Archive

Cloud Storage : Pengertian, Jenis, Keunggulan dan Kekurangannya

Cloud Storage adalah pelayanan penyimpanan data melalui internet yang menjadi jalan strategis untuk perusahaan dalam mengelola dan menyimpan data agar semakin  mudah diakses. Perusahaan yang menyimpan data dengan skala yang besar akan sangat membutuhkan layanan Cloud Storage Backup

Mengapa demikian? Karena dengan adanya layanan ini, perusahaan atau pengguna layanan akan mendapatkan banyak keuntungan. Mulai dari iritnya biaya, kecepatan, dan efesiensi waktu.

Cloud Storage Backup adalah layanan solusi backup atau pencadangan data melalui Cloud Computing yang bisa berkembang berkat adanya sebuah jaringan internet. Cloud Storage ini mengandalkan jaringan internet untuk  setiap proses kerjanya.  

Untuk lebih paham, apa itu cloud storage, silakan simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Cloud Storage

Cloud Storage adalah model layanan penyimpanan data di mana data di transmisikan (dikirimkan, diteruskan, dipindahkan, disebarkan) dan disimpan pada suatu sistem penyimpanan jarak jauh. Di  mana data tersebut dikelola, dicadangkan dan disediakan untuk pengguna melalui jaringan internet.

Penyimpanan ini dapat menawarkan cara yang praktis dalam menyimpan dan memindahkan data dengan aman. Terutama, layanan penyimpanan ini memungkinkan perusahaan bisnis untuk dapat menyimpan file mereka dengan penyedia layanan cloud agar dapat diakses sesuai permintaan di salah satu perangkat mereka.

Cloud Storage dapat digunakan untuk mengarsipkan sebuah data yang membutuhkan penyimpanan jangka panjang tanpa perlu sering diakses. Misalnya catatan keuangan dan catatan arsip tertentu.

Biasanya penyimpanan ini dipakai secara berbayar atau gratis menyesuaikan kebutuhan penggunanya.

Saat Anda menggunakan penyimpanan ini Anda akan dimudahkan tanpa harus merasa takut adanya data yang rusak, menghilang, dicuri dan terkena serangan virus.

Lalu, Bagamana Data Anda disimpan?

Cloud Storage menyimpan data dengan mengizinkan komputer klien, tablet atau smartphone untuk mengirim dan mengambil file secara online dari server data jarak jauh.

Data biasanya disimpan di lebih dari satu server secara bersamaan, agar klien tetap bisa mengakses datanya walaupun di salah satu server mengalami down atau kehilangan data.

Misalnya, pemilik laptop mungkin masih bisa menyimpan foto pribadi di hard drive  dan di cloud jika laptopnya dicuri.  

Data yang disimpan bisa berupa foto digital, file music, file audio, dokumen teks, presentasi dan spreadsheet. Lalu apa keuntungannya bagi perusahaan menggunakan cloud storage?

Apa Saja Keuntungan Perusahaan Menggunakan Cloud Storage?

Cloud Storage bisa menguntungkan penggunanya untuk membantu bisnis dan perusahaan karena bisa menghemat sejumlah besar ruang dan uang.

Mengapa bisa demikian? Sebab, dengan penyimpanan ini, penyedia penyimpanan cloud bertugas untuk memelihara semua perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan, sedangkan pengguna layanannya tidak perlu melakukannya lagi.

Selain itu, saat membeli penyimpanan cloud untuk penggunaan awal mungkin terasa lebih mahal. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang panjang menggunakan layanan ini bisa dikatakan jauh lebih murah.

Perusahaan bisa secara langsung meningkatkan atau menurunkan berapa banyak penyimpanan cloud yang mereka akses saat kebutuhan penyimpanan mereka berubah.

Untuk lebih lengkap, berikut akan dijelaskan satu persatu mengenai keuntungan menggunakan layanan Cloud Storage

Manajemen di Luar Lokasi

Penyedia Cloud akan bertanggungjawab sepenuhnya untuk memelihara dan melindungi data yang disimpan. Hal ini tentu saja akan membebaskan staff Anda dari  tugas terkait penyimpanan, seperti pengadaan, pemasangan, administrasi dan pemeliharaan. Dengan adanya ini, staff akan terfokus pada prioritas yang lain untuk perusahaan.

Implementasi Cepat

Menggunakan layanan cloud bisa mempercepat proses pengaturan dan meningkatkan kemampuan penyimpanan Anda. Dengan penyimpanan cloud, Anda dapat menyediakan layanan dan mulai menggunakannya dalam beberapa jam atau hari, tergantung pada berapa banyak kapasitas yang terlibat.

Kolaborasi Semakin Mudah

Cloud Storage memungkinkan antar rekan kerja Anda bisa berkolaborasi lebih mudah & praktis. Saat menggunakan Cloud Storage Anda bisa bekerja dari jarak yang jauh tanpa ditentukan waktu. Jadi, jika Anda sewaktu-waktu membutuhkan data, Anda tidak lagi khawatir dengan ketentuan waktu dan ruangnya, karena aksesnya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Cloud Storage Backup Herza.id bisa jadi pertimbangan Anda sebab kami menawarkan solusi Cloud Storage yang dapat menyimpan file-file secara aman dengan ZFS Raid technology.

Ramah Lingkungan

Dengan Cloud Storage tentu saja tidak akan menghasilkan limbah. Karena penyimpanannya yang mengandalkan jaringan internet, tidak lagi membutuhkan suatu perangkat keras seperti penyimpanan lokal hard disk atau flash disk.

Jika Anda masih menggunakan Flash disk atau Hard Disk kedua penyimpnanan tersebut akan menjadi sampah jika sudah rusak atau tidak bisa digunakan lagi.  

Walaupun terdapat beberapa kelebihan Cloud Storage, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa kekkurangan Cloud Storage.

Kekurangan Cloud Storage

Keamanan

Amannya sebuah data menjadi hal yang sangat penting dalam menggunakan penyimpanan ini. Penyedia penyimpanan cloud selalu mencoba untuk mengamankan infrastruktur mereka dengan teknologi dan praktik yang terkini, tetapi jika sesekali pelanggaran telah terjadi, akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Di Herza Cloud, kami memberikan layanan SLA sebesar 99,5%. Komitmen layanan atau SLA (Service Level Agreement) adalah layanan untuk menyediakan uptime yang tinggi.

Kontrol Administratif

Pemeliharaan dan manajemen kepada pihak ketiga akan menawarkan sebuah keuntungan, tetapi juga dapat membatasi kontrol terhadap data Anda.

Kepatuhan Regulasi

Industri tertentu, seperti perawatan kesehatan dan keuangan, harus mematuhi peraturan privasi data dan arsip yang ketat, hal ini dapat mencegah perusahaan menggunakan penyimpanan cloud untuk jenis file tertentu, seperti catatan medis dan investasi.

Jika Anda bisa diberikan pilihan, pilih penyedia penyimpanan cloud yang mendukung kepatuhan terhadap peraturan industri apa pun yang akan membawa berpengaruh pada perusahaan Anda.

Jika Anda sudah mulai tertarik dengan pembahasan Cloud Storage, ada beberapa jenis Cloud Storage yang bisa jadi bahan pertimbangan jika Anda tertarik menggunakannya.

Jenis-jenis Cloud Storage

Public Cloud Storage

Jenis cloud storage yang satu ini ialah jenis penyimpanan yang isi datanya bisa diakses oleh siapa saja. Anda pasti  tidak asing lagi dengan penggunaan Google Drive dan Drop Box, bukan? Google Drive dan Drop Box termasuk jenis publik cloud storage.

Jika dilihat dari namanya pun sudah menggunakan penggalan kata “public” yang artinya bisa menggambarkan jenis penyimpanan yang umum yang dapat diakses oleh siapa saja.

Saat menggunakan jenis Cloud Storage jenis ini, Anda akan diuntungkan karena akses dan perawatannya yang relatif mudah, terjangkau dan kapasitas penyimpanannya cukup besar.

Ada juga beberapa penyedia jenis public Cloud Storage yang sudah dikenal seperti Dewacloud, Amazon AWS Cloud Storage, Microsoft Azure cloud Storage and Google Cloud Storage.

Private Cloud Storage

Jenis cloud storage yang kedua ini memiliki sebuah sistem jaringan lokal yang tidak memungkinkan oranglain mampu mengakses sebuah data, sehingga data hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu yang berwenang dalam perusahaan.

Keunggulan dari penyimpanan ini tentu saja data yang disimpan keamanannya lebih terjamin. Biasanya, perusahaan yang mungkin lebih suka jenis cloud storage yang satu ini  seperti bank atau perusahaan ritel karena bersifat pribadi dari data yang mereka proses dan simpan.

Hybrid Cloud Storage

Jenis  Hybrid Cloud Storage adalah penggabungan antara jenis penyimpanan privat dan publik. Jenis penyimpanan ini memungkinkan penggunannya dapat menyimpan data secara offline maupun online. Perusahaan diberi pilihan data mana yang akan di simpan di cloud storage.

Misalnya, data yang sangat sensitif, privasi dan ketat biasanya lebih cocok untuk lingkungan cloud pribadi. Sedangkan data yang kurang sensitif (seperti email yang tidak mengandung rahasia bisnis) dapat disimpan di cloud publik. Beberapa perusahaan menggunakan cloud storage untuk melengkapi jaringan penyimpanan internal mereka dengan penyimpanan cloud publik.

Tertarik menggunakan Cloud Storage?

Setelah membaca lengkap ulasan mengenai pengertian, jenis, keunggulan dari Cloud Storage di atas. Apakah Anda cukup tertarik untuk menggunakannya? Di herza.id terdapat solusi Cloud Storage untuk bisa menyimpan file-file secara aman dengan ZFS Raid technology.

Seluruh layanan Herza Cloud telah menggunakan Proteksi hinggal ke Layer 7, menggunakan Next Generation Firewall.

Perbedaan Cloud dan Server Traditional

Perbedaan cloud dan server penting Anda ketahui, karena belakangan ini ruang penyimpanan atau storage menjadi masalah besar bagi perusahaan karena banyak data-data yang hilang saat server rusak dan biaya yang cukup besar untuk membeli server

Apakah anda termasuk bagian dari mereka yang masih memakai server tradisional untuk menyimpan berkas dan data-data penting? Bagaimana jika server tiba-tiba rusak dan data-data peting hilang?

Yuk kenali cloud server sebagai solusi untuk menyimpan berkas dan data-data anda secara aman.

Cloud Server

Cloud server merupakan metode penyimpanan yang menggunakan beberapa server dan dihubungkan dengan jaringan internet serta menggunakan teknologi Cloud Computing.

Metode ini digunakan untuk menyimpan database, software, server untuk website perusahaan dan keperluan lainnya. 

Cloud server menyambungkan server satu dengan yang lainnya untuk mendistribusikan tugas, sehingga proses penyimpanan data dapat terbagi rata tanpa harus membebani satu server saja. 

Perlu anda ketahui, metode penyimpanan ini cocok digunakan oleh perusahaan kecil yang baru merintis, karena biaya yang digunakan cukup murah.

Selain itu, pengembangan sistem cloud dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun, serta dapat digunakan langsung selama 24 jam non-stop, sehingga cloud server ini tidak memerlukan banyak maintenance. 

Namun, cloud server ini masih belum banyak penggunanya dan semua data di simpan melalui jaringan internet sehingga memerlukan kecepatan koneksi internet yang bagus untuk menyimpannya karena dalam penggunaannya cloud server harus berbagi dengan pengguna lainnya. 

Server Traditional

Server traditional merupakan metode penyimpanan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menyimpan data-data dalam satu server yang ada pada sebuah hardware.

Sehingga dalam penggunaanya, server traditional ini memberikan akses penuh kepada pengguna. 

Untuk itu, Server Traditional ini cocok digunakan oleh perusahaan besar karena menawarkan fasilitas penuh seperti kustomisasi server, maintenance dan seluruh pengelolaan server tanpa harus berbagi dengan pengguna lain sehingga kapasitas penyimpanan lebih banyak.

Selain itu, anda juga dapat meningkatkan traffic website melalui Search Engine Optimization (SEO). 

Namun, penggunaan server traditional ini harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membeli server, router, menyiapkan SDM yang bertugas melakukan pemeliharan storage, dan mempersiapkan infrastruktur. 

SDM yang digunakan merupakan tenaga ahli di bidang IT yang memadai karena server traditional memerlukan pemeliharaan secara rutin dengan tingkat keamanan data yang tinggi. 

Perbedaan Cloud dan Server Traditional

Gambar ilustrasi cloud server dan server traditional

Dari kedua server tersebut, terdapat perbedaan cloud dan server traditional. Perbedaan tersebut bisa kita lihat dari segi performa, segi biaya, dan segi kontrol data.

Segi Performa

Cloud server dapat menerima sumber daya secara online dan dapat digunakan secara cepat hanya dengan hitungan menit saja.

Selain itu, cloud server juga menggunakan teknologi cloud computing untuk menyimpan file-file seperti server dan database secara online sehingga dapat diakses di manapun dan kapanpun, serta bisa mengupdate-nya secara real time

Sedangkan pada server traditional, anda membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan sumber daya karena membutuhkan hardware (CPU, disc space, dan RAM) yang memadai.

Serta membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan update, karena harus melakukan penggantian hardware pada pusat data.

Segi Biaya

Kedua dari segi biaya yang harus dikeluarkan, cloud server lebih terjangkau karena tidak harus membeli server secara fisik.

Anda hanya perlu mengeluarkan biaya perlengkapan untuk storage, RAM, dan CPU. Cloud server-nya dapat dikelola secara mandiri.

Sedangkan server traditional, anda perlu mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membeli hardware fisik, server, router, menyiapkan SDM yang bertugas melakukan pemeliharan storage, dan mempersiapkan infrastruktur. 

Segi Kontrol Data

Dalam pengelolaan dan pengontrolan data, cloud server bisa menggunakan perangkat sederhana seperti smartphone, dan dapat dilakukan secara jarak jauh sehingga bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

Sedangkan server traditional, membutuhkan pengontrolan dan pengelolaan lebih rumit, karena harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan IT yang cukup tinggi untuk mengelola server yang ada dalam hardware. 

Selain itu, jika sewaktu-waktu sistem down, maka keseluruhan sistem otomatis juga tidak dapat berfungsi.

Sehingga anda membutuhkan backupan data yang lebih besar, dan tentunya harus mengeluarkan biaya tambahan lagi. 

Mengapa Harus Beralih ke Cloud Server?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cloud server merupakan penyimpanan server dan database yang memanfaatkan jaringan internet, sehingga tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak karena tidak perlu membeli server secara fisik. 

Cloud server menggunakan beberapa server dan teknologi cloud computing untuk menyimpan server dan database, jadi jika salah satu server down bisa menggunakan server lainnya.

Cloud server juga memudahkan kita untuk mengontrol dan mengelola data karena bisa dilakukan secara online dengan perangkat sederhana seperti smartphone sehingga bisa diakses di mana saja dan kapan saja tanpa ada batasan waktu dan jarak. 

Jika anda membutuhkan solusi tentang cloud computing untuk perusahaan anda, silahkan konsultasikan ke Herza.id. Karena kami menyediakan layanan cloud server dengan harga murah dan performa serta teknologi terkini.

Semua Paket VPS Linux Murah kami dengan Performa dan Teknologi Terkini, menggunakan 100% SSD dengan konfigurasi RAID 10 untuk keamanan data anda, generasi terkini dari Intel CPU dan 99,9% Garansi Uptime dan berlokasi di Data Center Indonesia.

Untuk Anda yang membutuhkan VPS dengan Performansi Tinggi, silahkan mengecek Layanan baru kami VPS SSD NVMe Indonesia. Menggunakan SSD M.2 NVMe dengan 3D NAND Flash Memory untuk High-Speed Transmission.

Dan untuk pemesanan VPS Windows, silahkan mengunjungi halaman VPS Windows RDP Murah kami.

Semua pelanggan VPS Murah dari Herza.ID akan mendapatkan IP Dedicated Indonesia. Silahkan cek kecepatan jaringan kami melalui SpeedTest.

Jika Anda membutuhkan VPS yang akan diperuntukkan untuk VPN / Tunneling, silahkan melihat paket VPS Tunneling / VPN. Kami tidak mengizinkan penggunaan VPN atau Tunneling pada layanan VPS Regular kami.

Anda bingung dalam memilih, VPS Yang mana Cocok untuk Anda? Silahkan membaca Artikel kami tentang Perbedaan dari VPS OpenVZ dan KVM.

Apa Perbedaan Shared Hosting, VPS dan Cloud Server?

Apakah Anda tahu Perbedaan shared Hosting, VPS dan Cloud Server? Ketika anda mencari layanan web hosting murah di internet, anda akan dihadapkan dengan banyak pilihan layanan web hosting yang tersedia dibeberapa provider.

Kemungkian Anda akan kebingungan dalam memilih layanan Web Hosting, karena banyak sekali pilihan layanan hosting yang hampir mirip satu sama lainnya.

Untuk itu, dalam artikel ini kami akan menjelaskan beberapa perbedaan layanan hosting seperti cloud hosting, VPS, dan shared hosting.

Layanan hosting tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Jadi silahkan simak artikel ini dan pilihlah layanan hosting yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Perbedaan Cloud Server, VPS dan Shared Hosting

Ketika anda memilih web hosting, tentunya anda akan memilih Web Hosting Murah yang berkualitas terbaik.

Penyedia layanan hosting, biasanya menawarkan Cloud Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Shared Hosting di halamana web mereka.

Ketiga layanan tersebut tentunya memiliki keunggulan dan perbedaan yang signifikan. Perbedaan dari ketiga layanan tersebut diantaranya adalah:

Shared Hosting

Perbedaaan Web Hosting, VPS dan Cloud Server

Shared hosting adalah layanan web hosting yang paling murah dan ekonomis.

Untuk itu, layanan ini cocok bagi pengguna baru yang pertama kali membangun sebuah website yang jumlah pengunjungnya masih sedikit.

Karena harganya yang ekonomis, layanan hosting ini memiliki banyak batasan ketika Anda menggunakan shared hosting ini.

Penggunaan shared hosting ini diibaratkan seperti menyewa apartemen. Anda harus rela berbagi fasilitas dengan penghuni lain.

Jika satu penghuni menggunakan fasilitas yang berlebihan, maka akan mengganggu penghuni lain.

Kelebihan Shared Hosting

Mesipun terdapat batasan, penggunaan shared hosting ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

  • Harga hosting lebih murah dibandingkan dengan VPS dan cloud hosting
  • Pengelolaan server termasuk keamanan dan pembaruan, dilakukan oleh penyedia layanan hosting.

Kekurangan Shared Hosting

Pada penjelasan di atas, sudah disebutkan bahwa shared hosting merupakan hosting yang ekonomis sehingga layanan ini dipastikan memiliki banyak batasan.

Adapun yang menjadi kekurangan dalam layanan hosting ini, diantaranya:

  • Akses lambat karena server digunakan bersama dengan pengguna lain
  • Penggunaan dan sumber daya terbatas
  • Berpotensi terkena gangguan yang sama dengan pengguna lainnya.  Jika satu pengguna mengalami overload, makan pengguna lainnya juga berpotensi terkena dampak yang sama.

Virtual Private Server (VPS)

Sesuai dengan namanya Virtual Private Server (VPS) adalah server virtual yang dikelola secara pribadi.

Artinya, satu server fisik yang memiliki kapasitas besar dibagi menjadi beberapa server virtual yang berkapasitas lebih kecil dan dikhususkan untuk satu pengguna saja.

Berbeda dari shared hosting, meskipun pengguna VPS dalam satu lingkup server fisik yang sama, namun server virtual ini tidak saling berhubungan. Jadi anda tidak perlu khawatir terganggu oleh pengguna lain.

Penggunaan layanan VPS dapat dianalogikan seperti anda menyewa rumah di komplek perumahan. Komplek perumahan sebagai server fisik, dan rumah-rumah sebagai server virtual yang bisa anda kelola sesuai keinginan anda sendiri.

Kelebihan (VPS)

  • Pengelolaan server secara penuh dilakukan oleh pribadi sehingga konfigurasi keamanaan bisa dimodifikasi lebih ketat dibandingkan dengan shared hosting.
  • Bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan anda karena memiliki akses root.
  • Memiliki performa yang lebih tinggi karena beroperasi dalam server khusus.
  • Jika suatu waktu diperlukan pengembangan kapasitas, maka Anda dapat melakukannya.

Kekurangan (VPS)

  • Membutuhkan pengetahuan dan kemampuan teknis yang lebih dalam terkait dengan server dan sistem operasi Linux.
  • Harga hosting lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting
  • Semua resiko keamanan ditanggung sendiri
  • Berpotensi memiliki resiko ketika server sesama pengguna PVS membutuhkan resource yang besar karena bisa menyebabkan server down.

Ingin lebih hemat? Silahkan beli VPS Murah dari Herza.ID karena lagi ada diskon 50%.

Cloud Computing Server

Cloud Server adalah layanan yang sumber dayanya berasal dari beberapa server yang digabung menjadi satu kesatuan. Gabungan server tersebut berjalan secara bersamaan dan biasa dikenal dengan istilah cluster.

Penggunaan cloud server ini dianalogikan seperti pengguanaan AirBnB “platform yang digunakan untuk mencari kamar/rumah pribadi untuk disewakan”.

Anda berbagi fasilitas dengan penghuni lain dan ketika Anda akan pindah ke rumah/kamar yang lebih besar atau kecil, Anda dapat memilih tempat lain yang terdaftar di AirBnB.

Selain itu cloud server juga tidak memerlukan keahlian khusus karena server sudah dimanage oleh penyedia hosting, Anda tinggal bayar dan menggunakannya saja. Atau biasa kita kenal dengan layanan IaaS (Infrastructure as a Services).

Diumpamakan seperti apartemen yang umumnya sudah ditata dengan baik dengan furnitur yang lengkap. Jadi, Anda tinggal menempatinya saja.

Kelebihan Cloud Server

  • Cloud Server merupakan layanan yang dapat diandalkan karena layanan ini menggunakan beberapa server. Jadi, ketika terjadi masalah dalam server, masih ada server lain yang membackup.
  • Mudah diupgrade dan fleksibel untuk menambah sumber daya sesuai dengan kebutuhan.
  • Bisa mendapatkan performa super dan kemudahan penggunaan, sehingga bisa menghemat biaya dan tenaga.
  • Tidak memerlukan keahlian teknis, karena cloud ini bersifat fully managed seperti shared hosting.

Kekurangan Cloud Server

  • Harga lebih mahal dari VPS dan shared hosting.

Shared Hosting vs VPS vs Cloud Server: Pilih Mana?

Setelah Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing hosting, Anda harus membandingkan ketiga hosting tersebut. Kira-kira hosting mana yang akan anda pilih sesuai dengan kebutuhan web Anda.

  1. Kapan Anda Perlu Menggunakan Shared Hosting?
    Shared hosting cocok digunakan untuk orang baru yang ingin membangun sebuah website, karena layanan ini sangat mudah digunakan dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia layanan hosting.

    Ingin web hosting terbaik dan handal? Beli Shared Hosting di Herza.ID
  2. Kapan Anda Perlu Menggunakan VPS?
    Layanan VPS ini cocok digunakan untuk anda yang menginginkan sumber daya cukup besar dan kustomisasi yang fleksibel, karena terdapat akses root dan fasilitas untuk mengembangkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan Anda.
  3. Kapan Anda Perlu Menggunakan Cloud Server?
    Layanan cloud hosting merupakan layanan yang paling cocok buat Anda, karena memiliki performa super seperti VPS dan kemudahan seperti shared hosting.

    Layanan ini bisa digunakan untuk Anda yang memiliki website dengan trafik yang tinggi dan website baru yang sedang dalam proses pengembangan.

    Sejauh ini, apakah sudah ada dalam benak Anda untuk memutuskan kira-kira hosting mana yang akan Anda pilih?

Layanan shared hosting, VPS dan cloud hosting sebenarnya memberikan soslusi untuk Anda dalam mengembangkan website. Anda tinggal memilih hosting mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika anda masih bingung dalam menetukan hosting mana yang akan anda gunakan. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan layanan cloud hosting, karena selain mudah digunakan layanan ini juga memiliki performa super seperti VPS.

Herza Digital Indonesia juga menyediakan layanan Dedicated Cloud Hosting yang Murah di Indonesia dengan jaminan dedicated resources yang berkualitas terbaik dan handal karena menggunakan NVMe Storage sehingga memiliki performa dan kecepatan tinggi.

Seluruh jaringan Server dari Herza.ID adalah 100% CLOUD ENVIRONMENT dengan Uplink 10Gbps yang menjamin Konektivitas dan Kecepatan Loading Website Anda.

Seluruh paket terlah termasuk Imunify360 yang akan membantu Anda dalam hal keamanan dari Virus, Malware dan juga DDOS Protection.

Selain itu Server kami juga telah menggunakan LiteSpeed Web Server yang telah mensupport HTTP/3 QUIC dan juga LSCACHE.

Kami YAKIN dan PERCAYA atas kemampuan Cloud Hosting Server kami. Maka dari itu, kami berani memberikan 30 Hari Jaminan Uang Kembali.

Jika Anda tidak Puas, maka silahkan mengajukan Klaim, dan kami akan mengembalikan pembayaran Anda.

Memahami Apa Itu DNS?

Domain Name Server- Saat akan menelusuri sebuah website, biasanya seseorang menggunakan nama domain (URL) karena akan lebih mudah diingat dibandingkan dengan perlu mengingat nomor IP setiap website yang akan dikunjungi.

Komputer hanya bisa menggunakan angka IP Address untuk bisa mengakses website. Oleh karena itu, butuh sebuah sistem yang dinamakan dengan DNS.

Domain Name Server adalah sebuah sistem yang bertanggungjawab untuk menerjemahkan nama domain ke alamat IP. Untuk lebih memahami apa itu DNS, mari simak pembahasan di bawah ini.

Secara singkatnya, DNS berfungsi dalam mengubah URL menjadi angka agar komputer dapat paham keinginan user untuk akses sebuah web site.

Apa Itu DNS?

DNS atau Domain Name Server adalah sebuah sistem yang bertanggungjawab untuk menerjemahkan nama domain ke alamat IP sehingga browser dapat memuat sumber daya Internet yang diminta.  

Artinya, DNS ini adalah sebuah sistem yang tugasnya menyimpan semua data domain dalam sebuah jaringan.

Sistem nama domain berfungsi digambarkan seperti buku telepon di mana pengguna bisa mencari orang yang diminta dan mengambil nomor mereka.

Server DNS akan menerjemahkan permintaan kepada domain tertentu menjadi alamat IP, mengontrol pengguna server mana yang memiliki akses saat mereka memasukkan nama domain ke browser mereka.

Dengan adanya DNS domain atau hostname akan diterjemahkan dalam alamat IP sehingga bisa diakses dengan mudah. Jika masih sulit untuk dipahami, berikut contoh sederhanya :

Jika Anda ingin mengakses laman  Google, tanpa adanya DNS Anda perlu mengetik secara manual 172.217.0.142 ke dalam Addres bar. Hal ini tentu akan merepotkan, bukan? Oleh karena itu, Domain Name server akan mempersingkatnya dengan hanya mengetikan alamat Google.com yang ingin Anda akses tadi.

Berikut contoh gambar translate DNS

Contoh lain lagi, jika Anda mengunjungi website youtube.com, DNS server yang akan menerjemahkannya ke IP Addres youtube.

Agar lebih memahami  DNS terdapat  juga DNS Root Server yang merupakan bagian penting dari keseluruhan DNS dan dalam hal ini, Internet, tetapi tidak banyak informasi tentang mereka yang tersedia.

Apa Saja Fungsi DNS?

Fungsi-fungsi DNS yang perlu Anda ketahui

  • DNS berfungsi menyimpan semua IP Address yang digunakan dalam hostname
  • DNS dapat memudahkan user mengirim email yang berpusat pada server, hal ini bisa meningkatkan mobilitas pengguna
  • DNS dapat mengatur lajur traffic aktivitas komputer melalui IP Address
  • DNS dapat mengatur hak akses domain khusus oleh komputer, sehingga mudah untuk dipantau
  • DNS dapat mengatur hak askes informasi atas jaringan beberapa komputer dalam satu server

Apa Saja Kelebihan DNS?

Selain fungsinya, terdapat kelebihan DNS yang harus Anda ketahui juga. Berikut beberapa kelebihan DNS, yaitu :

Menelusuri Internet dengan Lancar

Bayangkan jika Anda harus mengingat deretan angka IP Addres ketika hendak mengakses situs tertentu? Anda harus menghafal semua nomor alamat IP hanya untuk membuka situs web seperti Google, Facebook, Wikipedia atau situs lainnya. Anda mungkin membutuhkan buku catatan untuk menuslikan semua alamat Ip untuk setiap situs web. Akan sangat tidak efektif bukan?

Belum lagi deretan angka kompleks jika situs web mengimplementasikan IP atau IPv6 versi ke-6 yang baru dengan domain seperti 4552:0db8:83a6:0000:11111:8a4e:0370:733.

Dengan adanya DNS Anda akan lebih dimudahkan. DNS lah yang hadir mengatasi masalah itu  Tidak perlu lagi kuatir tentang jumlah alamat IP dan tidak menghafalkan rangkaian angka tersebut.

Stabilitas

Stabilitas di sini ialah Anda masih bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahaan pada IP Address yang digunakan.

Hal ini akan memudahkan akses pengunjung ke salah satu website,  walaupun penggantian IP Adress sudah dilakukan. Selanjutnya, pengguna tidak perlu menemukan alamat IP atau domain yang baru.

Lebih Aman

DNS akan menyimpan semua data domain melalui server DNS yang keamanannya sudah terjaga. Peretas tidak akan menganggu sistem sebab DNS lah yang akan melakukan pencegahan.

Namun, perlu diperhatikan juga jika Anda memiliki perusahaan dengan banyak data yang penting, Anda membutuhkan lebih banyak lapisan keamanan.  

Lebih Mudah Konfigurasi

DNS akan menyimpan semua data domain melalui server DNS yang keamanannya sudah terjaga.

Peretas tidak akan menganggu sistem, sebab DNS lah yang akan melakukan pencegahan. Namun perlu diperhatikan juga jika Anda memiliki perusahaan dengan banyak data yang penting, Anda membutuhkan lebih banyak lapisan keamanan.  

Bagian-bagian DNS

Beberapa bagian DNS yang perlu Anda ketahui :

Root Level Domain

Root Level Domain atau RLD ialah bagian tertinggi dari tingkatan DNS. Umumnya ia diberi simbol berupa tanda titik yang terletak dibagian belakang sebuah URL.

Dalam memakainya, saat informasi masih belum dapat ditemukan di cache ISP, DNS, recursive akan mengirimkan permintaan ke ROOt Name Server.

Setelah itu, server akan menjawab permintaan dengan memberi tahu agen untuk mengakses area yang lebih spesifik, yaitu top-level-domain name server (TLD nameserver).

Top Level Domain

Bagian DNS yang berada di bagian depan Root Level Domain. TLD memiliki 2 jenis yang biasa digunakan. Pertama, Generic Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top Level Domain (CCLTD).

Mudahnya GTLD menjelaskan sifat dari pemilik web. Misalnya, .EDU untuk institusi Pendidikan, .GOV untuk Lembaga pemerintah, .COM biasanya untuk website yang tujuannya komersial.

Sedangkan CCLTD biasanya menjelaskan asal negara dari pemilik sebuah website, seperti akhiran .AU untuk Australia, .ID untuk Indonesia, .UK untuk Inggris dan sebagainya.

Second Level Domain

Second Level Domain ialah nama lain untuk domain yang dipakai sebagai identitas suatu Lembaga atau branding. Dalam kasus URL Halodoc.com yang dimaksud SLD adalah halodoc.

Third Level Domain

Bagian dari nama domain atau alamat situs web yang muncul sebelum nama domain tingkat kedua. Domain tingkat ketiga juga disebut “sub-domain” karena terkadang merujuk ke bagian atau halaman tertentu dari sebuah situs web.

Hostname

Hostname atau sering dikenal juga dengan scheme adalah bagian yang berada di awal sebuah URL. Tidak asing lagi bukan seperti HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.

Untuk lebih paham, mari kita simak pembahasan mengenai cara kerja DNS

Bagaimana Cara Kerja Domain Name Server?

Server DNS Server DNS menyimpan informasi spesifik yang memasangkan nama domain dengan alamat IP tertentu. Sebuah domain mungkin memiliki satu atau ratusan alamat IP yang terkait dengannya.

Misalnya Amazon.com yang memiliki ribuan server di seluruh dunia dan server fisik yang disambungkan dengan pengguna di satu negara yang kemungkinannya akan sangat berbeda dari pengguna di tempat lain di seluruh dunia.

Jaringan internet yang memiliki sifat global memerlukan jaringan server DNS yang menyebar dan terukur guna memastikan bahwa pengguna bisa dengan cepat mencari dan menentukan lokasi server yang diminta di mana pun mereka berada.

DNS Query

DNS Query adalah tahapan yang bertugas meminta informasi perihal IP Addres. Tahap ini terjadi Ketika Anda mengetik URL ke dalam address bar. Setelah itu, DNS Server akan mencari data informasi di file hosts.

Saat data informasi sulit ditemukan, maka server mencoba menemukan pecahan informasi atau rekam jejak informasi yang tercatat di sistem (cache).

NS Query ini dibagi menjadi 3 jenis yakni recursive query, iterative query dan non recursive query.

  • Recursive Query
    Tahapan dimana user memberikan hostname dan membutuhkan jawaban oleh DNS resolver. Kemungkinan terdapat dua alternatif jawaban. Jawaban pertama DNS server menyedikan infromasi yang sesuai di Root Server/Authorirative Name server. Jawaban kedua ialah browser menggambarkan pesan error karena infromasi tidak ditemukan.

  • Iterative Query
    User memasukan hostname, setelah itu DNS resolver mencari cache yang sesuai dalam memori. Jika belum ditemukan, DNS resolver mencari data informasi di Root server dan Authoritative Name Server yang paling dekat dengan DNS zone.

  • Non-recursive Query
    Proses pencarian informasi yang paling cepat sebab tidak membutuhkan pencarian di Root Server/Authoritative Name Server karena iinformasi yang dicari telah tersimpan di cache.

DNS Recursor/ DNS Recursive Resolver

DNs recursor adalah tahapan awal pencarian informasi. Saat user menginput URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).

Root Name Server

Saat informasi tidak ditemukan di ISP sistem akan langsung mencari informasi yang Anda butuhkan ke root name server.

Root name server sejenis  database yang dapat menjawab pertanyaan soal nama domain dan IP Address. Server ini tidak punya jawaban yang sesuai dengan informasi yang dicari.

Namun server ini bisa melanjutkan permintaan informasi ke pihak yang lebih tahu. Ada 13 root server di dunia yang bekerja. Root server sejenis ini dikelola oleh organiasi seperti ICANN, the University Maryland, Internet Systmes Consortium, Verisign and the U.S Army Research lab.

TLD Name Server

Setelah dari root name server sistem akan menerjemahkan jenis informasi yang dicari dari top level domain. Tiap-tiap TLD seperti .COM, .IRG, .EDU, .ID, .AU dan yang semacamnya punya server yang khusus.

Dengan menerjemahkan informasi ini, sistem meneruskan pencarian informasi server yang benar-benar punya data yang dicari.

Authoratitative Name Server

Authoratitative Name Server adalah jenis server yang punya semua informasi detail soal website yang akan diakses. Saat data informasi diminta relevan dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan halaman sesuai dengan permintaan Anda.

Proses pencariannya akan berulang guna memastikan infromasi yang ditampilkan up-to-date. Infromasi-informasi disimpan dalam bentuk cache di device guna menjaga agar proses query berjalan cepat.

Apa Saja Macam-macam DNS?

DNS record ialah infromasi yang diminta user dalam sistem DNS. DNS record yang umumnya kita jumpai :

  • A Record atau Address record, bisa digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data informasi tentang hostname, time to live (TTL) dan IPv4 Address.
  • AAA Record, menyimpan informasi hostname dan hubungannyan dengan IPv6 address
  • CNAME Record, record bagi domain lain yaitu untuk mengubah domain atau sub domain ke sebuah IP Address. Dengan fungsi ini kita tidak perlu lagi meng-update DNS record
  • MX Record, record server SMTP yang spesifik untuk saling mengirim dan mengidentifikasi email di dalam satu domain.
  • NS Record, melihat subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Di sini anda bisa menambahkan Hpst, TTL (Time to Live) dan IPv6 baru. Rekaman ini akan dimanfaatkan jika sub domain Anda di web hosting beda dengan nama domain.
  • PTR Record , memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasih soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup)
  • CERT Record, dapat menyimpan sertifikast enkripsi atau sertifikat keamanan.
  • SRV Record, dapat menyimpan dan untuk spesifikasi data  informasi mengenai tempat komunikasi, Anda juga bisa menambahkan Priority, Name, Weight, Points dan TTL baru
  • TXT Record, dengan record ini Anda bisa membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.  Anda bisa menyimpan informasi teks untuk menambahkan Host, TXT Value, TTL (Time to Live), dan Points to baru.
  • SOA Record , bagian yang munncyl di awal dokumen DNS zone.

Bagaimana Cara Setting DNS Domain?

Agar dapat menggunakan cara setting DNS Domain, hal yang perlu Anda lakukan ialah membuka fitur Zona Editor yang terletak di cPanel. Adapun tahapan yang perlu Anda lakukan ialah :

  1. Buka dan silakan login ke cPanel
  2. Mencari bagian domains
  3. Lalu klik Zone Editor
  4. Pilihlah domain dan klik Manage
  5. Tambahkan record sesuai yang diperlukan (A, AAAA, CAA, CNAME, MX. SRV, atau TXT)
  6. Simpanlah record
  7. Kemudian tunggu waktu propogadasi DNS sampai 1×24 jam
  8. Setting DNS berhasil dilakukan

Kesimpulan

Melalui artikel ini Anda jadi memilki gambaran pembahasan mengenai apa itu DNS atau Domain Name System. Singkatnya DNS adalah suatu sistem yang dapat memudahkan Anda pada saat browsing di Internet. Dengan DNS ini Anda tidak perlu lagi mengingat alamat website dalam bentuk angka yang cukup buat repot bila dihafalkan.

DNS memudahkan Anda cukup dengan mengetikan nama domain yang hendak Anda buka,  kemudian DNS akan mentranslatenya ke alamat tujuan IP Anda.

Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang DNS, berikut bisa menjadi pertimbangan jika Anda hendak gunakan DNS Publik atau DNS ISP? Kenapa Menjadi Penting

Apa itu Cloud Computing? Pengertian, Model dan Jenis Layanan

Cloud Computing adalah suatu perangkat teknologi yang dapat mengubah internet menjadi data server, sehingga teknologi ini memungkinkan pengguna untuk  bisa mengelola data dan aplikasi dengan mudah.

Untuk mengembangkan suatu bisnis dan perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang besar bisa ditempuh dengan berbagai cara. Salah satu cara yang banyak dilakukan oleh perusahaan bisnis saat ini ialah dengan menggunakan layanan cloud computing atau tempat penyimpanan awan.

Tentunya, semakin besar sebuah perusahaan bisnis, semakin banyak pula jumlah data yang akan diproduksi. Cloud computing atau tempat penyimpanan awan bisa menjadi suatu perangkat data melalui teknologi internet.

Perusahaan bisnis akan sangat membutuhkan layanan cloud computing karena banyak keuntungan yang ditawarkannya.

Keuntungan yang ditawarkan layanan ini ialah dapat meningkatkan produktivitas, menyimpan jumlah data dengan kapasitas besar tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar serta kemudahan akses secara online di berbagai lokasi.

Fakta bahwa bisnis mulai mengadopsi solusi layanan cloud karena rentan dengan banyaknya serangan cyber saat ini. Terdapat 7 serangan cyber yang penting dan bagaimana cara mencegahnya.

Jadi, Apa itu Layanan Cloud Computing?

Layanan cloud computing adalah suatu perangkat teknologi yang dapat mengubah internet menjadi data server, sehingga teknologi ini memungkinkan pengguna untuk  bisa mengelola data dan aplikasi dengan mudah.

Layanan Cloud ini berfungsi untuk memberikan suatu layanan kepada pengguna dengan suatu sistem teknologi informasi agar aktivitas bisa dilakukan dengan lebih efektif. Aktivitas yang dilakukan juga bisa beragam, seperti aktivitas bisnis, organisasi dan perusahaan.

Dengan adanya layanan cloud computing semua data dan program akan tersimpan secara langsung di Internet, sehingga risiko untuk kehilangan data tidak lagi menjadi penghambat suatu jalannya aktivitas pekerjaan.

Selain itu, kemudahan akses layanan cloud computing dapat mengatasi masalah jika sewaktu-waktu pengguna membutuhkan data virtual untuk keperluan usaha dan bisnis karena data bisa dikases melalui laptop dan gadget di lokasi manapun.

Apa Saja Manfaat Cloud Computing?

Biasanya, perusahaan bisnis akan tertarik menggunakan layanan cloud computing karena berbagai manfaat yang akan diperoleh, diantaranya :

  • Kemampuan Untuk Bergerak Cepat
    Layanan cloud computing bisa memberikan manfaat karena dengan menggunakan layanan cloud ini pengguna bisa menggunakannya bersama teknologi cerdas lain. Hal ini akan membuat bisnis perusahaan dapat bergerak lebih lincah dan cepat.

    Pengguna bisa memanfaatkan berbagai hubungan teknologi yang ada dan menghubungkannya dengan yang lain.

    Pengembangan aplikasi atau website juga bisa dilakukan dengan cepat. Jadi pengguna akan diberi kemudahan untuk merancang dan melakukan pengembangan aplikasi atau website tersendiri.

    Pengguna layanan ini juga ditawarkan untuk dapat bereksperimen, membuat sebuah inovasi baru dan  menguji inovasi tersebut secara langsung kepada costumer experience serta melihat pengaruhnya terhadap perubahan bisnis perusahaan Anda.


  • Bisa dikembangankan Dengan Cepat Secara Global
    Sebab penyedia layanan cloud terdapat infrastuktur yang tersebar di berbagai belahan dunia, pengguna layanan cloud computing ini bisa secara cepat melakukan pengembangan aplikasi untuk negara-negara yang berbeda secara bersamaan. 
  • Fleksibel
    Manfaat lain yang akan dirasakan oleh pengguna layanan ini ialah pengguna tidak perlu lagi merencanakan kebutuhan terkait cloud untuk menghimpun aktivitas bisnis pada waktu yang akan datang. Sebab,  kapasitas cloud akan langsung menyesuaikan dengan kebutuhan sebuah Perusahaan.

  • Hemat Biaya
    Pegeluaran biaya perusahaan akan berkurang, karena jika menggunakan pelayanan cloud biaya yang perlu dibayar hanyalah yang terpakai. Pengguna tidak akan diminta membayar teknologi cloud yang tidak perusahaan pakai, sehingga ini akan menghindari biaya-biaya cloud server yang tidak perlu.  

Ada juga cloud computing  dengan network enhanced yang memiliki manfaat besar yang dirasakan jika perusahaan bisnis menggunakan layanan ini. Apa itu Cloud Computing dengan Network Enhanced?

Apa Saja Jenis Layanan Cloud Cumputing?

Terdapat beberapa tipe-tipe cloud computing  yang bisa jadi pertimbangan jika Anda tertarik dalam menggunakan layanan ini!

1. Model Layanan Cloud Infrastructure as a Service (IaaS)

Model layanan cloud IaaS ini adalah jenis layanan cloud computing yang bisa dikatakan paling fleksibel. Mengapa bisa dikatakan paling fleksibel? Karena terdapat beberapa sebab, yaitu :

  • Sumber bisa dibeli sesuai dengan kebutuhan,
  • Fleksibilitas yang tinggi
  • Harganya yang murah karena pembeliannya bisa disesuaikan dengan penggunaan
  • Dapat diakses oleh banyak pengguna
  • Mudah untuk mengotomatiskan penyimpanan, jaringan, server dan lainnya yang dimiliki pengguna.

2. Model Layanan Cloud Software as a Service (SaaS)

Model layanan cloud SaaS ini adalah jenis layanan cloud computing yang berbentuk perangkat lunak dan dikelola oleh lokasi pusat pihak ketiga. 

Karakteristik yang akan pengguna rasakan jika memilih layanan cloud jenis ini ialah dapat diakses melalui internet.

Pengguna bisa mengaksesnya melalui internet dan penggunaan software tergantung pada kualitas internet tersebut.

Pengguna dibebaskan untuk tidak bertanggungjawab atas pembaruan perangkat lunak karena hal ini sudah menjadi tanggungjawab penyedia layanan.

Waktu penggunaan yang tepat  untuk menggunakan layanan Cloud model layanan SaaS ini sebaiknya digunakan oleh start up bisnis atau perusahaan kecil yang perlu menciptakan e-commerce dengan cepat.

Layanan ini akan cocok bagi perusahaan yang tidak memiliki waktu untuk mengurus kendala server software. Sebab SaaS ini dapat digunakan sesuai dengan keperluan.

3. Model Layanan Platform as a Service (PaaS)

Model layanan cloud yang ketiga ini memungkinkan pengguna untuk bisa membuat sebuah aplikasi tersendiri karena bentuk pelayanannya sebuah platform.   

Beberapa keuntungan yang akan Anda peroleh jika menggunakan layanan could computing jenis ini :

  1. Bisa diakses oleh banyak pengguna melalui aplikasi pengembangan yang sama sehingga pengembangan aplikasi menjadi lebih efektif
  2. Tersedia berbagai layanan untuk membantu pengembangan, pengujian dan penyebaran aplikasi
  3. Dapat membuat aplikasi sendiri dengan adanya bantuan web server, frame work dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing?

Sederhananya, cara kerja layanan ini ialah data pengguna disimpan secara virtual terlebih dahulu, sehingga hal ini tidak akan membebani pemakaian memori internal.

Setelah itu, perintah diinstruksikan kepada pengguna yang kemudian diteruskan ke server aplikasi.

Setelah server apilkasi mendapat perintah, data kemudian diproses dan pengguna akan mendapat halaman yang sudah diperbaharui sesuai perintah sebelumnya.

Kemudian, perintah yang sudah disampaikan melalui aplikasi, akan langsung dapat terintegrasi dengan sistem cloud computing di komputer.

Layanan cloud computing mempunyai dua bagian. Bagian pertama dinamakan dengan front end dan bagian kedua dinamakan dengan back end. Kedua bagian ini akan saling terhubung melalui internet dan bekerjasama melaksanakan fungsi satu sama lain.

Front end ialah tampilan layanan cloud yang bisa diakses oleh pengguna. Sedangkan back end ialah bagian yang ditemukan dalam komputer, server dan sistem penyimpatanan data yang membentuk cloud.

Kelebihan Cloud Computing

Perusahaan yang menggunakan layanan cloud  ini bisa tertarik karena kelebihan layanan cloud yang diberikan seperti :

  1. Back Up Data Lebih Mudah
    Back Up data dengan menggunakan layanan ini dilengkapi dengan fitur backup otomatis. Data yang di backup akan selalu tersedia jika dibutuhkan.


  2. Akses Ke Teknologi Baru
    Software dan hardware memungkinkan penggunanya untuk terus bisa memperbaharui layanannya sendiri.

    Hal seperti ini tidak akan Anda rasakan jika menggunakan layanan ini. Sebab, penyedia layanan senantiasa memperbarui hardware dan softwarenya sendiri. Sehingga, Anda tidak akan kebingungan memperbaharui software atau hardware yang akan Anda pakai.

  3. Kolaborasi dari Manapun
    Sesama rekan kerja pasti Anda sering menggunakan Google Docs. Penggunaan Google Docs dapat menggunakan bersama rekan lain.

    Layanan cloud mendukung fitur Kerjasama atau kolaborasi yang bisa memudahkan pekerjaan.

  4. Skalabilitas Mudah
    Menggunakan layanan cloud computing memiliki skalabilitasnya yang mudah karena pengguna tinggal upgrade layanan sesuai kebutuhan.

  5. Irit Biaya, Ruang dan Waktu
    Pengguna yang menggunakan layanan ini bisa mengirit biaya, karena layanan cloud dibayar hanya sesuai dengan pemakaiannya saja. Sehingga tidak akan membengkakan pembiayaan perusahaan.

    Mengapa bisa menghemat ruang? Karena penyimpanan data dilakukan dalam ruang virtual, sehingga tidak akan memberatkan memori internal.

    Mengapa bisa menghemat waktu? Karena pembaruan instan yang langsung akan dikerjakan oleh layanan cloud melalui internet.

Tantangan Penggunaan Cloud Computing

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi jika Anda memilih menggunakan layanan cloud computing. Tantangannya bisa seperti :

  • Kendala Downtime
    Kendala downtime bisa terjadi pada pelayanan cloud yang Anda gunakan. Agar hal ini tidak terjadi, cerdas lah dalam memilih penyedia layanan cloud computing yang jarang mengalami downtime.

    Bagaimana cara memilihnya? Cara memilihnya ialah bisa dilihat dari komitmen layanan atau SLA (Service Level Agreement) untuk menyediakan uptime yang tinggi. Di Herza Cloud, kami memberikan layanan SLA sebesar 99,5%.

  • Keamanan Data
    Jika menggunakan layanan cloud ini memiliki potensi terkena serangan cyber. Untuk melindungi data dari serangan cyber, tentu saja diperlukan perlindungan secara menyeluruh. Misalnya, ada dukungan sistem otentikasi aktif.

    Selain itu, perlindungan yang bisa digunakan ialah perlindungan enskripsi multifaktor yang dibutuhkan untuk menopang keamanan sistem penyimpanan cloud. Perlindungan enskripsi multifaktor bisa berperan pada terjadinya pelanggaran sebuah data.

    Seluruh layanan Herza Cloud telah menggunakan Proteksi hinggal ke Layer 7, menggunakan Next Generation Firewall.


  • Sulit Terhubung Dalam Internet
    Untuk menggunakan layanan ini Anda harus terkoneksi dengan internet. Sehingga, pastikan koneksi internet Anda stabil. Apabila koneksinya buruk layanan cloud akan sulit diakses.

    Layanan Herza Cloud telah menggunakan multiple Upstream untuk menjaga redundansi Network dan Uptime / SLA.