Apa itu Tier dan Tingkatannya dalam Data Center?

Apa itu Tier dan Tingkatannya dalam Data Center?

Apa itu Tier dan Tingkatannya Dalam Data Center?

Apa itu Tier? Seiring dengan pertumbuhan penggunaan teknologi dan data digital, penting bagi perusahaan yang memiliki data besar (big data) dan data bersifat rahasia untuk menggunakan Data Center sebagai solusi penyimpanan dan pengamanan data yang aman dan terjamin.

Data center menjadi inti dari semua aktivitas yang terkait dengan pengolahan dan pemrosesan data digital dalam sebuah perusahaan.

Salah satu konsep penting dalam dunia data center adalah “Tier”. Secara sederhana, Tier ini bisa diartikan sebagai “tingkatan”.

Tier ini membantu dalam membedakan kualitas dan kemampuan antara satu data center dengan yang lainnya.

Semakin tinggi tier suatu data center, maka umumnya akan semakin baik kualitasnya dan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi pula.

Makin penasaran dengan apa itu tier dan bagaimana tingkatan tier data center? Yuk simak artikel di bawah ini.

Baca juga: Fungsi Data Center? Yuk Cari Tahu! – Herza Cloud

Apa itu Tier dalam Data Center?

Apa itu Tier?
Apa itu Tier?

Tier merupakan sistem penilaian yang menunjukkan tingkat keunggulan teknologi dan keamanan dalam sebuah pusat data. Konsep tier ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990-an.

Pengelompokan tier ini sangat berguna untuk membandingkan kinerja dan kualitas antara satu data center dengan yang lainnya.

Semakin tinggi tier-nya, semakin baik kualitasnya dan biasanya memiliki harga yang lebih tinggi.

Anda bisa mengibaratkan istilah tier ini seperti hotel berbintang. Setiap bintang menunjukkan seberapa lengkap fasilitas yang tersedia di dalam hotel tersebut.

Sama halnya dengan data center, ada beberapa tier yang membagi infrastruktur data berdasarkan fitur, kinerja, dan tingkat keamanannya.

Baca juga: Perbedaan Data Center dan Disaster Recovery Center (herza.id)

Tingkatan Tier Data Center

Tingkatan Tier Data Center
Tingkatan Tier Data Center

Terdapat empat tingkatan tier berdasarkan standar Telecommunication Industry Association (TIA) 942.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai masing-masing klasifikasi tier sebagai panduan Anda dalam memilih data center:

Tier 1 – Basic Site Infrastructure

Tier 1 (Tingkat (uptime) mencapai 99,671%) Biasanya ditemukan di perusahaan yang memiliki data center internal dengan infrastruktur standar yang memenuhi persyaratan sebuah pusat data.

Perangkat IT dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundan, atau satu uplink per satu server.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99,671%, yang berarti maksimal 28,8 jam downtime dalam setahun.

Fokusnya adalah untuk melayani aktivitas operasional selama jam kerja, didukung oleh UPS dan generator. Namun, keberadaan genset, raised floor, dan UPS bersifat opsional.

Preventif maintenance dilakukan dengan men-shutdown keseluruhan sistem. Tingkat keamanan terhadap gangguan yang terencana atau tidak cenderung rentan.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini biasanya memakan waktu singkat, maksimal 3 bulan.

Tier 2 – Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Data center Tier 2 (Tingkat (uptime) mencapai 99.741%) Pada dasarnya mirip dengan Tier 1, namun telah ditambah dengan komponen redundant (berkemampuan cadangan).

Selain UPS yang wajib, data center Tier 2 harus memiliki generator cadangan sebagai persiapan saat terjadi pemadaman listrik dari PLN. Raised floor juga harus ada.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.741%, yang berarti maksimal 22 jam downtime dalam setahun.

Memiliki komponen redundant N+1 dan backup daya sehingga downtime lebih singkat.

Tingkat keamanan terhadap gangguan yang terencana atau tidak cenderung agak rentan.

Preventif maintenance dilakukan dengan shutdown pada jalur listrik dan bagian infrastruktur tertentu yang membutuhkan shutdown.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 3-6 bulan.

Tier 3 – Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Data center Tier 3 (Tingkat (uptime) mencapai 99.982%) Merupakan standar internasional dari segi infrastruktur, fasilitas, dan tingkat keamanan.

Tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.982%, yang berarti maksimal 1,6 jam downtime dalam setahun.

Harus memiliki lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan (multi network link) untuk memenuhi syarat “no shutdown”.

Raised floor, UPS, generator cadangan, serta sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin juga harus tersedia, serta komponen redundant N+1.

Tingkat keamanannya tinggi karena dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam dan bangunan yang tidak rentan terhadap bencana.

Preventif maintenance dilakukan dengan memindahkan beban ke sistem cadangan saat maintenance sistem utama dilakukan.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15-20 bulan.

Tier 4 – Fault Tolerant Site Infrastructure

Data center Tier 4 (tingkat (uptime) mencapai 99.995) pada dasarnya hampir sama dengan Tier 3, namun dengan toleransi downtime hanya 30 menit dalam setahun, dengan tingkat ketersediaan (uptime) mencapai 99.995%.

Memiliki raised floor, UPS, dan generator cadangan, serta sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin.

Tingkat keamanannya sangat tinggi karena dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam dan tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak.

Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15-20 bulan.

Itulah tingkatan tier dalam data centar, untuk lebih memahami perbedaan antara tier satu dengan lainnya silahkan lihat kolom di bawah ini:

Tier 1

  1. Infrastruktur dasar dengan satu jalur distribusi non-redundan.

  2. Uptime sekitar 99,671% per tahun.

  3. Toleransi downtime maksimal 28 jam setiap tahun.

  4. Biasanya digunakan oleh perusahaan yang memiliki pusat data internal.

  5. UPS digunakan sebagai sarana backu.

Tier 2

  1. Mirip dengan Tier 1, tetapi ditambah dengan komponen redundant.

  2. Dilengkapi dengan generator cadangan untuk mengatasi pemadaman listrik.

  3. Uptime sekitar 99,741% per tahun.

  4. Toleransi downtime maksimal 22 jam setiap tahun.

  5. Memiliki raised floor untuk mengatur kabel dan pendingin udara.

Tier 3

  1. Standar internasional dengan infrastruktur dan fasilitas yang lengkap.

  2. Dilengkapi dengan lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan.

  3. Uptime sekitar 99,982% per tahun.

  4. Toleransi downtime maksimal 1,6 jam setiap tahun.

  5. Sistem keamanan 24 jam dan tidak rentan terhadap bencana.

Tier 4

  1. Hampir sama dengan Tier 3, tetapi dengan toleransi downtime hanya 30 menit per tahun.|

  2. Uptime sekitar 99,995% per tahun.

  3. Memiliki komponen redundant N+1 dan backup power.

  4. Dilengkapi dengan sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin.

  5. Sangat aman dan tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak.

Baca juga: Datacenter Tier 4 Pertama di Indonesia – Herza Cloud

Herza Cloud Sudah Tier 4?

Uptime dan keamanan data merupakan fokus utama PT Herza Digital Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan kami.

Kami memberikan jaminan SLA (Service Level Agreement) dengan tingkat uptime yang tinggi, didukung oleh keamanan data yang dijamin oleh salah satu Infrastruktur Data center terbaik di Indonesia, yaitu Data Center Tier 4 yang terletak di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Selain dari jaminan Uptime, Data Center Tier 4 juga telah dilengkapi dengan berbagai sertifikasi diantaranya ISO 27001, ISO 14001, ISO 45001, SOC 1 Type II, SOC 2 Type II, PCI DSS Compliant, dan Tier IV Design & Facility dari Uptime Institute.

Jika Anda membutuhkan VPS di Data Center Tier 4 silahkan hubungi Herza Cloud.

Kami menyediakan layanan VPS di Data Center Tier 4 pertama di Indonesia yang memberikan performa dan Teknologi Terkini.

Menggunakan 100% NVME dengan konfigurasi RAID 10 untuk menjaga keamanan data Anda.

Dilengkapi dengan generasi terkini dari CPU Intel dan memberikan jaminan Uptime sebesar 99,9%.

Kami juga menyediakan Rack Colocation di Datacenter Tier 4 Indonesia untuk layanan Full Rack dan Half Rack Colocation.

Selain itu, kami menyediakan Layanan Colocation di AREA31 Data Center.

AREA31 ini cocok dijadikan sebagai data center untuk primary dan Disaster Recovery Center (DRC) karena letaknya yang cukup strategis dan mudah diakses.

Data center ini sudah tersertifikasi ISO 9001, 27001, 45001, dan PCI DSS. Ia juga telah mendapatkan sertifikasi Rated 3 Facilities dan ISO/IEC 22237 Availability Class 3 & Protection Class 3 dari EPI.

AREA31 merupakan yang PERTAMA di ASEAN yang menerima ISO/IEC 22237. Hal itu membuat AREA31 dapat dipercaya dan mumpuni sebagai pusat data center.

Untuk info selanjutnya, silahkan hubungi kami di sini!

8 Tips Memilih Colocation Server yang Baik!

tips memilih colocation server

Tips Memilih Colocation Server- Ketika kamu tertarik menggunakan layanan Colocation Server untuk mengembangkan usaha dengan mudah, hal pertama yang kamu harus pertimbangkan adalah mencari cara bagaimana memilih penyedia layanan Colocation Server yang baik.

Untuk saat ini, perusahaan penyedia layanan Colocation yang tersebar di seluruh Indonesia semakin bertambah banyak karena kebutuhan penggunaan layanan ini semakin meningkat.

Hal tersebut mengharuskan kamu untuk lebih jeli dalam memilih mana penyedia Colocation Server dengan pelayanan yang baik.

Artikel berikut ini akan mengulas mengenai tips apa saja yang harus kamu tahu dengan benar saat akan menggunakan layanan Colocation.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan tersebut, kami akan mengulas terlebih dahulu apa sebenarnya Colocation Server?

Apa Itu Colocation Server?

Colocation server adalah layanan yang menyediakan ruang, listrik, konektivitas internet, dan dukungan teknis lain untuk menempatkan server kamu di fasilitas data center milik pihak penyedia layanan Colocation Server.

Artinya, penyedia Colocation akan memberikan layanan berupa penyewaaan ruangan untuk sebuah perusahaan menempatkan servernya di sebuah data center.

Jadi mudahnya, server milik perusahaan dititipkan pada suatu penyedia layanan Colocation Server.

Misalnya, suatu perusahaan A membutuhkan tempat dan fasilitas untuk menempatkan servernya. Penyedia layanan Colocation akan menyediakan apa yang dibutuhkan terkait fasilitas dan tempat server tersebut.

Beda halnya dengan Dedicated Server, Colocation Server telah memiliki servernya untuk dititipkan. Sedangkan dedicated server akan menyewa server yang penyedia telah siapkan.

Jika kamu masih bingung perbedaan antara Colocation Server dengan Dedicated server, silakan masuk ke halaman kami yang membahas Perbedaan colocation Server dan Dedicated Server.

Nah, biasanya server yang dititipkan tersebut ditempatkan pada rak-rak khusus yang disusun dengan rapi.

Akan tetapi, tidak hanya berisi rak, Colocation difasilitasi dengan kebutuhan lain, seperti :

  1. Koneksi Internet yang stabil : Colocation provider akan menyediakan akses jaringan internet yang berkecepatan tinggi dan koneksi redundan untuk server
  2. Ruangan server : Colocation provider akan menyediakan ruang khusus untuk menempatkan server kamu yang dilengkapi dengan sistem pendingin, listrik dan sistem keamanan
  3. Keamanan fisik : Colocation provider akan menyediakan pengamanan fisik yang tinggi, seperti sistem deteksi dan pencegahan intrusi, CCTV, dan penguncian server yang aman.
  4. Dukungan teknis : Colocation provider akan menyediakan dukungan teknis yang responsif dan profesional untuk membantu Anda dalam mengatasi masalah yang mungkin terjadi pada server Anda.

Dalam menentukan penyedia Colocation Server kamu juga harus memahami bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan Colocation Server.

Maka dari itu, sudah seharusnya  dipertimbangkan secara baik, karena bagaimanapun hal tersebut akan menyangkut keamanan data perusahaan.  

Untuk itu, berikut ada rangkuman beberapa cara/tips memilih layanan Colocation Server.

Bagaimana Tips Memilih Colocation Server yang Baik?

tips memilih colocation


Berikut kami telah merangkum  8 tips memilih Colocation Server yang baik yang harus kamu tahu, yaitu :

  1. Cari sebanyak mungkin tentang Provider Colocation
  2. Pelajari Profil Provider Colocation dan Cari Tahu Juga Reputasi Perusahaannya
  3. Sesuaikan dengan Kebutuhan
  4. Harga
  5. Lokasi yang aman
  6. Konektivitas stabil
  7. Standard Keamanan yang tinggi
  8. Support

1. Cari Sebanyak Mungkin Mengenai Provider Colocation

Saat kamu hendak menggunakan layanan colocation server, akan sangat baik kamu mencari tahu sebanyak mungkin penyedia colocation server yang ada di Indonesia.

Referensi penyedia colocation yang banyak akan sangat membantumu untuk dapat membandingkan mana perusahaan penyedia colocation yang terbaik dan paling layak digunakan.

Referensi mengenai provider colocation juga akan mendorong kamu untuk bisa mendapatkan Colocation Server yang kamu butuhkan.

Sekarang, referensi tersebut bisa didapatkan dengan mudah saat kamu berselancar di Internet.

Bisa juga dengan bertanya pada orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya.

Atau, bisa juga dengan melihat review salah satu pelanggan penyedia Colocation Server.

Intinya, kamu harus cerdas mencari informasi sebanyak dan sedetail mungkin agar langkah menentukan penyedia Colocation Server kamu tidak salah. 

2. Pelajari Profil Provider Colocation dan Cari Tahu Juga Reputasi Perusahaannya

Reputasi perusahaan penyedia Colocation berhubungan dengan feedback atau reaksi pelanggan yang telah menggunakan layanan tersebut.

Misalnya, kepuasan pelanggan yang banyak. Review dan kesan berlangganan pada provider layanan Colocation.

Semakin banyak pelanggan yang memilih perusahaan sebagai pemenuhan kebutuhan Colocation Servernya, berarti perusahaan tersebut telah terpercaya dan terbukti telah memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggannya.

Dengan demikian, reputasi perusahaan semakin baik dan kamu bisa pertimbangkan hal tersebut.

3. Sesuaikan dengan Kebutuhan


Kebutuhan Colocation Server pada masing-masing perusahaan tentu saja berbeda-beda.

Jadi, jangan lupa sesuaikan kebutuhan layanan Colocation Server karena berpengaruh pada biaya bulanannya.

Nah, kebutuhan layanan Colocation Server, seperti :

  1. Jumlah server yang dibutuhkan
  2. Kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan
  3. Kebutuhan bandwith yang dibutuhkan
  4. Kebutuhan resource seperti CPU dan RAM
  5. Kebutuhan sistem operasi dan aplikasi yang digunakan
  6. Kebutuhan pemeliharaan dan dukungan teknis.

4. Harga

tips memilih colocation Server


Layanan paket Colocation yang murah memang menguntungkan.

Akan tetapi, jangan langsung tergiur dengan harga layanannya yang murah.

Karena jika hanya berorientasi pada colocation yang murah, tanpa memperhatikan kelebihan aspek lain, kamu akan menyesal dan merugi di kemudian hari.

5. Lokasi

tips memilih colocation Server


Selain harga, lokasi pun harus kamu perhatikan. Sebaik mungkin pilihlah lokasi yang dekat dengan target market kamu.

Mengapa begitu? Sebab, hal ini akan mengurangi waktu latency (penundaan) dan akan meningkatkan kecepatan akses ke server.

Selain itu, pilihlah penyedia Colocation yang lokasi gedungnya aman dari segala macam bencana alam.

6. Konektivitas

Konektivitas jaringan Internet yang stabil merupakan faktor yang sangat penting dalam menjamin kontinuitas operasional dan keamanan data.

Konektivitas yang stabil tersebut akan memastikan bahwa server kamu dapat beroperasi dan terus tersedia meskipun suatu saat mengalami masalah pada konektivitas jaringan.

Konektivitas jaringan ini pun akan berhubungan dengan keamanan data server. Karena konektivitas jaringan akan memastikan data yang disimpan pada server bisa aman dan terlindungi dari serangan jaringan.

Untuk itu, pastikan bahwa penyedia Colocation yang akan kamu pilih telah menyediakan konektivitas jaringan yang tinggi.  

7. Standard Keamanan

Penyedia colocation server harus memenuhi beberapa standar keamanan guna menjamin keamanan server dan data yang dihosting.

Nah, beberapa standar keamanan yang harus dipenuhinya ialah sebagai berikut :

  1. Sistem pengamanan fisik: Penyedia Colocation harus menyediakan sistem pengamanan fisik yang baik, seperti sistem deteksi dan pencegahan intrusi, CCTV, dan penguncian server yang aman.
  2. Keamanan jaringan: Penyedia colocation juga harus menyediakan sistem keamanan jaringan yang baik, seperti firewall, intrusion detection/prevention system (IDPS), dan sistem deteksi ancaman.
  3. Keamanan data: Penyedia colocation harus menyediakan sistem keamanan data yang baik, seperti enkripsi data, sistem backup, recovery data, dan sistem deteksi ancaman.

8. Support

Tips terakhir ialah Support.

Supprot yang diberikan oleh penyedia Colocation Server sangat penting untuk menjamin kontinuitas operasional server.

Oleh karena itu, ada beberapa jenis dukungan yang biasanya diberikan oleh penyedia Colocation kepada penggunanya, ialah :

  1. Dukungan Teknis: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan teknis yang responsif dan profesional, seperti bantuan dalam instalasi dan konfigurasi server, perbaikan masalah yang terjadi pada server, dan dukungan dalam mengatasi masalah jaringan.
  2. Remote Hands Support: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan untuk aktivitas fisik yang diperlukan pada server, seperti mengganti komponen server, menambah atau mengurangi kapasitas server, dan mengkonfigurasi perangkat jaringan.
  3. Monitoring: Penyedia Colocation harus menyediakan fasilitas monitoring server dan jaringan yang berkelanjutan yang gunanya untuk bisa mengidentifikasi dan mengatasi masalah sebelum menyebar.
  4. Dukungan pemeliharaan: Penyedia Colocation harus menyediakan dukungan dalam pemeliharaan server, seperti software updates, security patches, dan maintenance rutin.
  5. Dukungan 24/7: Penyedia Colocation juga harus menyediakan dukungan 24/7 untuk memastikan bahwa server dapat beroperasi dengan stabil dan terus tersedia setiap saat.

Lalu, Mengapa Harus Colocation Herza Cloud?

Pertanyaan mengapa harus Colocation dari Herza Cloud adalah karena kelebihan Colocation kami, seperti :

colocation herza
Keunggulan colocation herza

  1. Tersertifikasi ISO 9001:2015 & 27001:2013
  2. Pilihan Data Center Terbaik dan Teraman di Indonesia dengan sertifikasi Tier-3 dan Tier-4
  3. Server dapat online di Hari yang sama atau sesuai permintaan dan kebutuhan Anda
  4. Datacenter dilengkapi dengan fasilitas Next Genaration Firewall untuk pengamanan Botnet & Malware, SQL Injection, Flood, dan lainnya
  5. Herza Network memiliki Interkoneksi ke IXP (Internet Exchange Point) terbanyak di Indonesia
  6. Dengan Uplink 10 Gbps Multi Backbone dan Multi Peering di Indonesia antara lain adalah NCIX (Telkom), JKT-IX, OpenIXP, IIX, DCI-IX, BIX-Jakarta, CDIX, C2-IX, BatamIX, dan CloudXchange.
  7. Herza Cloud memiliki PNI (Private Network Interconnection) langsung ke Google, jadi Latency paling rendah.
  8. Direct Peering ke Content Provider terkemuka didunia seperti Amazon, Akamai, Microsoft, Cloudflare, Facebook, Garena, Shopee, Zenlayer & Imperva
  9. Mempunyai Direct Peering ke IXP Internasional seperti SGIX
  10. Technical Support dan Network Operation Center (NOC) melayani 24 Jam setiap hari
  11. Technical Support akan membantu 24 Jam melalui Livechat, Telepon dan Ticket System
  12. Gratis Hands-On untuk melakukan (Reboot/Power On/Power OFF) Server
  13. Dapat melakukan kunjungan Data Center kapan saja dan didampingi tim Support
  14. Bisa Announce IPv4/IPv6 & ASN bag yang sudah memiliki IP dan ASN sendiri (Opsional)
  15. Infrastruktur kami sudah didukung layanan Anti DDoS Blackhole Community untuk Anda yang punya kebutuhan khusus akan keamanan dan perlindungan server
  16. Dapat melakukan Interkoneksi antar Rack atau antar Data Center yang berbeda
  17. Mendapatkan Private Access untuk layanan Colocation Full Rack (45U)

Herza Cloud menyediakan Layanan Colocation Server 1U hingga 4U Server Rackmount, Tower Server dan juga Layanan Rack Colocation dengan 5U Slot, 10U Slot, 20U Slot (Half Rack), 45U Slot (Full Rack) dibeberapa Datacenter Tier3 dan Tier 4 Indonesia.

Untuk kebutuhan Sewa Rack baik itu Full Rack, Half Rack atau bahkan 10U, silahkan ke halaman Sewa Rack Colocation.

Untuk Budget Colocation, kami menyediakan Layanan Colocation Server Murah di Datahall, Kalibata dan Gedung Tifa.

Sedangkan untuk kebutuhan Tier 3 Datacenter, kami menyediakan Gedung Cyber, Neucentrix (Karet Tengsin), Biznet Technovillage, IDC Duren TIga dan NTT-JKT2 untuk Premium Datacenter Tier 3. Tersedia juga Tier 4 Datacenter di DCI Cibitung dengan Uptime 99,999%.

Apa itu Colocation Server?

Datacenter

Colocation Server atau yang biasa disebut dengan colo, adalah layanan fasilitas Datacenter dimana sebuah entity / perusahaan ataupun perorangan dapat menyewa ruang untuk server dan perangkat keras komputasi lainnya.

Layanan Colocation Server Murah dari Herza telah menyediakan rack, pendinginan, listrik, bandwidth, dan keamanan fisik, sementara pelanggan menyediakan servernya.

Layanan Colocation Server dibagi menjadi dua bagian. Yaitu layanan Unmanaged Colocation dan Managed Colocation. Berikut penjelasan mengenai kedua hal tersebut.

Unmanaged Colocation

Jika Anda membutuhkan Layanan Colocation Server Murah yang tidak terlalu membutuhkan Uptime atau Ketersediaan yang tinggi, maka Unmanaged Colocation cocok untuk Anda. Di sini, semua perangkat keras dan perangkat lunak harus disediakan dan dikelola oleh Anda sendiri. Ini sebenarnya memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar untuk apa yang dapat Anda lakukan. Tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak pekerjaan dan tanggung jawab untuk Anda, karena Anda perlu melakukan semua peningkatan, menjaga konfigurasi, patch, keamanan, pemecahan masalah, dll.

Managed Colocation

Kebalikannya dengan Managed Colocation Server. Jika Anda membutuhkan layanan dengan SLA / Uptime / Ketersediaan yang tinggi, maka Managed Colocation adalah layanan yang paling tepat untuk Anda. Karena dengan Managed Colocation, Server Anda akan selalu dipantau oleh Tim kami dengan Proactive Monitoring dan Anda akan dihubungi langsung jika terjadi permasalahan dengan Server Anda untuk instruksi atas tindakan yang dibutuhkan, tanpa Anda harus hadir di Datacenter untuk melakukannya sendiri.

Dengan Layanan Managed Service, segala permasalahan dengan perangkat Anda bisa ditangani oleh Tim Datacenter Operation kami 24/7 mulai dari permasalahan perangkat lunak dan juga perangkat keras.

Keunggulan dari Layanan Colocation

Bisnis dapat memanfaatkan beberapa manfaat dengan memanfaatkan layanan colocation. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Menyewa ruang di fasilitas colocation lebih murah daripada membangun atau memperluas Datacenter Anda sendiri dikantor ataupun dirumah.
  • Fasilitas colocation memungkinkan penyewa untuk menggunakan server dan perangkat keras penyimpanan yang mereka pilih sendiri.
  • Datacenter colocation mematuhi protokol keamanan fisik yang ketat dan mungkin juga menawarkan perlindungan terhadap serangan siber.
  • Fasilitas colocation hampir selalu menyediakan layanan dukungan teknis di tempat.

Bangunan dan Fasilitas

Sama seperti ada perbedaan antara gedung perkantoran, ada juga perbedaan antara Datacenter. Beberapa perbedaan ini terkait dengan cara Datacenter dibangun, sementara yang lain lebih berkaitan dengan efisiensi operasional sebuah Datacenter.

Biasanya, Datacenter colocation akan memberi penyewa SLA yang menjamin Uptime dalam jumlah tertentu. Meskipun pusat data mungkin hanya menjamin jumlah waktu aktif tertentu — seperti 95% waktu aktif — waktu aktif Datacenter lebih sering dinyatakan dalam empat tingkatan ini:

  • Tier 1: Tidak ada redundansi atas Daya, pendinginan, dan konektivitas jaringan yang ditawarkan
  • Tier 2: Setidaknya beberapa redundansi untuk daya dan pendinginan
  • Tier 3: Mampu menahan pemadaman listrik 72 jam dan menyediakan SLA / Uptime sebesar 99,99%
  • Tier 4: Mampu menahan pemadaman listrik selama 96 jam Pusat data biasanya mengekspresikan efisiensinya melalui skor yang dikenal sebagai Power Usage Effectiveness (PUE). Skor ini mencerminkan seberapa efisien pusat data menggunakan daya. Pusat data dengan skor PUE yang baik lebih ramah terhadap lingkungan dan, umumnya, membebankan tarif yang lebih rendah kepada penyewa untuk konsumsi daya. Dan Datacenter Tier 4 mampu memberikan SLA / Uptime sebesar 99,999%

Baca juga Artikel kami berikut tentang Datacenter Tier 4 Pertama di Indonesia

Selain daripada menyediakan Uptime / SLA, penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana Datacenter dibangun. Setiap lokasi di dunia rentan terhadap setidaknya satu jenis bencana alam, jadi penting untuk memastikan bahwa Datacenter penyedia colocation dibangun dengan cara yang akan membantunya bertahan dari bencana seperti itu. Pusat data di daerah rawan badai, misalnya, sering dinilai tahan terhadap angin 150 mph.

Keamanan

Sama seperti keamanan yang sangat penting bagi Provider Cloud VPS Murah, keamanan yang baik juga penting bagi penyedia colocation. Penyedia colocation berusaha keras untuk memastikan keamanan fisik Datacenter mereka.

Baca juga Artikel kami tentang Pertimbangan dalam Memilih VPS Murah.

Beberapa penyedia colocation mendirikan pagar di pusat data sebagai cara untuk mengisolasi perangkat keras penyewa mereka. Setiap pagar memiliki gerbang pengunci sehingga penyewa hanya dapat mengakses perangkat keras pusat data mereka sendiri.

Keamanan juga cenderung diterapkan sedemikian rupa sehingga mengharuskan penyewa untuk melewati beberapa pos pemeriksaan keamanan sebelum dapat mengakses perangkat keras pusat data.

Sebagai pemegang ISO 27001:2013 – Sistem Manajemen Keamanan Informasi, Datacenter Herza telah di Audit oleh External Auditor dan menerapkan keamanan berlapis dalam mengakses perangkat di Datacenter Datacenter yang dikelolah oleh kami.