Cara Mengubah Repository Centos 7.7 ke Server Lokal

Cara Mengubah Repository Centos 7.7 ke Server Lokal

Siapa yang tidak kenal CentOS? CentOS adalah sebuah sistem operasi yang Open Source yang didasarkan pada Red Hat Interprise Linux. Centos sendiri bermula dari proyek komunitas yang diawali pada akhir tahun 2003. CentOS dikenal juga dengan sebutan Sistem Operasi Sejuta Web Hosting, karena saking banyaknya perusahaan Web Hosting yang menggunakan CentOS untuk Operating System server mereka.

Repository merupakan sebuah server yang di khususkan untuk menampung paket-paket yang sangat dibutuhkan oleh sistem operasi. Dalam kata lain, kita bisa mengibaratkan, repository sebagai tandon yang digunakan untuk menampung seluruh update update terkini dari sebuah Operating Sistem Linux. Maka dari itu semakin dekat lokasi Server Repository yang kita gunakan, maka bisa lebih cepat pula proses update yang kita lakukan dikarenakan koneksi yang semakin singkat dan cepat. Ketimbang menggunakan Repository dari Server Luar Negeri, bisa mengakibatkan Latency yang cukup tinggi.

Silahkan baca Artikel kami mengenai Apa itu Repository di Sistem Linux untuk lebih mengerti tentang Linux Repository.

Agar komputer client terhubung dengan server yang menyediakan layanan repo maka diperlukan konfigurasi khusus yang ditempatkan pada konfigurasi paket manager.

Beda distribusi beda pula konfigurasinya, Jika anda telah familiar dengan distribusi Debian-based, seperti Sistem Operasi Debian atau Ubuntu, silahkan membaca Cara Mengubah Repository Ubuntu ke Server Lokal.

Cara pertama tentunya Anda harus login ke SSH Console dari Linux Server Anda.

Untuk berjaga-jaga ketika terjadi trouble, kita wajib melakukan backup CentOS-Base.repo yang terdapat pada folder /etc/yum.repos.ddengan melakukan perintah:

cp CentOS-Base.repo CentOS-Base.repo.ORI

Cara Mengubah Repository Centos 7.7 ke Server Lokal

Kemudian, Edit file CentOS-Base.repo menggunakan Text Editor favorit Anda. Kali ini, saya akan menggunakan Nano dengan mengetikkan perintah :

nano /etc/yum.repos.d/CentOS.repo

Dan kemudian, masukkan alamat repository dibawah ini ke file tersebut.

[Plus]
name=CentOS
baseurl=https://mirror.herza.id/centos/7.7.1908/centosplus/x86_64/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=https://mirror.herza.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-7
[Extras]
name=CentOS
baseurl=https://mirror.herza.id/centos/7.7.1908/extras/x86_64/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=https://mirror.herza.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-7
[Fasttrack]
name=CentOS
baseurl=https://mirror.herza.id/centos/7.7.1908/fasttrack/x86_64/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=https://mirror.herza.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-7
[OS]
name=CentOS
baseurl=https://mirror.herza.id/centos/7.7.1908/os/x86_64/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=https://mirror.herza.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-7
[Update]
name=CentOS
baseurl=https://mirror.herza.id/centos/7.7.1908/updates/x86_64/
enabled=1
gpgcheck=1
gpgkey=https://mirror.herza.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-7
Mengedit Repo File di CentOS 7.7

Save file tersebut dengan menekan Ctrl + O kemudian keluar dari Text Editor dengan menekan Ctrl + X.

Setelah itu, jalankan perintah yum update, dan setelah itu yum update akan berjalan dengan melakukan Update melalui Server Lokal yang telah kita tentukan.

Melaksanakan perintah yum update untuk mengupdate repository CentOS

Apa itu Repository di Sistem Linux?

Mengubah Repository ke Server Lokal

Jika Anda adalah pengguna layanan VPS Murah atau Dedicated Server dari Herza.ID, Artikel ini mungkin bisa sangat bermanfaat bagi kalian.

Apa itu Repository?

Repositori Linux adalah lokasi penyimpanan tempat sistem Anda mengambil dan menginstal pembaruan dan aplikasi OS. Setiap repositori adalah kumpulan perangkat lunak yang di-host di server jauh dan dimaksudkan untuk digunakan untuk menginstal dan memperbarui paket perangkat lunak pada sistem Linux. Ketika Anda menjalankan perintah seperti “sudo apt update” atau “sudo apt upgrade”, Anda mungkin menarik informasi paket dan memperbarui paket dari sejumlah repositori.

Apa itu Repository Linux

Repositori berisi ribuan program. Repositori standar memberikan tingkat keamanan yang tinggi, karena perangkat lunak yang disertakan diuji secara menyeluruh dan dibuat agar kompatibel dengan distribusi dan versi tertentu. Jadi, Anda dapat mengharapkan pembaruan terjadi tanpa “efek samping” yang tidak terduga.

Repositori mungkin standar atau non-standar. Setelah repositori non-standar ditambahkan ke daftar repositori sistem Anda, sistem dapat menginstal perangkat lunak darinya, serta dari repositori standar; kalau tidak, tidak bisa. Secara umum, menambahkan repositori non-standar adalah langkah sederhana. Perintah sudo apt-add-repository di Ubuntu, misalnya, dapat digunakan untuk menambahkan repositori.

Jangan lupa membaca Artikel kami tentang Cara Mengubah Repository Ubuntu Linux menggunakan Server Lokal untuk Debian / Ubuntu atau Cara Mengubah Repository CentOS 7.7 ke Server Lokal untuk Sistem Operasi CentOS.

For Debian systems such as Ubuntu, you could use a command like the one shown below to list the repositories that are used when you update your system. This command selects sources from the /etc/apt/sources.list file and /etc/apt/sources.list.d directory on the system where this information is maintained. The ^[^#] argument is suppressing the comments.

$ grep ^[^#] /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.d/*
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic main restricted
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-updates main restricted
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic universe
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-updates universe
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic multiverse
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-updates multiverse
/etc/apt/sources.list:deb http://us.archive.ubuntu.com/ubuntu/ bionic-backports main restricted universe multiverse
/etc/apt/sources.list:deb http://security.ubuntu.com/ubuntu bionic-security main restricted
/etc/apt/sources.list:deb http://security.ubuntu.com/ubuntu bionic-security universe
/etc/apt/sources.list:deb http://security.ubuntu.com/ubuntu bionic-security multiverse
/etc/apt/sources.list.d/teejee2008-ubuntu-ppa-bionic.list:deb http://ppa.launchpad.net/teejee2008/ppa/ubuntu bionic main

Satu hal yang mungkin Anda perhatikan ketika melihat daftar di atas adalah penggunaan istilah yang dibatasi, semesta, dan multiverse. Istilah-istilah ini mengidentifikasi beberapa perbedaan penting:

  • Main – perangkat lunak sumber terbuka yang didukung secara resmi. Canonical memberikan dukungan resmi untuk paket-paket ini. Setiap paket perangkat lunak sumber terbuka yang disertakan dalam instalasi default disertakan bersama dengan beberapa paket penting lainnya.
  • Restricted – yang didukung secara resmi, perangkat lunak sumber tertutup – mis., Driver perangkat keras – didukung selama rilis.
  • Universe – dikelola komunitas, sumber terbuka. Mayoritas perangkat lunak Ubuntu berasal dari repositori ini. Canonical tidak memberikan dukungan atau pembaruan resmi.
  • Multiverse – perangkat lunak yang tidak didukung, sumber tertutup, dan terbebani paten.

Kesimpulan Menggunakan Repository Lokal

Repositori Linux standar menyediakan:

  1. Lokasi tepercaya untuk mendapatkan perangkat lunak dengan percaya diri, mengetahui bahwa itu bebas dari malware dan telah diuji dengan benar
  2. Instalasi sederhana tanpa memperhatikan ketergantungan (semua paket yang diperlukan disediakan)
  3. Cara mudah untuk menemukan dan mengunduh apa yang Anda butuhkan

Mengetahui repositori yang Anda gunakan dapat menjelaskan bagaimana sistem Anda mengelola pembaruan. Secara umum, ini sangat baik. Jika Anda menggunakan repositori non-standar, mungkin ide yang baik untuk sesekali meninjau sumber perangkat lunak Anda.

Cara mengubah Repositori Ubuntu ke Server Lokal

Mengubah Repository ke Server Lokal

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara merubah Repository yang digunakan oleh Sistem Ubuntu kita menggunakan Repository Lokal, alangkah baiknya, jika kita mengenal Apa itu Repository di Sistem Linux terlebih dahulu.

Jadi, Repository Linux adalah lokasi penyimpanan tempat sistem Anda mengambil dan menginstal pembaruan dan aplikasi OS. Dan umumnya, pada sistem Ubuntu, default akan terset ke Mirror Ubuntu itu sendiri. Contohnya adalah sebagai berikut.

Jika anda pengguna CentOS, silahkan mempelajari Artikel kami tentang Cara Merubah Repository CentOS ke Server Lokal.

###### Ubuntu Main Repos
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise main restricted universe multiverse 
deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise main restricted universe multiverse 

###### Ubuntu Update Repos
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-security main restricted universe multiverse 
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-updates main restricted universe multiverse 
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-proposed main restricted universe multiverse 
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-backports main restricted universe multiverse 
deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-security main restricted universe multiverse 
deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-updates main restricted universe multiverse 
deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-proposed main restricted universe multiverse 
deb-src http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ precise-backports main restricted universe multiverse 

Kenapa sih kita harus merubah Reposity Sistem kita ke Server Lokal? Alasan paling utama adalah untuk menghemat Bandwidth dan juga mempercepat proses update tersebut. Dikarenakan menggunakan Server Repository Lokal, maka speed download akan meningkat juga tentunya.

Cara Mengubah Repository ke Server Lokal di Ubuntu Linux, sebenarnya ini dasar banget ya. Tapi terkadanghal dasar pun jika orang yang baru migrasi ke linux bisa bingung juga menggunakannya. Jadi bagi seluruh pengguna VPS Murah atau Dedicated Server dari Herza.ID yang menggunakan Operating System Linux khususnya Ubuntu, silahkan memhatikan cara tahap demi tahap berikut ini.

Letak repository Ubuntu ada di /etc/apt/sources.list.Nah kalau kita ingin ganti ke repository lokal bisa edit file tersebut. Di tutorial kali ini, saya menggunakan Ubuntu 18.04 sebagai contoh.

Pertama, buka file tersebut dengan editor favorit kalian. Disini saya menggunakan Nano. Tapi sebelum itu kita kosongkan dulu isi dari sources.list.

sudo echo > /etc/apt/sources.list

lalu

sudo nano /etc/apt/sources.list

Ketika file kita buka, terlihat jelas bahwa /etc/apt/sources.list sudah kosong. Selanjutnya isi dengan list repository lokal. Disini saya menggunakan repository lokal dari Buaya KLAS untuk Ubuntu Bionic.

deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic main restricted
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-updates main restricted
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic universe
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-updates universe
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic multiverse
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-updates multiverse
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-backports main restricted universe multiverse
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-security main restricted
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-security universe
deb http://mirror.herza.id/ubuntu/ bionic-security multiverse

Kemudian menekan keyboard Anda dengan Ctrl O untuk menyimpan dan Ctrl X untuk keluar dari Nano Editor. Lalu cukup menjalankan perintah dibawah ini.

sudo apt update

Nah, sekarang Anda telah mengubah Repository Sistem Ubuntu Anda ke Server Lokal. Mudah bukan?