisik

    Langkah pertama, pastikan Anda memiliki server fisik baik yang dikelola secara priadi, maupun oleh pihak yang berpengalaman.

    Colocation server menjadi solusi untuk Anda yang tidak bisa mengelola server sendiri.

    Namun jika Anda belum memiliki server, Anda bisa membelinya terlebih dahulu. Pastikan RAM, prosesor, dan disk space sesuai dengan kebutuhan pemakaian Anda.

  • Menetukan Penyedia Layanan Colocation Server

    Tidak semua provider hosting menyediakan layanan colocation server, hanya ada beberapa perusahaan di Indonesia yang menyediakan layanan server tersebut.

    Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan colocation server adalah Herza Digital Indonesia.

    Kami menyediakan layanan menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation.

    Kemudian untuk biayanya sendiri, tergantung dari spesifikasi yang kami tawarkan. Berikut daftar sewa colocation server dari Herza.ID.

  • Membawa Server Fisik ke Data Center

    Setelah menemukan provider layanan colocation server, bawa server fisik ke data center.

    Namun sebelum Anda membawa server fisik ke provider layanan, pastikan server dalam keadaan baik tanpa ada kendala apapun.

    Kemudian koordinasikan dengan provider layanan colocation server kira-kira komponen apa aja yang perlu dibawa ke data center.

  • Setting Colocation Server

    Setelah Anda membawa server fisik ke data center. Langkah selanjutnya ada setting colocation server oleh tim teknisi dari Herza.ID.

    Namun perlu diingat bahwa biaya setting tidak termasuk dengan biaya bulanan. Jadi Anda harus menyiapkan biaya lebih untuk membayar jasa setting colocation server.

  • Bayar Biaya Tagihan

    Setelah semuanya selesai dilakukan, saatnya Anda membayar biaya bulanan untuk memulai berlangganan colocation server.
    Besar kecilnya biaya yang keluar, disesuaikan dengan paket berlangganan yang Anda pilih.

Pengertian Cloud Server

Cloud server merupakan ruang penyimpanan yang memiliki beberapa server yang dihubungkan dengan jaringan internet serta menggunakan teknologi Cloud Computing.

Metode ini digunakan untuk menyimpan database, software, server untuk website perusahaan dan keperluan lainnya. 

Server ini memiliki sumber daya yang berasal dari gabungan beberapa server yang berjalan secara bersamaan dan biasa dikenal dengan istilah cluster.

Cloud server menyambungkan server satu dengan yang lainnya untuk mendistribusikan tugas, sehingga proses penyimpanan data dapat terbagi rata tanpa harus membebani satu server saja. 

Perlu Anda ketahui, metode penyimpanan ini cocok digunakan oleh perusahaan kecil yang baru merintis, karena biaya yang digunakan cukup murah.

Selain itu, pengembangan sistem cloud dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun, serta dapat digunakan langsung selama 24 jam non-stop, sehingga cloud server ini tidak memerlukan banyak maintenance.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Server

Sebelum Anda memutuskan untuk berlangganan dengan layanan cloud server, Anda harus memahami kelebihan dan kekurangan cloud server itu sendiri.

Kelebihan Cloud Server

Cloud server memiliki beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan saat berlangganan dengan layanan tersebut, diantaranya:

  1. Mudah dan Fleksibel dalam Mengakses Data

    Cloud server memudahkan Anda dalam mengakses data, karena Anda dapat mengakses data dimana saja dan kapan saja selama ada akses internet.

    Berbeda jika Anda menyimpan data-data di laptop. Anda harus membawa laptop saat ingin mengakses data-data tersebut. Namun ketika Anda tidak membawa laptop tersebut, Anda tidak dapat mengaksesnya.

    Server ini dapat diakses tanpa harus menggunakan perangkat fisik secara khusus. Anda bisa mengakses cloud server dengan berbagai macam device, seperti laptop, tablet dan handphone.

  2. Meningkatkan Kolaborasi Tim

    Dalam menjalankan sebuah perusahaan, tentunya Anda tidak dapat bekerja sendirian. Anda membutuhkan sebuah tim untuk mengembangkan perusahaan tersebut.

    Untuk meningkatkan kolaborasi dengan tim, Anda membutuhkan ruang data yang dapat diakses kapanpun dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

    Penggunaan penyimpanan cloud dapat meningkatkan kolaborasi tim, karena setiap data dan informasi perusahaan akan disimpan dalam ruang virtual yang hanya bisa diakses oleh internal perusahaan saja.

  3. Bebas Menggunakan Ruang Penyimpanan

    Perlu Anda ketahui, tidak semua cloud server itu sama. Ada beberapa jenis hosting yang hanya bisa digunakan untuk menyimpan data web hosting.

    Namun, untuk cloud server sendiri, Anda bisa menyimpan data pribadi Anda yang tidak ada kaitannya dengan website.

    Artinya, Anda bisa memanfaatkan cloud hosting layaknya ruang penyimpanan pribadi seperti Google Drive, Dropbox dan lain sebagainya.

  4. Tidak Menyita Memori Hardware

    Ruang penyimpanan cloud server berbeda dengan ruang penyimpanan pada perangkat keras fisik seperti laptop, handphone dan tablet.

    Ketika Anda mengalami ruang penyimpanan yang hamper penuh pada perangkat kersa seperti laptop, handphone dan tablet, Anda tidak dapat menginstal aplikasi apapun, serta membuat cara kerjanya menjadi berat dan lambat.

    Namun pada cloud server ini, Anda dapat menyimpan data dan file pada ruang penyimpanan virtual, sehingga memori hardware Anda akan longgar dan device akan bekerja secara optimal.

  5. Keamanan dan Kecepatan Terjamin

    Tidak seperti penyimpanan fisik yang rentan terhadap resiko kerusakan dan kehilangan data, penggunaan penyimpanan virtual dapat memberikan jaminan keamanan data hilang dan rusak.

    Selain itu, data yang disimpan dalam sistem awan ini lebih aman dari resiko virus. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan keamanan penggunaan cloud server hingga 94%.

    Penggunaan cloud server dapat membantu Anda dalam mengakses data lebih cepat. Lokasi data center yang beragam dapat meningkatkan kecepatan cloud server Anda. Semakin dekat dengan data center, performa cloud semakin bagus.

  6. Bisa Upgrade Sesuai Kebutuhan

    Skalabilitas cloud server sangat leluasa. Anda dapat meng-upgrade server Anda seperti menambahkan memroi sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Semakin berkembangnya bisnis Anda, maka Anda akan membutuhkan ruang penyimpanan yang semakin besar. Cloud server tentunya dapat membantu Anda dalam menyelesaikan hal itu.

Kekurangan Cloud Server

Selain kelebihan, ada beberapa kekurangan dari cloud server ini, diantaranya:

  1. Pelayanan Kurang Sepenuhnya

    Dalam kurangnya pelayanan sepenuhnya itu tergantung pada service. Tidak semua jasa layanan cloud server memberikan kemampuan yang sama.

    Untuk itu sebelum membeli layanan cloud server, Anda harus memperhatikan batasan layanan yang dibuat oleh cloud provider.

  2. Penyesuaian yang Kurang

    Penggunaan cloud server pada web hosting harus memperhatikan regulasi bisnis.

    Penyimpanan cloud service provider ini tidak boleh asal-asalan, Anda harus menyesuaikan level dan penyimpanan data yang ada dalam cloud.

  3. Tidak ada Perlindungan Privasi

    Sistem penyimpanan cloud server ialah terpusat, maka semua data-data Anda akan disimpan pada penyimpanan cloud server pusat.

    Melihat semua orang bisa mengakses data dari cloud provider tanpa sepengetahuan Anda, dapat membuat privasi Anda hilang. Hal ini bisa menurunkan kualitas cloud server.

Cara Kerja Cloud Server

Ilustrasi Cara Kerja Cloud Hosting

Cloud hosting bekerja secara virtualisasi yaitu dengan menggunakan teknologi cluster yang membagi server fisik menjadi beberapa server virtual.

Teknologi ini memungkinkan website untuk tetap berjalan meskipun salah satu server sedang bermasalah. Hal ini karena ada server lain yang mem-backup sehingga tingkat kecepatan waktunya tetap stabil.

Selain itu, resource cloud hosting tidak dibagi dengan pengguna lain, sehingga pengguna lain tidak akan mempengaruhi performa web hosting Anda.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa keunggulan dari cloud hosting ini yaitu kemudahan dalam pengelolaan dan manajemennya seperti shared hosting serta memiliki performa tinggi seperti VPS.

Perbedaan Colocation dan Cloud Server

Ketika Anda membaca kekurangan dan kelebihan dari masing-masing layanan penyimpanan di atas, tentunya sudah mulai tergambar bukan terkait layanan penyimpanan keduanya?

Untuk lebih meyakinkan lagi, kira-kira mana yang lebih baik digunakan, yuk kita pahami perbedaan colocation dan cloud server di bawah ini.

  1. Kepemilikan Perangkat Keras

    Perbedaan pertama antara colocation dan cloud itu terletak dari bagaimana data disimpan.

    Dalam colocation, Anda menyewa ruang untuk menyimpan server. Pihak penyedia layanan colocation memfasilitasi ruang fisik khusus untuk menyipan server Anda serta daya dan pendingin agar server terus berjalan secara optimal.

    Sedangkan cloud hosting, server penyedia layanan cloud semuanya dipelihara dan diamankan secara virtual. Artinya, Anda hanya perlu membayar biaya server itu sendiri.

  2. Biaya Tambahan

    Dari segi biaya, colocation lebih mahal dibandingkan dengan cloud server. Anda harus mengeluarkan biaya tambahan seperti biaya sewa ruang di pusat data, konsumsi daya, lisensi perangkat lunak, dukungan, dan konsumsi bandwidth.

    Sementara biaya layanan cloud server, dibayar sesuai dengan paket langganan yang dipilih pada saat berlangganan.

  3. Akses Fisik

    Dilihat dari akses fisik, pengguna layanan colocation sangat diuntungkan karena Anda memiliki akses fisik ke fasilitas.

    Artinya, Anda dapat menginstal dan mengkonfigurasi perangkat keras baru yang memungkinkan untuk memecahkan masalah yang akan datang.

    Dari sisi pengguna layanan cloud server, Anda tidak dapat memiliki akses fisik ke server. Hal ini karena masalah privasi dan keamanan, mengingat server dibagikan dengan bisnis lain.

  4. Tingkat Dukungan Pelanggan

    Ketika terjadi masalah, layanan colocation memiliki tim IT internal yang bisa menangani masalah klien.

    Selain itu, tim IT bertanggung jawab dalam memelihara pusat data dan memastikan server terus berjalan secara optimal.

    Untuk cloud server, Anda akan sedikit mengalami kesulitan saat menghubungi tim IT ketika terjadi masalah, karena mereka berurusan dengan sejumlah besar klien dan memungkinkan tidak memiliki akses langsung ke perngkat keras.

  5. Keamanan dan Kepatuhan


    Lagi-lagi dalam hal keamanan dan kepatuhan, pengguna colocation sangat diuntungkan.

    Anda lebih mudah mematuhi peraturan keamanan dan privasi data seperti PCI-DSS. Hal ini karena Anda memiliki kendali penuh dalam menentukan siapa saja yang boleh memilki akses ke server Anda dan melihat apa saja yang mereka lakukan.  

    Bagi pengguna cloud server. Anda tidak memiliki kebebasan terhadap kontrol keamanan, Anda harus berbagi tanggung jawab untuk keamanan dengan penyedia layanan.

    Hal itu bisa mempersulit kepatuhan peraturan cloud, terutama jika bisnis Anda membutuhkan kepatuhan yang ketat.

Kesimpulan

Nah itu lah perbedaan colocation dan cloud server, bagaimana? Sampai sini apakah sudah ada gambaran layanan mana yang akan Anda gunakan?

Baik colocation maupun cloud server, mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Anda tidak perlu bingung dalam menentukan layanan penyimpanan diantara keduanya. Anda hanya perlu memilih layana peyimpanan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda aja.

Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan diantara keduanya, Herza Cloud menyediakan layanan tersebut untuk Anda.

Herza Cloud menyediakan layanan Colocation Server Murah dengan fasilitas rack, pendinginan, listrik, bandwidth, dan keamanan fisik, sementara pelanggan cukup dengan menyediakan servernya.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Selain itu Herza Cloud juga menyediakan layanan Cloud Hosting Murah dengan jaminan dedicated resources yang berkualitas dan handal serta keamanan yang tinggi, yang sangat dibutuhkan oleh kita semua.

Seluruh jaringan Server dari Herza.ID adalah 100% CLOUD ENVIRONMENT dengan Uplink 10Gbps yang menjamin Konektivitas dan Kecepatan Loading Website Anda.

Seluruh paket terlah termasuk Imunify360 yang akan membantu Anda dalam hal keamanan dari Virus, Malware dan juga DDOS Protection.

Siap Berlangganan? Yuk Bersama Herza.ID!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa itu ISO 27001?

Apa itu ISO 27001

ISO/IEC 27001:2013 adalah standar internasional yang terdiri dari persyaratan untuk mengelola keamanan informasi dalam suatu organisasi dan dengan menggunakannya, memungkinkan organisasi dalam bentuk apa pun untuk mengelola keamanan aset seperti informasi keuangan, kekayaan intelektual, detail karyawan, atau informasi yang dipercayakan oleh Pihak ketiga.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana ISO 27001 (atau standar ISO/IEC 27001:2013) dapat digunakan untuk menyediakan persyaratan yang berkaitan dengan penetapan, penerapan, pemeliharaan, dan peningkatan berkelanjutan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). SMKI adalah pendekatan sistematis untuk mengelola permata mahkota organisasi (misalnya aset dan data berharga) dan informasi sensitif sehingga tetap aman dengan menerapkan pendekatan manajemen risiko. Selanjutnya, ada tiga tujuan keamanan utama SMKI untuk sebuah organisasi:

  • Kerahasiaan — hanya personel yang berwenang yang memiliki hak untuk mengakses informasi.
  • Integritas — hanya personel yang berwenang yang dapat mengubah informasi.
  • Ketersediaan — informasi harus dapat diakses oleh personel yang berwenang kapan pun diperlukan.
ISO 27001 Client Manual

SMKI terkait dengan dua bagian utama dari standar, sebagai berikut:

Persyaratan

Bagian persyaratan standar menjelaskan karakteristik yang diperlukan bagi organisasi untuk mengelola SMKI dengan benar. Bagian persyaratan terdiri dari sebelas klausa pendek 0 – 10. Klausul 0 – 3 (Pendahuluan, Cakupan, Referensi Normatif dan Istilah dan Definisi) menjelaskan standar dan klausa ISO 27001, sedangkan klausa 4 – 10 mengatur persyaratan wajib untuk SMKI, yang harus diterapkan agar organisasi memenuhi standar.

Standar mengambil pendekatan manajemen risiko untuk melindungi keamanan informasi dari suatu organisasi. Penilaian risiko dilakukan untuk mengetahui potensi risiko terhadap informasi dan kemudian dilakukan perlakuan risiko untuk mengatasinya melalui pengendalian keamanan. Pengendalian keamanan yang digunakan untuk mengatasi risiko berupa kebijakan, prosedur dan pengendalian teknis untuk mengamankan aset. Berikut ini adalah persyaratan wajib untuk SMKI:

  • 4 – Konteks organisasi: Mendefinisikan ruang lingkup yang dimaksudkan dari standar dalam suatu organisasi, persyaratan untuk isu-isu eksternal dan internal dan pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini dapat dicapai dengan memahami organisasi dan konteksnya, harapan para pemangku kepentingan dan ruang lingkup sistem manajemen.
  • 5 – Kepemimpinan: Mendefinisikan tanggung jawab manajemen puncak, konten tingkat tinggi dari Kebijakan Keamanan Informasi, serta peran dan tanggung jawab. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan komitmen manajemen eksekutif untuk mempertahankan SMKI yang efektif dan kebijakan keamanan, dan secara formal menetapkan peran dan tanggung jawab terkait keamanan.
  • 6 – Perencanaan: Mendefinisikan tujuan keamanan informasi, persyaratan untuk penilaian risiko, perlakuan risiko, dan Pernyataan Penerapan. Tujuan keamanan informasi dapat ditentukan dengan menetapkan rencana tentang cara mencapainya dan mengambil tindakan untuk mengatasi risiko & peluang dalam organisasi.
  • 7 – Dukungan: Mendefinisikan persyaratan untuk ketersediaan sumber daya, kompetensi, kesadaran, komunikasi, dan pengendalian dokumen dan catatan dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan, komunikasi, dan pelatihan mengenai kesadaran keamanan informasi.
  • 8 – Operasi: Mendefinisikan penerapan penilaian dan perlakuan risiko, serta kontrol dan proses lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan keamanan informasi. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan pendekatan berbasis risiko untuk penilaian, mengidentifikasi risiko dan bagaimana hal itu dapat ditangani, mengembangkan rencana penanganan risiko, dan menerapkannya pada risiko yang teridentifikasi.
  • 9 – Evaluasi kinerja: Menentukan persyaratan untuk pemantauan, pengukuran, analisis, evaluasi, audit internal, dan tinjauan manajemen.
  • 10 – Peningkatan: Mendefinisikan persyaratan untuk ketidaksesuaian, koreksi, tindakan korektif, dan peningkatan berkelanjutan dengan memanfaatkan peluang untuk membuat proses dan kontrol keamanan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Security Controls (Annex A)

Lampiran A / Annex A atau bagian kontrol ISO 27001 berisi satu set 114 kontrol keamanan atau perlindungan standar industri yang dikelompokkan ke dalam 14 bagian, yang diatur dalam kategori berikut:

  • Kebijakan keamanan informasi: Menentukan arah dan aturan manajemen untuk keamanan informasi sesuai dengan persyaratan bisnis dan undang-undang dan peraturan yang relevan.
  • Organisasi keamanan informasi: Mendefinisikan struktur organisasi untuk memulai dan mengontrol pelaksanaan keamanan informasi.
  • Keamanan sumber daya manusia: Memastikan bahwa karyawan dan kontraktor memahami tanggung jawab mereka dan cocok untuk peran yang mereka pertimbangkan; dan menyadari dan memenuhi tanggung jawab keamanan informasi mereka sebelum, selama, dan setelah bekerja.
  • Manajemen aset: Mengidentifikasi aset organisasi dan menentukan tanggung jawab perlindungan yang sesuai, seperti mencegah pengungkapan yang tidak sah, modifikasi, penghapusan, atau penghancuran informasi yang disimpan di media.
  • Kontrol akses: Memastikan pembatasan akses ke informasi dan fasilitas pemrosesan informasi, sehingga memastikan akses pengguna yang berwenang, dan untuk mencegah akses yang tidak sah ke sistem dan layanan.
  • Kriptografi: Memastikan penggunaan kriptografi yang tepat dan efektif untuk melindungi kerahasiaan, keaslian, dan integritas informasi.
  • Keamanan fisik dan lingkungan: Mencegah akses fisik yang tidak sah, kerusakan, dan gangguan terhadap informasi organisasi dan fasilitas pemrosesan informasi.
  • Keamanan operasi: Memastikan operasi fasilitas pemrosesan informasi yang benar dan aman.
  • Keamanan komunikasi: Memastikan perlindungan informasi dalam jaringan dan fasilitas pemrosesan informasi pendukungnya dan menjaga keamanan informasi yang ditransfer dalam suatu organisasi dan dengan entitas eksternal apa pun
  • Sistem akuisisi, pengembangan, dan pemeliharaan: Memastikan bahwa keamanan informasi merupakan bagian integral dari sistem informasi di seluruh siklus hidup. Ini juga mencakup persyaratan untuk sistem informasi yang menyediakan layanan melalui jaringan publik.
  • Hubungan pemasok: Memastikan perlindungan aset organisasi yang tersedia bagi pemasok.
  • Manajemen insiden keamanan informasi: Memastikan pendekatan yang konsisten dan efektif untuk pengelolaan insiden keamanan informasi, termasuk komunikasi tentang peristiwa dan kelemahan keamanan.
  • Aspek keamanan informasi dari manajemen kelangsungan bisnis: Menanamkan kesinambungan keamanan informasi dalam sistem Manajemen Kontinuitas Bisnis (BCM) organisasi.
  • Kepatuhan: Mencegah pelanggaran kewajiban hukum, undang-undang, peraturan atau kontrak yang terkait dengan keamanan informasi dan persyaratan keamanan apa pun, termasuk kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan kontrak serta tinjauan keamanan informasi.

Menjadi Harus Sesuai ISO/IEC 27001:2013: Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, Bagaimana

Siapa: ISO/IEC 27001:2013 cocok untuk organisasi yang ingin meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi mereka menggunakan standar praktik kerja unggulan keamanan informasi yang dikenal luas dan mendapatkan jaminan keamanan wajib.

Kapan: Suatu organisasi dapat menerapkan dan mendapatkan sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 kapan saja, tetapi itu tidak wajib. Organisasi dapat memilih untuk menerapkan standar terlebih dahulu dan mendapatkan sertifikasi kemudian ketika organisasi dipaksa oleh peraturan atau ketika organisasi ingin meningkatkan kepercayaan di antara pelanggan dan klien, memberikan jaminan keamanan yang diperluas.

Dimana: Standar dapat diadopsi dan diterapkan di organisasi mana pun terlepas dari ukuran, jenis, sifatnya, milik swasta atau negara, laba atau non laba.

Mengapa: ISO/IEC 27001:2013 akan menguntungkan organisasi dengan menerapkan keamanan secara komprehensif. Ini membantu organisasi mematuhi persyaratan hukum, mencapai keuntungan pemasaran dengan meyakinkan pelanggan tentang keamanan, menurunkan biaya dengan mencegah insiden, dan lebih terorganisir dengan mendefinisikan proses dan prosedur untuk pendekatan terkoordinasi untuk keamanan informasi.

Bagaimana: Sebuah organisasi yang ingin meningkatkan sistem manajemen keamanannya menggunakan ISO/IEC 27001:2013 sebagai standarnya akan menjalani kegiatan berikut:

  • Analisis kesenjangan: Langkah pertama dalam mencapai kepatuhan, analisis kesenjangan dilakukan baik secara internal maupun oleh pakar keamanan informasi eksternal. Analisis kesenjangan membantu organisasi memahami sepenuhnya persyaratan dan kontrol mana yang mereka lakukan dan tidak patuhi.
  • Remediasi: Untuk setiap persyaratan dan kontrol yang tidak dipatuhi organisasi, organisasi dapat membuat perubahan pada orang, proses, dan teknologinya agar sesuai.
  • Ukur, Pantau, dan Tinjau: Kinerja SMKI diperlukan untuk terus-menerus dianalisis dan ditinjau untuk efektivitas dan kepatuhan, selain mengidentifikasi peningkatan pada proses dan kontrol yang ada.
  • Audit internal: Pengetahuan kerja praktis tentang proses audit utama diperlukan untuk SMKI pada interval yang direncanakan dan juga penting bagi para juara yang bertanggung jawab untuk menerapkan dan mempertahankan kepatuhan ISO/IEC 27001:2013 sebelum melakukan audit sertifikasi oleh auditor eksternal atau organisasi yang berwenang untuk mensertifikasi dan mendaftarkan organisasi sebagai sesuai ISO/IEC 27001:2013.
  • Sertifikasi dan pendaftaran: Selama audit sertifikasi Tahap Satu, auditor akan menilai apakah dokumentasi memenuhi persyaratan standar ISO/IEC 27001:2013 dan menunjukkan area ketidaksesuaian dan potensi peningkatan sistem manajemen. Setelah perubahan yang diperlukan telah dibuat, organisasi kemudian akan siap untuk audit pendaftaran Tahap Dua. Selama audit Tahap Dua, auditor akan melakukan penilaian menyeluruh untuk menetapkan apakah organisasi mematuhi standar ISO/IEC 27001:2013.

10 Contoh Perintah Ping di Linux Server

Ping adalah utilitas jaringan lintas platform yang sederhana dan banyak digunakan untuk menguji apakah sebuah host dapat dijangkau di jaringan Internet Protocol (IP). Ia bekerja dengan mengirimkan serangkaian pesan ECHO_REQUEST Internet Control Message Protocol (ICMP) ke host target dan menunggu balasan gema ICMP (atau ECHO_RESPONSE).

Jika Anda pengguna VPS Murah dan Dedicated Server Murah dari Herza Cloud, maka Artikel ini akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Anda dapat menjalankan tes ping untuk menentukan apakah komputer Anda dapat berkomunikasi dengan komputer lain (host target); ini membantu Anda menentukan:

  • apakah host target dapat dijangkau (aktif) atau tidak,
  • untuk mengukur jumlah waktu yang dibutuhkan paket untuk sampai ke host target dan kembali ke komputer Anda (waktu pulang pergi (rtt) dalam berkomunikasi dengan host target)
  • dan packet loss, dinyatakan sebagai persentase.

Outputnya adalah daftar balasan dari host target bersama dengan waktu yang dibutuhkan paket terakhir untuk mencapai host target dan kembali ke komputer Anda. Ini juga menunjukkan ringkasan statistik pengujian, biasanya termasuk jumlah paket yang dikirim dan yang diterima, persentase kehilangan paket; minimum, maksimum, waktu pulang pergi rata-rata, dan standar deviasi rata-rata (mdev). Jika tes ping gagal, Anda akan melihat pesan kesalahan sebagai output.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan 10 contoh perintah ping praktis untuk menguji keterjangkauan sebuah host di jaringan.

Pelajari Contoh Perintah Ping

1. Anda dapat menjalankan tes ping sederhana untuk melihat apakah host target www.google.com dapat dijangkau atau tidak. Anda juga dapat menggunakan alamat IP alih-alih nama domain seperti yang ditunjukkan.

$ ping www.google.com
OR
$ ping 216.58.212.78

Contoh Hasil Ping

Pinging www.google.com [216.239.38.120] with 32 bytes of data:
Reply from 216.239.38.120: bytes=32 time=1ms TTL=119
Reply from 216.239.38.120: bytes=32 time=1ms TTL=119
Reply from 216.239.38.120: bytes=32 time=2ms TTL=119
Reply from 216.239.38.120: bytes=32 time=1ms TTL=119

Ping statistics for 216.239.38.120:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 1ms, Maximum = 2ms, Average = 1ms

Dari hasil perintah diatas, ping berhasil dan tidak ada paket yang hilang. Satu hal penting yang perlu diperhatikan, dalam output tes ping adalah waktu di akhir setiap balasan ping. Dengan asumsi Anda melakukan pengujian ping ke server Anda, maka nilainya di sini sangat penting, tergantung pada jenis aplikasi yang Anda jalankan di server.

Jika, misalnya, Anda memiliki aplikasi web di mana satu permintaan pengguna menghasilkan begitu banyak kueri ke database untuk menghasilkan hasil di UI, maka waktu ping yang lebih rendah ke server tertentu menyiratkan lebih banyak data yang dikirim tanpa penundaan dan sebaliknya adalah benar.

2. Anda dapat menentukan jumlah ECHO_REQUEST yang akan dikirim setelah ping keluar, menggunakan flag -c seperti yang ditunjukkan (dalam hal ini tes ping akan berhenti setelah mengirim 5 paket).

$ ping -c 5 8.8.8.8
PING 8.8.8.8 (8.8.8.8) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 8.8.8.8: icmp_seq=1 ttl=120 time=1.11 ms
64 bytes from 8.8.8.8: icmp_seq=2 ttl=120 time=0.497 ms
64 bytes from 8.8.8.8: icmp_seq=3 ttl=120 time=0.653 ms
64 bytes from 8.8.8.8: icmp_seq=4 ttl=120 time=0.507 ms
64 bytes from 8.8.8.8: icmp_seq=5 ttl=120 time=1.98 ms

--- 8.8.8.8 ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 72ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.497/1.349/1.977/1.333 ms

3. Tanda -i memungkinkan Anda untuk mengatur interval dalam hitungan detik antara pengiriman setiap paket, nilai defaultnya adalah satu detik.

$ ping -i 3 -c 5 www.google.com

4. Untuk menentukan respons jaringan Anda dalam kondisi beban tinggi, Anda dapat menjalankan “ping flood” yang mengirimkan permintaan secepat mungkin, menggunakan sakelar -f. Hanya root yang dapat menggunakan opsi ini, jika tidak, gunakan perintah sudo untuk mendapatkan hak akses root.

$ sudo ping -f www.google.com
OR
$ sudo ping -f -i 3 www.google.com	#specify interval between requests 

PING www.google.com (172.217.163.36) 56(84) bytes of data.
.......................................................................................................................................................................................^C
--- www.google.com ping statistics ---
2331 packets transmitted, 2084 received, 10% packet loss, time 34095ms
rtt min/avg/max/mdev = 29.096/29.530/61.474/1.417 ms, pipe 4, ipg/ewma 14.633/29.341 ms

5. Anda dapat mengaktifkan ping siaran menggunakan -b seperti yang ditunjukkan.

$ ping -b 8.8.8.8

6. Untuk membatasi jumlah hop jaringan (TTL – Time-to-live) yang dilintasi probe, gunakan flag -t. Anda dapat mengatur nilai apa pun antara 1 dan 255; sistem operasi yang berbeda menetapkan default yang berbeda.

Setiap router yang menerima paket mengurangi setidaknya 1 dari hitungan dan jika hitungan masih lebih besar dari 0, router meneruskan paket ke hop berikutnya, jika tidak maka akan dibuang dan mengirimkan respon ICMP kembali ke komputer Anda.

Dalam contoh ini, TTL telah terlampaui dan tes ping gagal, seperti yang ditunjukkan pada tangkapan layar.

$ ping -t 10 www.google.com
Set Ping TTL Count

7. Ukuran paket default harus cukup untuk pengujian ping, namun Anda dapat mengubahnya untuk memenuhi kebutuhan pengujian spesifik Anda. Anda dapat menentukan ukuran payload, dalam jumlah byte menggunakan opsi -s, yang akan menghasilkan ukuran paket total dari nilai yang diberikan ditambah 8 byte tambahan untuk header ICMP.

$ ping -s 1000 www.google.com

8. Jika preload ditentukan, ping mengirim banyak paket yang tidak menunggu balasan. Perhatikan bahwa hanya root yang dapat memilih preload lebih dari 3, jika tidak, gunakan perintah sudo untuk mendapatkan hak akses root.

$ sudo ping -l 5 www.google.com 

9. Anda juga dapat menyetel waktu untuk menunggu respons, dalam hitungan detik, menggunakan opsi -W seperti yang ditunjukkan.

$ ping -W 10 www.google.com

10. Untuk mengatur batas waktu dalam hitungan detik, sebelum ping keluar terlepas dari berapa banyak paket yang telah dikirim atau diterima, gunakan flag -w.

$ ping -w 10 www.google.com

Catatan: Ping mungkin tidak selalu digunakan untuk menguji konektivitas jaringan, ini hanya memberi tahu Anda apakah alamat IP aktif atau tidak aktif. Biasanya digunakan bersama dengan program traceroute, tetapi, MTR – alat diagnostik jaringan modern menggabungkan fungsionalitas ping dan traceroute dan menawarkan banyak fitur tambahan.

Untuk daftar lengkap alat jaringan, lihat: 10 Perintah Linux untuk Memeriksa Jaringan