WHMCS-bridge

Pengetahuan Dasar

Cara mounting Cloud Storage Backup di Linux Server

Panduan ini menjelaskan mounting Cloud Storage Backup melalui NFS pada server Linux. Untuk SFTP, SMB, dan iSCSI, gunakan klien serta konfigurasi protokol masing-masing.

Sebelum mulai, baca panduan pengelolaan layanan.

1. Persiapkan akses NFS

  1. Login ke Portal Pelanggan, pilih layanan Cloud Storage Backup, lalu buka Kelola / Manage.
  2. Pada tab IP Control, tambahkan IP publik keluar server Linux menggunakan Add IP. Pastikan IP muncul dalam daftar. Jika aturan akun dikelola support, minta bantuan support.
  3. Pada tab Services, klik Enable pada baris NFS. Pastikan statusnya Active.
  4. Klik Access Details dan catat alamat server serta path export NFS untuk layanan tersebut. Jika yang ditampilkan hanya Volume atau path yang belum jelas, konfirmasikan path export kepada support.

NFS pada layanan ini menggunakan aturan IP sumber, bukan opsi username/password pada perintah mount. Jangan menyalin password akun ke command line NFS. IP dan path berbeda antar akun; gunakan detail layanan Anda sendiri.

Contoh langkah pada portal

Tab IP Control dengan Add IP dan Remove pada baris whitelistIP Control: masukkan IP publik sumber lalu klik Add IP. Tombol Remove berada di baris IP terkait. Klik gambar untuk memperbesar. Data pada screenshot adalah contoh.Tampilan Services dan tombol Enable Disable pada Cloud Storage BackupServices: pilih protokol yang diperlukan. Active berarti aktif; Off berarti nonaktif. Klik gambar untuk memperbesar. Data pada screenshot adalah contoh.Jendela Access Details dengan contoh server port username dan VolumeAccess Details: lihat alamat server dan port. Password tetap disembunyikan. Konfirmasikan path export NFS sesuai layanan Anda. Klik gambar untuk memperbesar. Data pada screenshot adalah contoh.

2. Instal paket klien NFS

Debian / Ubuntu:

sudo apt update
sudo apt install nfs-common

AlmaLinux / Rocky Linux / RHEL:

sudo dnf install nfs-utils

3. Buat direktori dan lakukan mount

Contoh berikut memakai direktori lokal /mnt/herza-backup. Pastikan direktori tujuan kosong; isi lokal yang sudah ada akan tersembunyi selama mount aktif.

sudo mkdir -p /mnt/herza-backup
sudo mount -t nfs -o proto=tcp NAS_SERVER:/EXPORT_PATH /mnt/herza-backup

Ganti NAS_SERVER dengan hostname atau IP server dan /EXPORT_PATH dengan path export yang telah dikonfirmasi. Keduanya adalah placeholder, bukan nilai yang dapat langsung digunakan. Untuk server IPv6, gunakan format [ALAMAT_IPV6]:/EXPORT_PATH.

Perintah tersebut menegosiasikan versi NFS yang didukung. Jika support menentukan versi tertentu, tambahkan opsi yang sesuai, misalnya vers=3 atau vers=4. Jangan mengasumsikan semua node memakai versi dan path NFSv4 yang sama.

4. Verifikasi sebelum menjalankan backup

findmnt --mountpoint /mnt/herza-backup
df -hT /mnt/herza-backup

Pastikan sumber filesystem benar-benar menunjuk ke NAS dan tipe filesystem NFS. Setelah mount terkonfirmasi, uji baca/tulis menggunakan akun Linux yang menjalankan pekerjaan backup. Jangan menjalankan backup ke direktori tersebut apabila mount gagal, karena file dapat tersimpan di disk lokal.

5. Mount otomatis setelah reboot (opsional)

Hanya lakukan setelah mount manual berhasil. Cadangkan /etc/fstab, lalu tambahkan satu baris berikut dengan server dan path yang sama:

NAS_SERVER:/EXPORT_PATH /mnt/herza-backup nfs defaults,_netdev,nofail,x-systemd.automount,proto=tcp 0 0

Contoh ini ditujukan untuk Linux dengan systemd. Jika mount manual membutuhkan opsi versi NFS, tambahkan opsi yang sama di sini. Setelah menyimpan:

sudo systemctl daemon-reload
sudo mount /mnt/herza-backup
findmnt --mountpoint /mnt/herza-backup

nofail memungkinkan sistem melanjutkan boot saat NAS tidak tersedia. Pekerjaan backup tetap harus memeriksa keberhasilan mount dan berhenti jika storage tidak tersedia.

6. Melepas mount

Hentikan pekerjaan backup dan keluar dari direktori mount, lalu jalankan:

sudo umount /mnt/herza-backup

Jika muncul target is busy, hentikan proses yang masih menggunakan direktori tersebut. Untuk menghentikan mount otomatis secara permanen, hapus atau komentari baris terkait di /etc/fstab dan jalankan kembali sudo systemctl daemon-reload. Setelah mount dilepas, Anda dapat menonaktifkan NFS dari portal bila tidak diperlukan.

7. Pemecahan masalah

  • access denied by server: periksa path export, IP publik keluar, whitelist, dan status NFS. Akun lama dapat memiliki daftar IP khusus NFS.
  • Connection timed out / Connection refused: periksa alamat server dan firewall. NFS menggunakan TCP 2049; NFSv3 juga dapat membutuhkan port RPC tambahan sesuai konfigurasi node. Minta detail port kepada support.
  • Permission denied saat menulis: periksa hak akses direktori dan identitas pengguna Linux. Jangan mengubah permission ke 777 sebagai solusi otomatis; hubungi support jika pemetaan akses perlu diperiksa.
  • Protocol not supported: konfirmasikan versi NFS dan path export yang didukung oleh node layanan.
  • Direktori tampak kosong: periksa hasil findmnt dan pastikan mount mengarah ke layanan yang benar sebelum menyalin atau menghapus data.

Saat menghubungi support, sertakan ID layanan, IP sumber, OS Linux, perintah mount yang digunakan, serta pesan error. Jangan mengirimkan password atau private key.

  • Cloud Storage, NAS, Network Attached Storage, Cloud Backup
  • 4 Users Found This Useful
Apakah jawaban ini membantu?

Artiel Terkait

Menajemen Layanan Cloud Storage Backup

Panduan ini menjelaskan pengelolaan Cloud Storage Backup melalui Portal Pelanggan Herza. Nama...

WordPress and WHMCS integration by i-Plugins